MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Kamis, 03 Juni 2010

@ MANASIK HAJI BERDASAR SUNNAH RASULULLAH

“ﻤﺆﺴﺴﺔ ﻤﻌﻬﺪ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﺷﺭﻋﻴﺔ "ﺍﻠﺨﻴﺭﻴﺔ
Pondok Pesantren/ Madarsah Ibtida’iyah Terpadu
Yayasan “Al- Khaeriyah” Griya Panorama Indah
Purwasari, Karawang, 0264 – 313829



Cara mudah memahami

MANASIK/ KAIFIYAT HAJI DAN UMROH
BERDASAR AL- QUR’AN DAN AS- SUNNAH
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah



ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺭﺤﻤﻦ ﺍﻠﺭﺤﻴﻡ


ﻮﺃﺗﻤﻮﺍ ﺍﻠﺤﺞ ﻮﺍﻠﻌﻤﺭﺓ ﻠﻠﻪ .. ﺍﻷﻴﺔ
“ Dan sempurnakanlah Haji dan Umroh oleh kalian semata- mata karena Allah…..(QS: Al- Baqoroh 196 – 203)


ﻭﻠﻠﻪ ﻋﻟﻰ ﺍﻠﻨﺎﺲ ﺤﺞ ﺍﻠﺑﻴﺖ ﻤﻦﺍﺴﺘﻂﺎﻉ ﺍﻠﻴﻪ ﺴﺑﻴﻼ .. ﺍﻷﻴﺔ
“Dan Allah telah mewajibkan ibadah haji ke Baitullah kepada manusia yang mampu dalam perjalanannya….(QS. Ali Imron 97)


1. NIAT dan TAUBAT

• Bila sesorang bersiap untuk menunaikan ibadah haji, maka ia harus meluruskan niat hanya karena Allah sesuai Surat Al- Baqoroh 196 dan sabda Nabi: “Innamal a’maalu bin niyyaati….”(HR.Bukhori/ Muslim), dan agar hendaknya ia banyak ber- istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT), memohon maaf kepada kedua orang tua, keluarga dan tetangga terdekat dan sebaiknya meninggalkan wasiyat.
• Ia harus mempersiapkan segala bekal untuk yang ditinggal ataupun untuk beaya selama haji hanya dari harta yang halal, dan sebaik- baik bekal adalah taqwa kepada Allah SWT.
• Uang beaya haji yang belum sempat dikeluarkan zakatnya, agar dikeluarkan zakatnya 2,5 %, diberikan kepada Fakir Miskin dan yang berhak.
• Belajarlah MANASIK/ TATACARA IBADAH HAJI kepada seorang guru yang dipercaya, karena sahnya amal- amal itu harus didasari Ilmu.
• Segala QODHO MUBADAROH, seperti qodho sholat, hutang zakat, atau hutang kepada orang lain yang SUDAH JATUH TEMPO, agar semuanya diselesaikan sebelum menunaikan ibadah haji.

2. HUKUM

• Melakukan ibadah Haji dan Umroh, hukumnya WAJIB, sekali seumur hidup. (Bulughul Marom, hadist ke 738)
• Untuk kali yang berikutnya, ibadah Haji dan Umroh hukumnya SUNNAH bahkan makruh bila disekeliling lingkungan tetangganya masih ada seseorang yang sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhannya yang paling primer, yakni makan sehari- hari atau sekolah bagi anak- anak.

3. HUKUM BAGI YANG TAK MAU MELAKUKAN IBADAH HAJI.

 Terhukum dosa besar bagi yang telah mampu dan aman perjalanannya, dan ia malas melakukannya atau sayang akan kehilangan sebagian uang untuk ongkos perjalanannya.
 Terhukum kafir bagi yang membangkang, tak mengakui kewajiban berhaji atau mengecilkan nilai- nilai yang terkandung dalam pelaksanaan dan pensyari’atan ibadah haji, Karena Kewajiban ibadah haji sudah IJMA’, MA’LUM, DHORURY.


------oooOooo-----


Keterangan: Nomor- nomor yang tercantum dibelakang kalimat- kalimat dibawah ini menunjukkan nomor- nomor hadist pada Kitab BULUGHUL MAROM karya Syekh Ibn Hajar Al- Asqolany As- Syafi’I, yang dipakai sebagai sumber dasar kalimat- kalimat tersebut.



4. KEUTAMAN IBADAH HAJI

• Pahala ibadah HAJIi MABRUR adalah sorga, sedang dari waktu Umroh ke Umroh berikutnya dapat menghapuskan dosa- dosa kecil yang terjadi diantara waktu tersebut….727)
• Adapun tanda- tanda bahwa seseorang telah memperoleh HAJI MABRUR adalah bahwa perilakunya setelah menunaikan ibadah haji adalah lebih baik dari sebelum ia menunaikan ibadah haji, dan ia makin tekun dalam mencari kebahagiaan akherat.

Sesuai kalam Ulama’:

ﻭﻤﻦ ﻋﻼﻤﺔ ﻗﺑﻮﻠﻪ ﺃﻥ ﻴﻜﻮﻦ ﺑﻌﺪ ﺍﻠﺤﺞ ﺃﺤﺴﻦ ﻤﺎ ﻗﺑﻠﻪ ﻮﻴﺮﻏﺐ ﻔﻰ ﺍﻷﺨﺭﺓ

• Haji dan Umroh merupakan medan jihad nya para wanita…. 728).
• Anak- anak yang melakukan ibadah haji, ibadah hajinya sah, pahalanya diberikan kepada orangtua yang menghajikannya. Namun nanti setelah akil balig, dia tetap berkewajiban menunaikan ibadah haji dan umrohnya….732 + 735).
• Seseorang, lebih- lebihnya anaknya sendiri, dapat menghajikan orang lain, lebih- lebih bila orang tersebut pernah bernadzar untuk haji, yang secara financial mampu namun secara fisik tak mampu atau keburu wafat sebelum nadzarnya ditunaikan…. 733)
• Seseorang yang akan menghajikan orang lain, maka ia sendiri harus sudah melakukan ibadah haji sebelumnya…. 737)
• Seorang wanita hanya boleh melakukan ibadah haji bila disertai mahromnya….736)

5. TEMPAT MEMULAI IHROM
(MIQOT – MIQOT MAKANI)

Seseorang yang akan menunaikan ibadah haji atau umroh, harus
MEMULAI IHROM nya dari MIQOT – MIQOT dibawah ini:
Penduduk dari arah Madinah, miqotnya DZUL- HULAIFAH.
Penduduk dari arah Syam /Syria/Yordania miqotnya JUHFAH.
Penduduk dari arah Najed miqotnya QORNUL MANAZIL
Penduduk dari arah Yaman miqotnya YALAMLAM.
Orang yang tinggal didalam batas miqot, maka miqot nya dimulai dari rumahnya sendiri. 739). Misalnya penduduk Mekah, maka miqotnya dari Mekah.

Adapun miqot penduduk arah Iraq yakni dari DZATU IRQ…. 741 +742)
Miqot orang- orang dari timur (Persia/India) adalah dari AQIQ….744)

6. MIQOT ZAMANI

Sedang MIQOT ZAMANI (Waktu pelaksanaan) nya adalah sejak SYAWAL, DZUL QO’DAH, dan 10 (sepuluh) malam- malam DZUL HIJJAH.

7. IHROM

• Seorang calon haji yang sudah sampai pada MIQOT untuk segera memulai IHROM, maka ia boleh memilih berniat untuk melakukan salah satu Jenis haji, yakni:

= Tamattu’…Bagi pelakunya diharuskan menyembelih
DAM……..atau
= Ifrod, ……Bagi pelakunya tidak wajib bayar DAM….atau
= Qiroon, … Bagi pelakunya diharuskan menyembelih DAM...745).

# TAMATTU’ artinya melakukan Umroh dulu, kemudian TAHALLUL (selesai – boleh menanggalkan ihromnya), kemudian pada saatnya haji (Yakni tanggal 9 Dzul Hijjah), dia ihrom lagi untuk mengerjakan haji sampai selesai baru TAHALLUL, yakni pada Hari Raya Qurban .

# IFROD artinya melakukan Umroh, tapi tidak TAHALLUL, terus Ihrom sampai saatnya haji. Setelah pelaksanaan ibadah haji selesai, baru TAHALLUL saat Hari Raya Qurban.

# QIRON artinya melakukan Umroh dan haji sekaligus dalam satu seri pekerjaan. Ini biasanya dilakukan bagi orang yang datang ke Mekkah sudah dekat dengan saat wukuf, sehingga tidak sempat melakukan Umroh duluan.




CATATAN PENTING:

#. Apabila seseorang sudah memulai Ihrom, maka ia tidak boleh TAHALLUL dan harus menuntaskan pekerjaan Haji dan Umrohnya sampai selesai, walau ada halangan apapun. Kecuali kalau ia sebelum ihrom meniatkan: ﺃﻦ ﻤﺤﻠﻰ ﺤﻴﺚ ﺤﺑﺴﺗﻨﻰ atau niat yang lain (boleh pakai bahasa Indonesia) seperti:“Apabila aku sakit/ haidh, maka saya tahallul”…799).

#. Apabila ada seseorang ketinggalan WUKUF DI AROFAH, yakni bila sampai FAJAR tanggal 10 bulan Haji ia belum sampai juga di Arofah, berarti HAJINYA GAGAL, maka ia harus menuntaskan ibadah Umroh (dengan Thowaf dan Sa’I kemudian Tahallul). Begitu juga bagi seseorang yang terhalang seperti mengalami kecelakaan sehingga patah kakinya/ tak mampu meneruskan hajinya, maka ia boleh tahallul dan harus MEMBAYAR DAM serta harus mengulang hajinya segera tahun depan… 777 + 800).

• Sebelumnya agar seseorang membersihkan diri (mandi), berwudhu, memakai minyak wangi (tidak boleh memakai minyak wangi ZA’FAROON atau WAROS) ….749 + 750), dan memakai PAKAIAN IHROM yang tak dicelup (warna asli/ putih), yakni:

# BAGI KAUM LAKI- LAKI:

= Tak boleh memakai kain berjahit seperti celana dan kemeja….tapi boleh
pakai SABUK.
= Tak boleh memakai penutup kepala seperti sorban atau peci. Boleh memakai
payung.
= Tak boleh memakai sepatu. Sandal boleh dipakai….749)
= Harus menutup Aurat.

# BAGI KAUM WANITA:

= Tak boleh memakai CADAR.
= Tak boleh memakai sarung tangan.
Sesuai hadist riwayat Imam Bukhori:

ﻻ ﺘﻧﻗﺐ ﺍﻠﻤﺮﺃﺓ ﺍﻠﻤﺤﺭﻤﺔ ﻮﻻ ﺘﻟﺑﺱ ﺍﻠﻗﻔﺎﺯﻴﻦ

= Harus menutup aurat, termasuk telapak kaki. Karena itu sebaiknya kaum
wanita memakai
KAOS KAKI. Bagi wanita juga boleh pakai sepatu, boleh pakai baju
berjahit.

• Saat Ihrom agar membaca TALBIYAH dengan suara keras, yakni:

ﻠﺑﻴﻚ ﺍﻠﻠﻬﻡ ﻠﺑﻴﻚ - ﻠﺑﻴﻚ ﻻ ﺸﺮﻴﻚ ﻠﻚ ﻟﺑﻴﻚ - ﺇﻦﺍﻠﺤﻤﺪ ﻭﺍﻠﻧﻌﻤﺔ ﻟﻙ ﻭﺍﻠﻤﻟﻚ ﻻ ﺸﺭﻴﻙ ﻟﻙ

“Aku penuhi panggilan Mu ya Allah, aku penuhi panggilan Mu, tiada sekutu bagi Mu, aku penuhi panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan dan juga kerkuasaan adalah hanya milikmu, tiada sekutu bagi Mu”….760).

• Pembacaan Talbiyah dimulai sejak Ihrom sampai melempar Jumrah Aqobah pada hari pertama di Mina…kecuali bagi haji Tamattu’ dan Umroh…779).


8. Muharromat Al- Ihroom
LARANGAN- LARANGAN TATKALA BERHAJI DAN DENDANYA

Ada tiga jenis larangan yang tidak boleh dilakukan seseorang yang telah BER-
IHROM, yaitu:

1. LARANGAN BERSENANG- SENANG (TAROFFUH).

Yakni:
• Memakai pakaian berjahit bagi laki- laki - menutup kepala bagi lelaki- memakai cadar bagi wanita – memakai sarung tangan bagi wanita….749)
Kecuali darurat, misalnya karena sangat dingin atau sedang ada badai
pasir sehingga terpaksa menutup hidung dan wajah bagi wanita.
• Meminyaki rambut, baik wangi ataupun tidak.
• Melakukan ROFATS seperti Jima’ (senggama) atau pendahuluannya seperti berpeluk cium, dsb….Al- Baqoroh 197). Juga berbuat fasiq dan bertengkar.

Pelakunya didenda (MEMBAYAR DAM) bila ia melakukan dengan
sengaja dan mengerti.
Bagi yang tak sengaja atau belum mengerti, maka pelakunya tidak
dikenakan DAM.





2. LARANGAN MERUSAK (ITLAF).
Pelakunya didenda, baik sengaja atau tidak, mengerti atau tidak.
Yakni:
• Memotong kuku atau rambut. Kecuali darurat, karena sakit, dll.
• Membunuh binatang liar/ buruan. Kecuali binatang yang membahayakan.
• Memotong pohon tanah Al- Haram.

3. LARANGAN FUSUQ, TANPA DENDA, TAPI BERDOSA BAGI PELAKUNYA.
Yakni:
• Akad nikah. Menikah, Menikahkan, Meminang….751)
• Memandang dengan syahwat.
• Membantu berburu binatang liar.
• Mengikat binatang liar/ buruan.
• Mengusir binatang liar/ buruan
• Memakan hasil buruan orang lain….752 + 753)
• Mengambil tanah – kerikil – batu – atau barang temuan di tanah Al- Haram.

Catatan: Tidak termasuk yang dilarang membunuh binatang- binatang
pengganggu atau binatang berbahaya seperti: Kalajengking – Elang – Gagak
– Tikus – Anjing buas….754).

9. JENIS- JENIS DENDA (DAM)

A. MUROTTAB – MUQODDAR.

Artinya : Berurutan dan berketentuan.
DENDANYA BERUPA:

• Memotong kambing………..bila ia tak mampu, maka:
• Puasa 10 (sepuluh) hari.
- 3 (tiga) hari dilakukan saat haji.
-7 (tujuh) hari dilakukan dirumah/ di tanah air.

Denda ini diberlakukan bagi siapa saja yang:

= Melakukan haji TAMATTU’.
= Melakukan haji QIRON.
= Ketinggalan wukuf di Arofah- (dilanjutkan dengan pengerjaan
Umroh, lihat keterangan sebelumnya tentang Ihrom).
= Meninggalkan Ihrom dari MIQOT (Tempat awal memulai
hrom).
= Meninggalkan MABIT di Muzdalifah tanpa adanya udzur
= Meninggalkan MABIT di Mina tanpa adanya udzur.
= Meninggalkan MELONTAR JUMROH.
= Meninggalkan THOWAF WADA’ (Thowaf terakhir/perpisahan)
tanpa adanya udzur.
= Meninggalkan NADZAR nya sendiri.

B. MUROTTAB – MU’ADDAL

Artinya: Berurutan dan dibanding harga
DENDANYA BERUPA:

• Memotong seekor unta……..bila ia tak mampu maka:
• Memotong seekor sapi……..bila ia tak mampu maka:
• Memotong 7 (tujuh) ekor kambing…….bila ia tak mampu maka:
• Memberi SEDEKAH MAKANAN SENILAI HARGA UNTA……bila ia tak mampu pula maka:
• Ia harus berpuasa SEBANYAK NILAI SEDEKAH MAKANAN, yakni tiap 1(satu) MUD ~ 6 ons sebanding dengan SATU HARI PUASA.

Denda ini dijatuhkan bagi siapa saja yang melakukan JIMAK/ SENGGAMA. Perbuatan ini sekaligus MERUSAK IBADAH HAJI – namun ibadah hajinya yang sekarang harus dirampungkan sampai tuntas dan tahun depan/ SEGERA ia harus menunaikan ibadah haji lagi,


C. MUKHOYYAR - MUQODDAR.

Artinya: Bebas memilih tapi dengan ketentuan.
DENDANYA BERUPA:

• Memotong kambing, atau…..
• Sedekah makanan kepada 6 (enam) orang fakir miskin. Masing- masing taiap seorang = 0,5 SO’ ~ 1,25 kg gandum…… atau
• Berpuasa 3 (tiga) hari lamanya.
Denda ini diberlakukan bagi yang melakukan pelanggaran berikut:
= Memotong tiga helai rambut lebih.
(Bila hanya satu helai rambu/ kuku, DAM nya satu MUD ~ 6 ons
gandum, 2 helai rambut/ kuku DAM nya 2 MUD gandum)
= Memotong tiga kuku lebih.
= Memakai pakaian berjahit – bertutup kepala bagi lelaki – ber cadar
bagi wanita – memakai sarung tangan bagi wanita.
= Meminyaki rambut, baik wangi atau tidak.
= Memakai wewangian. Kecuali jika memakainya sebelum ihrom,
maka tidak mengapa bau wangiya menetap….749 + 750)
= Melakukan pendahuluan Jima’, seperti bercumbu, peluk dan cium.
= Melakukan Jima’ setelah TAHALLUL AWWAL.


D. MUKHOYYAR – MU’ADDAL.

Artinya: Ia bebas memilih jenis denda dan dapat diperbandingkan harganya.

1. TERSEBAB MEMBUNUH BINATANG BURUAN….757)

= Membunuh burung unta DAM nya seekor unta.
= Membunuh sapi liar DAM nya seekor sapi
= Membunuh Khimar DAM nya sapi.
= Membunuh burung merpati DAM nya seekor kambing
= Membunuh burung kecil DAM nya dinilai harganya.
= Membunuh serangga kecil/ belalang DAM nya sebutir kurma.
DENDANYA BISA JUGA BERUPA:
• Memotong hewan sesuai harga persamaan hewan yang diburu.
• Sedekah makanan senilai harganya.
• Berpuasa senilai harganya, tiap satu MUD ~ 6 ons = satu hari puasa.

2. TERSEBAB MERUSAK TUMBUHAN.

Kecuali pohon IDZKHIIR, yaitu sejenis rumput liar yang berbau wangi….757).




DENDANYA BERUPA:

• Pohon besar DENDANYA senilai harga sapi.
• Pohon kecil senilai harga kambing.
• Pohon sangat kecil senilai harganya.



10. LANGKAH- LANGKAH PERJALANAN HAJI RASULULLAH DAN PARA SAHABATNYA …760).

Keterangan: Yang di warna kuning atau ada tanda # adalah RUKUN HAJI sedang yang diwarna hijau atau ada tanda *adalah WAJIB HAJI.
• Nabi memulai #IHROM ya dari MIQOT arah Madinah yaitu *Dzul Hulaifah (terkenal dengan BIR ALI).
• Nabi selalu memulai Ihromnya dari Masjid.

Catatan : Dengan berniat: “Aku berniat haji (dan Umroh), dan aku ber Ihrom dengan nya” (ﻨﻮﻴﺖ ﺍﻠﺤﺞ (ﻮﺍﻠﻌﻤﺮﺓ) ﻮﺍﺤﺭﻤﺖ ﺑﻪ ﻟﻟﻪ ﺘﻌﺎﻟﻰ).

Jangan lupa mengucapkan kalimat: ﺃﻦ ﻤﺤﻠﻰ ﺤﻴﺚ ﺤﺑﺴﺗﻨﻰ

Agar bila mendapat halangan ia bisa bertahallul, seperti keterangan diatas. Disusul dengan membaca Talbiyah.

• Wanita yang berhadats besar boleh terus melakukan hajinya. Kecuali saat Thowaf, maka ia harus menunggu sampai suci.
• Menuju Mekah sambail membaca Talbiyah atau Takbir, sampai melihat Ka’bah (bagi yang melakukan Umroh atau haji Tamattu’)….772). Nabi memasuki Mekah dari dataran tinggi dan keluar Mekah dari dataran Rendah…763).
• Rasulullah menginap semalam diluar kota Mekah (Dzu Thuwa) sebelum memasuki kota Mekah…764).
• Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) putaran- 3(tiga putaran) dengan ROML (berlari- lari kecil), dan empat putaran berikutnya berjalan biasa…767)
• Dimulai dari HAJAR ASWAD Ka’bah ada dikiri (berputar kearah kiri). Rasulullah memulai thowafnya dengan menjamah dan mencium Hajar Aswad serta RUKUN YAMANI (boleh dengan hanya berisyarat dari jauh).
• Berdo’a dengan do’a khusus pada setiap sampai pada salah satu pojok ka’bah, tapi yang paling banyak dibaca Rasulullah adalah: “Allaahumma (Robbanaa) Aatinaa Fiddunyaa Hasanah, Wafil aakhiroti hasanah, waqinaa adzaaban naar”.(H.R.Bukhori dan Muslim.(Iidhoh Lin-Nawawi: 250).

Catatan: Hati- hati, thowaf harus mengelilingi LUAR KA’BAH, atau garis terluarnya adalah didalam Masjid, walaupun masjidnya diperluas. Ingat, Hijr Ismail dan Syadzarwan termasuk bagian dalam ka’bah pada asalnya. Jadi pelaku thowaf harus berada diluar dinding batas Hijr Isma’il dan Syadzarwan. Tidak sah thowaf didalam kedua tempat itul atau diluar Masjidil Harom.
Syadzarwan adalah semacam TROTOAR yang menempel dan melingkari sekeliling Ka’bah.
• Ke MAQOM IBROHIM dan sholat dua roka’at. Diakhiri dengan menjamah Hajar Aswad….769 + 770)
• Pergi ke SHOFA melalui pintu Shofa.
• Naik ke BUKIT SHOFA, menghadap qiblat dan membaca:

ﺇﻦ ﺍﻠﺼﻔﺎ ﻮﺍﻠﻤﺭﻭﺓ ﻤﻦ ﺷﻌﺎﺌﺮ ﺍﻠﻠﻪ

“Sesungguhnya SHOFA dan MARWAH adalah termasuk bagian dari Syi’ar- syi’ar Allah”.

Kemudian membaca:

ﻻ ﺇﻠﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﻠﻪ ﻭﺤﺪﻩ ﻻﺸﺭﻴﻚ ﻟﻪ - ﻠﻪ ﺍﻠﻤﻟﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻠﺤﻤﺪ ﻭﻫﻭ ﻋﻟﻰ ﻜﻞ ﺸﺊ ﻗﺪﻴﺮ - ﻻ ﺇﻠﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﻠﻪ ﻭﺤﺪﻩ - ﺃﻨﺟﺰ ﻭﻋﺪﻩ - ﻭﻧﺼﺮﻋﺑﺪﻩ - ﻭﻫﺰﻡ ﺍﻷﺤﺯﺍﺏ ﻭﺤﺪﻩ

“ Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya. Milik Allah segala kerajaan dan bagi Nya segala pujian. Dan Dia atas segala sesuatu adalah Maha Kuasa. Tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Esa, Yang menepati janji Nya, Yang menolong hamba Nya, dan Dia Menghacurkan persekutuan musuh sendirian.”
• Melakukan SA’I, yaitu berjalan kaki dari SHOFA ke bukit MARWAH. Sesampai dipertengahan lembah Nabi dan para sahabat lelaki melakukan ROML, yakni sampai mendaki bukit MARWAH.
• Di puncak MARWAH berbuat seperti apa yang dilakukan di atas bukit SHOFA, yakni menghadap kiblat kemudian membaca: “ Innas Shofa…..dst dan Laa ilaaha illallooh…dst. Seperti keterangan sebelumnya. Demikian 7 (tujuh) kali bolak balik.

Catatan: Pada tahap ini bagi yang melakukan HAJI TAMATTU’, sudah dapat menyelesaikan Umrohnya dengan BERTAHALLUL, yakni dengan MENGGUNTING atau MENCUKUR RAMBUT. Minimal 3(tiga) helai rambut, sebaiknya dicukur gundul bagi laki- laki. Maka bagi mereka sudah tidak di syari’atkan membaca Talbiyah lagi…787).
• Pergi ke MINA dan bertahan disana sampai melakukan 5 (lima) kali SHOLAT MAKTUBAH.
• Nabi bergerak ke AROFAH dan #WUKUF disana dimulai sejak DZUHUR sampai TERBENAM MATAHARI. Sa’at wukuf dimulai, Rasulullah menyampaikan KHUTBAH WUKUF, kemudian Rasulullah menjama’ sholat Dzuhur dan dan Ashar dengan SATU KALI ADZAN dan DUA KALI IQOMAH.

Catatan: Waktu wukuf adalah dari ZAWAL tanggal 9- Dzul Hijjah sampai FAJAR.
• Selama Wukuf diisi dengan Tilawah, Dzikir, Takbir, Tahlil dan melakukan kegiatan terpuji lainnya.
• Setelah datang waktu MAGHRIB, Rasulullah berangkat ke Muzdalifah, tapi beliau tidak sholat maghrib dulu di Arofah.
• Diperjalanan atau di Muzdalifah, Nabi melakukan SHOLAT JAMA’ antara sholat Maghrib dan Isya’.
• *MABIT (menginap) di Muzadalifah sampai FAJAR dan beliau melaksanakan sholat Shubuh di Muzdalifah.
• Setelah FAJAR, beliau keluar dai MUZDALIFAH, Sesampai di MASY’ARIL HAROM beliau menghadap Qiblat, beliau berdo’a, bertakbir dan bertahlil.
• Menuju MINA. Saat itu bertepatan dengan tanggal 10- Dzul Hijjah dan *MABIT Di Mina.
• Rasulullah melempar *JUMRAH AQOBAH dengan KERIKIL sebanyak 7 (tujuh) kali. Pada setiap lemparan beliau bertakbir. Jumrah Aqobah dimulai SETELAH DHUHA. ..781). Bila dilakukan SEBELUM FAJAR juga boleh….776).

Catatan: Kerikil yang dipakai harus seukuran yang TIDAK DAPAT MELUKAI ORANG. (Kira- kira sebesar biji korma). Kerikil dapat diambil dari Muzdalifah atau DARI MANA SAJA asal bukan kerikil bekas lemparan Jumroh di JAMAROOT.
• Kemudian beliau MENYEMBELIH QURBAN di Mina…785)
• #TAHALLUL, dengan mencukur rambut bagi laki- laki dan menggunting rambut bagi wanita.

Catatan: Setelah sampai tahapan disini disebut TAHALLUL AWWAL. Seseorang sudah boleh melakukan yang boleh dilakukan diluar haji, KECUALI JIMA’…786)
• Kemudian menuju ke Mekah untuk melakukan #THOWAF IFADHOH. Pada thowaf ini Rasulullah tidak melakukan ROML….793).

Catatan:
a. Thowaf Ifadhoh adalah bagian dari RUKUN HAJI yang tidak boleh ditinggalkan. Sebelum melakukan Thowaf Ifadhoh, seseorang tak bisa TAHALLUL (tidak bebas dari ketentuan Ihrom). Bagi wanita yang sedang Haidh, agar menunggu sampai suci.

Thowaf Ifadhoh bisa dilakukan setelah TENGAH MALAM hari Nahar.

b. Seluruh wilayah MINA bisa dipakai untuk menyembelih qurban.
c. Seluruh Arofah adalah tempat wukuf.
d. Seluruh Muzdalifah adalah tempat mabit…..762).
• Setelah selesai THOWAF IFADHOH terus melakukan ibadah SA’I sebagaimana saat beliau Sa’I Umroh, yakni:
• Naik ke BUKIT SHOFA, menghadap qiblat dan membaca:

ﺇﻦ ﺍﻠﺼﻔﺎ ﻮﺍﻠﻤﺭﻭﺓ ﻤﻦ ﺷﻌﺎﺌﺮ ﺍﻠﻠﻪ

“Sesungguhnya SHOFA dan MARWAH adalah termasuk bagian dari Syi’ar- syi’ar Allah”.



Kemudian membaca:

ﻻ ﺇﻠﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﻠﻪ ﻭﺤﺪﻩ ﻻﺸﺭﻴﻚ ﻟﻪ - ﻠﻪ ﺍﻠﻤﻟﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻠﺤﻤﺪ ﻭﻫﻭ ﻋﻟﻰ ﻜﻞ ﺸﺊ ﻗﺪﻴﺮ - ﻻ ﺇﻠﻪ ﺇﻻ ﺍﻠﻠﻪ ﻭﺤﺪﻩ - ﺃﻨﺟﺰ ﻭﻋﺪﻩ - ﻭﻧﺼﺮﻋﺑﺪﻩ - ﻭﻫﺰﻡ ﺍﻷﺤﺯﺍﺏ ﻭﺤﺪﻩ

“ Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya. Milik Allah segala kerajaan dan bagi Nya segala pujian. Dan Dia atas segala sesuatu adalah Maha Kuasa. Tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Esa, Yang menepati janji Nya, Yang menolong hamba Nya, dan Dia Menghacurkan persekutuan musuh sendirian.”
• #Melakukan SA’I, yaitu berjalan kaki dari SHOFA ke bukit MARWAH. Sesampai dipertengahan lembah Nabi dan para sahabat lelaki melakukan ROML, yakni sampai mendaki bukit MARWAH.
• Di puncak MARWAH berbuat seperti apa yang dilakukan di atas bukit SHOFA, yakni menghadap kiblat kemudian membaca: “ Innas Shofa…..dst dan Laa ilaaha illallooh…dst.

Catatan: Setelah sampai tahap ini disebut TAHALLUL TSANI, seseorang sudah boleh mengerjakan pekerjaan yang halal diluar haji termasuk JIMA’…792)

Adapun amaliyah HARI NAHAR yakni pada tanggal 10 Dzul Hijjah, AFDHOL nya dilakukan amaliyah secara tertib, yakni: Dimulai dengan melempar JUMROH AQOBAH- Ber CUKUR - THOWAF IFADHOH- SA’I. Namun bila tidak berurutan juga tidak mengapa. .. (“At- Tau’iyah Al- Islamiah- Al- ‘Adadus Saabi’ Dzul Hijjah 1399 H”)…784).

Adapun jama’ah Haji Indonesia terbiasa bercukur setelah melaksanakan SA’I seperti urutan Perjalanan Haji diatas, yakni dengan mengerjakan TAHALLUL TSANI.

• Pada tanggal 11 – 12 – 13 – Dzul Hijjah, jama’ah haji mulai melakukan melempar JUMROH dengan kerikil seperti diterangkan sebelumnya pada saat *MELEMPAR JUMROH, dimulai dari JUMROH ULA  WUSTHOO- AQOBAH. Waktu Lemparan Jumroh pada tanggal 11 – 12 – 13 – Dzul Hijjah dilakukan SETELAH DZUHUR…781)… sampai datangnya waktu maghrib. Ini pendapat yang paling kuat. Namun bila keadaannya berbahaya, maka jangan pilih waktu utama, kita boleh melempar sampai mendekati fajar hari berikutnya, walaupun dasarnya kurang kuat.(Bidayatul Mujtahid 351- 353/ Iidhoh Lin Nawawi:372).

Dibawah ini Qoul lain (Imamiyah) yang menyatakan waktunya sejak terbit matahari sampai maghrib. Ini adalah QOUL YANG DHO’IF.

ﻭﺮﻮﻯ ﻋﻥ ﺍﺑﻰ ﺠﻌﻔﺮ ﻤﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻟﻰ ﺍﻨﻪ ﻗﺎﻞ : ﺮﻤﻰ ﺍﻟﺠﻤﺎﺮ ﻤﻦ ﻂﻠﻮﻉ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺍﻟﻰ ﻏﺮﻮﺑﻬﺎ

• Anak- anak atau yang tak mampu melempar Jumroh dapat mewakilkannya pada orang lain, namun yang mewakili HARUS MELEMPAR DULU UNTUK DIRINYA SENDIRI sebelum mengerjakan lemparan orang lain.
• Bagi yang bersegera ingin pulang, dapat mengerjakan melempar Jumroh sampai tanggal 12 Dzul Hijjah saja, dengan syarat dia kembali ke Mekah dari Mina SEBELUM MAGHRIB tanggal 12- Dzul Hijjah. Ini namanya NAFAR AWWAL. Bila sempurna melempar Jumroh sampai tanggal 13 Dzul Hijjah baru pulang disebut NAFAR TSANI.
• Nabi menyampaikan KHUTBAH pada hari tanggal 12- Dzul Hijjah ini. Hari ini juga disebut hari RU’UUS….791)
• Orang yang telah selesai mengerjakan ibadah haji dan akan meninggalkan Mekah DIWAJIBKAN mengerjakan THOWAF WADA’ (thowaf perpisahan). Kaifiyatnya sama seperti melakukan thowaf Umroh…796). Kecuali wanita yang sedang haidh, ia tidak usah thowaf perpisahan, tak usah menunggu sampai suci. BEDA DENGAN THOWAF IFADHOH yang harus dilakukan.

PERHATIAN: Semua kalimat diatas yang di WARNA KUNING ATAU BERTANDA # adalah RUKUN- RUKUN HAJI. Artinya HAJI DIANGGAP GAGAL bila salah satu rukun tersebut tidak dikerjakan, dan disana TIDAK DAPAT DIGANTI DENGAN DAM. Dan semua rukun itu harus dilakukan dengan #BERURUTAN/ TARTIB.
Semua kalimat diatas yang ditandai WARNA BIRU ATAU BERTANDA *
Adalah WAJIB HAJI. Barang siapa yang meninggalkan salah satu dari WAJIB
HAJI, dia harus membayar DAM, tapi hajinya tetap SAH.

11. KESIMPULAN

A. RUKUN HAJI (Lihat kalimat yang bertanda kuning/ PAGAR diatas)
1. Ihrom,
2. Wukuf di Arofah.
3. Thowaf Ifadhoh
4. Sa’i
5. Tahallul/ mencukur – menggunting rambut MINIMAL 3 (TIGA) HELAI.
6. Tertib
• Bagi yang meninggalkan salah satu rukun tersebut diatas, hajinya TIDAK SAH, dan tidak bisa diganti dengan DAM.

B. WAJIB HAJI (Lihat kalimat yang bertanda biru/ BINTANG diatas)
1. Ihrom dari MIQOT.
2. Mabit di Muzdalifah setelah tengah malam hari Nahr.
3. Mabit di Mina pada sebagian besar malam di malam- malam hari TASYRIQ, YAKNI TANGGAL 11 – 12 – 13. Dzul Hijjah.
4. Melempar JUMROH AQOBAH pada tanggal 10- Dzul Hijjah.
5. Melempar Jumroh ULA – WUSTHO – AQOBAH, pada hari tanggal 11 – 12 – (13) Dzul Hijjah.
• Bagi yang meninggalkan WAJIB HAJI diatas harus membayar DAM dan hajinya tetap sah. Lihat Jenis- jenis DAM pada PASAL 8 diatas.

C. SUNNAH- SUNNAH HAJI.

Sunnah- sunnah haji amat banyak. Yang penting harus diperhatikan adalah agar
dikerjakan ibadah- ibadah yang memiliki dasar- dasar dalil yang kuat dan telah
dipelajari dari seorang ustadz/ guru yang memenuhi syarat. Jangan lakukan
yang belum pernah dipelajari, jangan hanya mengikut teman yang bukan
ahlinya.
“Al- Amalu bila ilmin dholaalun katsier” =
“Amal ibadah tanpa disertai ilmu adalah kesesatan yang teramat banyak”.

Diantara sunnah- sunnah itu yang utama ialah:
• Berdo’a setiap memasuki masjidil harom/ mesjid lainnya dengan do’a- do’a masuk masjid. Do’a- do’a khusus, sengaja tidak ditampilkan disini agar tidak membuat pemula menjadi bingung. Do’a- doa ini bisa ditanyakan dan dipelajari dari pelajaran manasik yang biasanya diselenggarakan.
• Memperbanyak bersuci, mandi, wudhu, sholat. Terutama saat memulai Ihrom, mau memasuki mesjid atau akan berziarah ke Makam Nabi.
• Memperbanyak sholat di Masjidil Harom, karena nilai pahalanya 100.000 kali sholat ditempat yang lain…797).
• Juga memperbanyak Thowaf (termasuk didalamnya Thowaf Qudum/ Thowaf selamat datang), mencium Hajar Aswad, Tilawah, dan Dzikir. Namun bila kondisi penuh sesak dan dapat menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain, maka tidak usah memaksakan diri. Bahkan kalau pasti menyebabkan bahaya, maka hukumnya jadi terlarang.
• Pada Thowaf yang dilanjutkan Sa’i agar ber- IDZTIBA’. Yakni memasukkan kain ihrom bagian atas ke ketiak kanan, dan menutup pundak kiri dengan ujung kain tersebut.
• Sunnah Imam (Pemimpin rombongan) memberikan Khutbah saat NAFAR AWWAL….791) , disebut hari RU’UUS.
• Memperbanyak sholat di Masjid Nabawi, karena nilai pahalanya 1000. Kali sholat di mesjid biasa…797), sebaiknya sholat disana sampai 40 (empat puluh) waktu, disebut SHOLAT ARBA’IIN.
• Sholat di Roudhoh, diawali Tahiyyatal Masjid tatkala kita baru datang. Roudhoh adalah suatu tempat di Mesjid Nabawi yang berada diantara kubur Nabi dengan Mimbar, karena Roudhoh itu kedudukannya bagaikan “Taman- taman sorga”. Namun bila ruangan penuh, tidak usah memaksakan diri. Setelah sholat, kita memperbanyak tilawah dengan suara yang lembut, penuh khusyu’ dan khudhu’.
• Berziarah ke Maqbaroh/ Makam Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau. . Pada waktu kita berziarah ke Makam Rasul, sebaiknya kita terlebih dahulu mensucikan diri lahir batin, berpakaian yang terbaik, memakai wewangian terbaik, bersikap sopan dan tenang, penuh khusyu’ dan khudhu’ dan tawadhu’. Sejak berangkat dari tempat tinggal terus sampai Masjid Nabawi tak henti- henti mengucapkan Sholawat dan Salam.
• Ucapan Salam yang terbaik adalah seperti dituturkan oleh Imam Nawawi dalam kitab manasik nya (Al- Idhoh Lin Nawawi: 448. Lihat pula: “Daliilul Hajj Wal Umroh” halaman 153 -154 (Insya Allah dalam kesempatan yang lain akan di tampilkan). Selanjutnya ke Maqbaroh Abu Bakar dan Umar. Kita berdo’a pula disana

Catatan: Kita juga dapat menyampaikan salam teman/ orang tua/ saudara kita yang menitip kepada beliau. Lihat: Daliilul Hajj Wal Umroh halaman 155/ Al- Adzkar / Iidhoh Lin- Nawawi.

• Berkunjung dan sholat di Mesjid Quba’.
• Berkunjung dan sholat di Mesjid Qiblataini.
• Berkunjung dan sholat di Musholla / Mesjid Khoif tempat biasa Nabi melaksanakan sholat Ied.
• Berkunjung Ke Baqi’ dan berdo’a untuk mereka yang telah wafat.
• Berkunjung ke tempat terjadi Perang Badar, dan berdo’a untuk para Syuhada’ badar.
• Berkunjung ke gunung Uhud, dan berdo’a untuk para Syuhada Uhud.
• Dan masih banyak lagi…….(lihat pada kitab- kitab yang lebih lengkap).

Catatan : Jangan berdo’a dengan memohon kepada benda ataupun manusia, memohonlah hanya kepada Allah. Maka tatkala berdoa di Multazam, jangan memohon kepada dinding, Kiswah atau pintu Ka’bah nya, tatkala di “Pancuran Emas”, jangan memohon kepada “Pancuran Emas” nya namun memohonlah kepada Allah. Tatkala Di Maqom Ibrohim atau Hijir Isma’il, dan tempat- tempat mustajabah lainnya, memohonlah hanya kepada Allah. Begitu juga tatkala di Maqom Nabi Muhammad, Abu Bakar, Baqi’ dll, berdo’alah hanya kepada Allah untuk ketinggian maqom mereka, jangan memohon kepada mereka, insya Allah kita akan selamat….. Wallohu a’lam.

PERHATIAN : Bila ada bagian dalam tulisan ini yang dianggap musykil
atau kurang jelas, agar ditanyakan kepada para Masyaayikh dan para
Allaamah. Wallohul muwaffiq ilaa aqwamit thoriiq. Amiin.

























Sumber: Daliilul Hajj Wal Umroh Alaa Madzaahibil Arba’ah (Idaroh Al-
Alaaqot Al- ‘Aammah. Al-Mamlakah As-Saudiah Al- Arabia)

PERHATIAN : Bila ada bagian dalam tulisan ini yang dianggap musykil
atau kurang jelas, agar ditanyakan kepada para Masyaayikh dan para
Allaamah. Wallohul muwaffiq ilaa aqwamit thoriiq. Amiin


SUMBER:

1. Al- Qur’anul Kariim.
2. Kutubus Sittah.
3. Ibnu Hajar Al- Asqolani: Bulughul Maroom.
4. Imam An- Nawawi Ad- Dimasyqi: Al- Idhooh.
5. K.H.Ahmad Rifa’I : Waadhihah (bhs. Jawi)
6. Ibn. Rusyd: Bidayatul Mujtahid.
7. Kitab- kitab Fqh Syafi’iyah lainnya.
8. Miizaanul Kubro/ Rohmatul Ummah Fikhtilaafil A’immah.
9. Daliilul Hajj Wal Umroh Alaa Madzaahibil Arba’ah (Idaroh Al-
Alaaqot Al- ‘Aammah. Al-Mamlakah As-Saudiah Al- Arabia)
10.Dll



Daftar Istilah:

- Haji = Ibadah Fardhu (sekali seumur hidup), yang dimulai dari Ihrom – Wuquf – Melempar Jumroh Aqobah – Thowaf Ifadhoh – Sa’I - Tahallul.
Haji berikutnya hukumnya sunnah.

- Umroh = Ibadah Fardhu (sekali seumur hidup), yang dimulai dari : Ihrom – Thowaf – Sa’I – Tahallul.
Umroh berikutnya hukumnya Sunnah.

- Ihrom = Berniat haji atau umroh dengan memakai pakaian dan syarat- syarat yang telah ditentukan. Lihat keterangan: Larangan- larangan Ihrom.

- Thowaf = Ibadah dengan melakukan gerakan KEKIRI, berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali, dimulai dari Hajar Aswad.

- Thowaf Qudum = Thowaf selamat datang. Dilakukan pada saat pertama kali dating ke Mekkah.

- Thowaf Wada’ = Thowaf perpisahan. Dilakukan setelah rangkaian ibadah haji selesai dan akan pulang ke tempatnya masing- masing.

- Talbiyah = Do’a khusus yang dibaca saat pelaksanaan ibadah haji, yakni: “Labbaika Allohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk. Laa syariikalak”.

- Sa’I = Ibadah dengan melakukan perjalanan bolak- balik 7 (tujuh) kali dari bukit SHOFA ke bukit MARWAH.

- Wuquf = Ibadah dengan melakukan tinggal di padang AROFAH, dimulai sejak Zawal/ Dzuhur sampai sebelum fajar pada hari ke 9 (Sembilan) Dzul Hijjah.

- Melempar Jumroh = Ibadah dengan melemparkan masing- masing 7 (tujuh) kerikil di 3 (tiga) Jamaroot yang telah ditentukan, yaitu ULAA – WUSTHOO – AQOBAH, dengan waktu dan cara yang telah ditentukan.

- Tahallul = Yaitu tanda paripurna nya seluruh rangkaian ibadah haji/ umroh, ditandai dengan menggunting/ mencukur rambut.

- Mabit = Ibadah dengan melakukan pemberhentian sejenak pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.

- DAM = Suatu denda pada saat melakasanakan ibadah haji karena melakukan suatu perbuatan tertentu yang mewajibkan dibayarnya denda itu.

- Idhthibaa’ = Menyelempangkan kain ihrom (potongan bagian atas) melalui bagian bawah ketiak tangan kanan, dan menaruh ujungnya diatas pundak tangan kiri.

- Saroowiil = Celana, pakaian berjahit – tak boleh dipakai saat Ihrom kecuali tak ada pakaian lain.

- Iizaar = Sepotong kain tak berjahit yang dipakai untuk menutup bagian pusar kebawah.

- Roml = lari- lari kecil saat melakukan thowaf.

- Multazam = tempat antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad, suatu tempat yang dijanjikan mustajab untuk berdo’a.

- Syadzarwan = Semacam trotoar yang mengelilingi seluruh dinding Ka’bah.





Mulai halaman setelah halaman ini dst adalah do’a- do’a Ma’tsuurot yang berkenaan dengan pelaksanaan Ibadah Haji.

1 komentar:

  1. mau tanya kalau bikin replika kabah dimana ya?
    hub: 02292182880
    Trims

    BalasHapus