MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Jumat, 25 Mei 2012

SHOLAT SUBUH, PENANDA KEJAYAAN UMAT ISLAM

Shalat Subuh, Ujian Terberat

Allah berfirman:

ﺃﻗﻡ ﺍﻟﺼﻟﻮﺓ ﻟﺪﻟﻮﻚ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺇﻟﻰ ﻏﺴﻖ ﺍﻟﻟﻴﻞ ﻭﻗﺭﺁﻦ ﺍﻟﻔﺠﺭ ﺇﻦ ﻗﺭﺁﻦ ﺍﻟﻔﺠﺭ ﻜﺎﻦ ﻤﺸﻬﻭﺪﺍ﴿ﺍﻹﺴﺭﺍﺀ ۷۸

" Tegakkanlah shalat diwaktu tergelincirnya matahari sampai ke waktu gelapnya malam serta shalat fajar/ subuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu itu dipersaksikan (oleh para malaikat)". Surat Al- Isro' 78.



Inilah ujian yang sesungguhnya. Ujian yang sangat sulit, namun bukan satu hal yang mustahil. Nilai tertinggi dalam ujian ini bagi seorang laki-laki adalah shalat Shubuh secara rutin berjamaah di masjid. Sedangkan bagi wanita, shalat Shubuh tepat pada waktunya di rumah. Setiap orang dianggap gagal dalam ujian penting ini, manakala mereka shalat tidak tepat waktu, atau malas sholat Shubuh berjama'ah, bukan karena ketiduran karena kelewat lelah sesuai yang telah ditetapkan Allah swt.

Sikap manusia dalam menunaikan shalat wajib cukup beragam. Ada yang mengerjakan sebagian shalatnya di masjid, namun meninggalkan sebagian yang lain. Ada pula yang melaksanakan shalat sebelum habis waktunya, namun dikerjakan di rumah. Dan, Ada pula sebagian orang yang mengerjakan shalat ketika hampir habis batas waktunya (dengan tergesa-gesa). Yang terbaik di antara mereka tentu saja adalah yang mengerjakan shalat wajib secara berjamaah di mushala/masjid pada awal waktu.

Rasulullah saw. telah membuat klasifikasi yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk membedakan antara orang mukmin dengan orang munafik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., IA berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda: ” Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ Dan shalat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Apabila Rasulullah saw. meragukan keimanan seseorang, beliau akan menelitinya pada saat shalat Shubuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi shalat Shubuh (di masjid), maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.

Di balik pelaksanaan dua raka'at di ambang fajar ini, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Shubuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Rasulullah saw. sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu.

Pernah suatu hari, mereka terlambat salat Shubuh dalam penaklulkan benteng Tastar. ‘Kejadian’ ini membuat seorang sahabat, Anas bin Malik selalu menangis bila mengingatnya. Yang menarik, ternyata Shubuh juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas azab Allah swt. pada waktu Subuh.

Seorang tokoh Zionis pernah menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam, kecuali pada satu hal, yaitu bila jumlah jamaah shalat Shubuh mencapai jumlah jamaah salat Jumat. Memang, tanpa salat Shubuh, umat Islam tidak lagi berwibawa, dan mesjid- mesjid mereka bagaikan kuburan. Keadaan inilah yang dikhawatirkan dan di NUBUAT kan Rasululloh:

يأتي على أمتي زمان يتباهون بالمساجد ثم لا يعمرونها إلا قليلا- رواه ابن خزيمة عن انس

“Akan datang suatu masa pada umatku, mereka bermegah- megahan dalam membangun mesjid, dan mereka tidak memakmurkannya kecuali sedikit”. Hadist riwayat Ibnu Khuzaimah dari Sahabat Anas.
Maka tak selayaknya kaum muslimin mengharapkan kemuliaan, kehormatan, dan kejayaan, bila mereka tidak memperhatikan shalat ini dan lalai dalam memakmurkan mesjid..

Bagaimana orang-orang muslim tidur di waktu Shubuh, lalu dia berdoa pada waktu Dhuha atau waktu Zhuhur atau waktu sore hari (Ashar), memohon kemenangan, keteguhan dan kejayaan di muka bumi. Bagaimana mungkin?

Sesungguhnya agama ini tidak akan mendapatkan kemenangan, kecuali telah terpenuhi semua syarat-syaratnya. Yaitu dengan melaksanakan ibadah, konsekuen dengan akidah, berakhlak mulia, mengikuti ajaran-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, dan tidak sedikit pun meninggalkannya, baik yang sepele apalagi yang sangat penting sebagaimana jama'ah shalat Shubuh.

Subhanallah! Allah swt. akan mengubah apa yang terjadi di muka bumi ini dari kegelapan menjadi keadilan, dari kerusakan menuju kebaikan. Semua itu terjadi pada waktu yang mulia, ialah waktu Shubuh. Berhati-hatilah, jangan sampai tertidur pada saat yang mulia ini. Allah swt akan memberikan jaminan kepada orang yang menjaga shalat Shubuhnya, yaitu terbebas dari siksa neraka jahanam. Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah r.a., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk neraka, orang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari.” (HR. Muslim).

Shalat Shubuh merupakan hadiah dan karunia dari Allah swt, ia tidak diberikan, kecuali kepada para kekasihnya, yakni orang-orang yang taat lagi bertaubat. Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan mampu bangun untuk shalat Shubuh? Hati yang tertutup dosa, bagaimana mungkin akan terpengaruh oleh ayat- ayat dan hadist-hadist yang berbicara tentang keutamaan salat Subuh?

Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat Shubuh berjamaah di masjid. Sekiranya mereka mengetahui kebaikan yang ada di dalamnya, niscaya mereka akan pergi ke masjid, bagaimanapun kondisinya, seperti sabda Rasulullah saw.: ”(Seandainya mereka tahu pahala shalat Shubuh berjama'ah) - maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.”

Coba kita bayangkan ketika ada seorang laki-laki yang tidak mampu berjalan, tidak ada orang yang membantu memapahnya. Dalam kondisi yang sedemikian rupa, ia bersikeras mendatangi masjid dengan merangkak dan merayap di atas tanah untuk mendapatkan kebaikan yang terkandung dalam shalat Shubuh secara berjamaah. Sekiranya kita saksikan ada orang yang meninggalkan shalat Shubuh berjamaah di masjid (dengan sengaja), maka kita akan mengetahui betapa besar sesungguhnya musibah dan kerugian yang telah menimpanya.

Tentu saja, tulisan ini bukan untuk menuduh orang-orang yang tidak menegakkan shalat Subuh di masjid dengan sebutan munafik. Allah swt Maha Tahu akan kondisi setiap muslim. Namun, sebaiknya hal ini dapat dijadikan sebagai bahan muhasabah/ self koreksi serta perbaikan bagi setiap individu (kita), juga untuk orang-orang yang kita cintai, anak-anak, serta sahabat-sahabat kita. Sudahkah kita shalat Shubuh berjamaah di masjid/musalla secara istiqomah?

Jika seseorang meninggalkan shalat Shubuh dengan sengaja, maka kesengajaan tersebut adalah bukti nyata dari sifat kemunafikan dan keteledoran. Barang siapa yang pada dirinya terdapat sifat ini, maka segeralah bermuhasabah (intropeksi diri) dan bertaubat. Mengapa? Karena dikhawatirkan akhir hayat yang buruk (su’ul khatimah) akan menimpanya. Nauzubillah minzalik!

Keutamaan Shalat Shubuh

Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah:

(1) Salah satu penyebab masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).

Catatan: Makna bardain secara bahasa adalah: "kedua waktu dingin", yakni Ashar dan Shubuh.

(2) Salah satu penghalang masuk neraka

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).
” (HR. Muslim no. 634)


(3) Disaksikan para malaikat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (shubuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632), hadist ini sekaligus sebagai tafsir Surah Al- Isro' ayat 78 diatas.

(4) Berada di dalam jaminan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


من صلى صلاة الصبح فهو في ذمة الله فلا يطلبنكم الله من ذمته بشئ فإنه من يطلبه من ذمته بشئ يدركه ثم يكبه على وجهه في نار جهنم- رواه مسلم عن جندب بن عبدالله

“Barangsiapa yang shalat Shubuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)


(5) Dihitung seperti shalat semalam penuh


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)


Dari Buku Misteri Shalat Subuh karya Dr. Raghib As-Sinjani dan beberapa sumber yang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar