MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Minggu, 10 Juni 2012

KHITAN - MENCEGAH KANKER PROSTAT, KANKER RAHIM DAN KANKER PENIS


Ada banyak hal yang dapat dilakukan dalam kehidupan dewasa ini untuk menurunkan risiko terkena berbagai jenis kanker. Misalnya jika ingin terhindar dari kanker paru-paru, maka jangan merokok. Jika ingin menurunkan risiko kanker kulit, maka tetap melindungi kulit dari sengatan sinar matahari atau menggunakan tabir surya yang tepat.

Sebuah studi baru yang telah dipublikasikan di jurnal Cancer edisi 12 Maret 2012 menunjukkan bahwa, setidaknya satu keputusan orangtua dapat menurunkan risiko untuk jenis kanker tertentu. Para peneliti di University of Washington School of Medicine dan Fred Hutchinson Cancer Research Center melihat hubungan antara sunatan/ khitan dan prevalensi kanker prostat.


"Sunat/ khitan sebelum hubungan seksual pertama dikaitkan dengan penurunan sekitar 15 persen pada risiko relatif kanker prostat. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk membentuk hubungan sebab dan akibat. Karena kanker prostat merupakan kanker dengan risiko dan penyebab yang multifaktoral," kata para peneliti seperti dilansir dari CNNHealthNews, Selasa (13/3/2012).

Telah lama diketahui bahwa, pria yang tidak disunat lebih rentan untuk tertular infeksi menular seksual. Perolehan suatu infeksi menular seksual (PMS) diduga berhubungan dengan lapisan tipis mucosa keratin ringan dari kulup (prepuce) bagian dalam pada alat kelamin pria.

Pada jaringan tersebut terdapat sumber air mata kecil yang memungkinkan akses potensi patogen ke dalam aliran darah. Selanjutnya, lingkungan lembab di bawah kulit preputial dapat membantu patogen bertahan untuk waktu yang lama sebelum infeksi berlangsung. Khitan dapat menghilangkan lapisan yang memungkinkan risiko infeksi tersebut.

Infeksi dilaporkan menyebabkan hampir 20 persen kanker di seluruh dunia. Proses tersebut dapat secara langsung oleh infeksi, atau tidak langsung melalui peradangan. Beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti gonorhoe, Chlamydia, HPV dan HIV telah ditemukan dalam prostat.

Peserta dalam penelitian tersebut telah ditanyai mengenai riwayat kesehatan keluarga, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Selain itu, juga ditanyai mengenai riwayat skrining PSA, yang dapat menyebabkan overdiagnosa pada kondisi tersebut. Para peserta penelitian juga diminta untuk melaporkan status sunat, jumlah pasangan seksual, dan riwayat PMS.

Riwayat sunat dilaporkan pada sekitar 68,8 persen kasus dan sekitar 71,5 persen dari kelompok kontrol. Pria Kaukasia lebih umum dilaporkan telah melakukan sunat, yaitu sekitar 69 persen dibandingkan pria Amerika dan Afrika, yaitu sekitar 43 persen. Sekitar 91 persen yang melaporkan telah melakukan sunat, prosedur khitan tersebut dilakukan segera setelah lahir.

Penelitian juga pernah dilakukan WHO di Madras, India pada tahun 1982- 1990. Di Madras, dimana prevalensi penyakit kanker serviks/ kanker rahim (Cervical Cancer) dan kanker penis (Carcinoma Penis) sangat tinggi, dimana populasi demografi mereka adalah 60% muslim (bersunat), 30% Hindu (tak bersunat) dan 10% agama lainnya (tak bersunat). Dari 5000 kasus kanker serviks dan 300 kasus kanker penis, ternyata kebanyakan diderita oleh mereka yang tak bersunat dan wanita- wanita yang suaminya tak bersunat.Sedangkan pada kaum muslimah dengan suami bersunat, ditemukan jumlah penderita kanker servik mereka sangat rendah. Sedangkan penyakit carcinoma penis 100% diderita oleh mereka yang tidak bersunat, sedangkan pada kaum muslimin yang bersunat prevalensinya nol alias tidak tampak ada datanya yang muncul saat pengamatan. Sehingga dalam kasus ini tampak sangat nyata adanya korelasi antara terjadinya kanker serviks dan kanker penis dengan mereka- mereka yang tidak bersunat dan para wanita yang memiliki pasangan/ suami yang tidak bersunat. (Galalakshmi & Shanta 1993). Sehingga WHO mengeluarkan deklarasi bahwa Khitan atau Sunatan adalah termasuk tindakan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan.Lihat: http://www.circinfo.net/cervical_cancer_in_female_partners_of_uncircumcised_men.html

Adelia Ratnadita - detikHealth dengan beberapa penambahan dari sumber lain oleh admin.
Tulisan- tulisan disini amat bermanfaat, yaitu pada:
http://health.detik.com/read/2012/03/13/130105/1865765/763/cara-menurunkan-risiko-kanker-prostat-adalah-sunat

(del/ir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar