MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Rabu, 15 Mei 2013

KAFIR KITABI. SIAPAKAH MEREKA?

Yang dimaksud kafir Kitabi adalah orang Yahudi dan Nashroni yang semula berasal keturunan asli dari Bani Israil. Adapun Yahudi dan Nasroni dari bangsa Arab adalah tidak termasuk Ahlul Kitab (kafir kitabi) karena mereka bukan asal keturunan dari Bani Israil. Apalagi Yahudi dan Nashroni bangsa-bangsa lain selain bangsa Arab, jelas bukan kafir Kitabi yang dimaksud di dalam Al- Qur'an.


Al IMAM MUHAMMAD BIN IDRIS AS SYAFI’I dalam kitab AL UMM jus ke V/ 7 mengatakan:

أَخْبَرَنَا عَبْدُاْلمَجِيْدِ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ عَطَاءُ لَيْسَ نَصَارَى اْلعَرَبِ بِأَهْلِ كِتَابٍ إِنَّمَاإَهْلُ اْلكِتَابِ بِنُو ِإِسْرَئِيْلَ وَالَّذِيْنَ جَاءَ تْهُمُ التَّوْرَاةُ وَاْلِأنْجِيْلُ فَأَمَّا مَنْ دَخَلَ فِيْهِمْ مِنَ النَّاسِ فَلَيْسُوْا مِنْهُمْ (ألام : 5/7).

Telah memberitahu kepada kami Abdul Majid dari Juraij, ia Berkata: Telah berkata Imam ‘Atha’: “Tidaklah orang-orang Nasroni dari bangsa Arab itu tergolong Ahli Kitab, hanya saja Ahli Kitab itu adalah keturunan Bani Israil, dan mereka yang didatangkan pada mereka Taurat dan Injil. Maka adapun orang yang masuk ke dalam agama mereka bukanlah termasuk dari Ahli Kitab”

Al Ustadz Al ‘Allamah Asy Syaikhul Muhaqqiqin, Thohir bin Sholih Al Jazairi dalam kitabnya,Al Jawahirul Kalamiyah fiddla-hil Aqidatil Islamiyah: 18–20 mengata-kan sebagai berikut:

إِعْتِقَادُاْلعُلَمَاءِ الَأعْلَامِ أَنَّ التَّوْرَاةَ اْلمَوْجُوْدَةَ اْلآن قَدْ لَحِقَهَا التَّعْرِيْفُ وَمِماَّ يَدُلُّ عَلىَ ذَلِكَ أَنَّهُ لَيْسَ فِيْهَا ذِكْر ُاْلجَنَّةِ وَالنَّارِ وَحَالِ اْلبَعْثِ وَالْحَشْرِ وَالْجَزَاءِ مَعَ أَنَّ ذَلِكَ أَهَمُّ مَايُذْكَرُ فِى كُتُبِ الِألَهِيَّةِ , وَمِمَّا يَدُلُّ أَيْضًا عَلَى كَوْنِهَا مُحَرَّفْةً ذِكْرُوَفَاةِ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامْ فِيْهَا فِى اْلبَابِ الأخِيْرِمِنْهَا وَاْلحَالُ أَنَّهُ هُوَالَّذِىْ أُنْزَلَتْ عَلَيْهِ (جواهر الكلا مية : 18-20).

Keyakinan para ulama terkemuka bahwa Taurat yang ada sekarang ini sesungguhnya telah terdapat padanya perubahan- perubahan. Sebagian daripada yang menunjukkan atas adanya perubahan itu bahwa didalam kitab- kitab tersebut tidak ada dikatakan sebutan tentang sorga, neraka, hari ba’ats, mahsyar dan hari pembalasan. Padahal soal-soal tersebut adalah termasuk perkara yang amat penting dalam kitab-kitab Ketuhanan (Kutubul Ilahiyah). Dan sebagian lagi yang menunjukkan  adanya perubahan pula, ialah ada kisah tentang wafatnya Nabiyullah Musa as. pada bab akhir dari padanya, padahal beliau itulah yang diturunkan Taurat kepadanya.
Selanjutnya beliau mengatakan:

إ إِعْتِقَادُ اْلعُلَمَاءِ الَأعْلَامِ أَنَّ اْلِأنْجِيْلَ اْلمُتَدَاوِلَ اْلآنَ لَهُ أَرْبَعُ نُسَخٍ أَلَّفَهَا أَرْبَعَةٌ بَعْضُهُمْ لمَ ْيَرَ اْلمَسِيْحَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَصْلًاوَهُمْ: مَتَّى وَمَرْقَصُ وَلُوْقَا وَيُوْحَنَا. وَإِنْجِيْلُ كُلٍّ مِنْ هَؤُلَاءِ مُتَناَقِصٌ لِلْآخِرِ فِى كَثِيٍْر مِنَ اْلمَطَالِبِ. وَقَدْ كَانَ لِلنَّصَارَى أَنَاجِيْلُ كَثِيْرَةٌ غَيْرَ هَذِهِ اْلَارْبَعَةِ لَكِنْ بَعْدَ رَفْعِ سَيٍّدِنَا عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى السَّمَاءِ بِأَكْثَرَمِنْ مَائَتَىْ سَنَةٍ عَوَّلُوْا عَلَى إِلْغَائِهَا مَا عَدَا هَذِهِ اْلأَرْبَعَةَ تَحَلُّصًا مِنْ كَثْرَةِ التَّنَاقُسِ وَتَمَلُّصًا مِنْ وَفْرَةِ التَّضَادِّ وَالتَّعَارُضِ (جواهر الكلا مية : 18-20).

“Kepercayaan para ulama terkemuka, bahwa Injil yang beredar sekarang ini, adalah empat naskah yang dikarang oleh empat orang, yang sebagian dari mereka belum pernah melihat Almasih as. sama sekali. Mereka itu adalah Mattius, Markus, Lukas dan Johannus, dan Injil tiap-tiap orang dari me-reka itu bertentangan antara yang satu dengan lainnya pada kebanyakan dari pasal- pasalnya. Sesu-ngguhnya bagi Nashoro itu masih banyak kitab selain yang empat ini, tetapi setelah lebih dua ratus tahun sejak diangkatnya Sayyidina ‘Isa as. ke langit, mereka membuat suatu keputusan (konsil) untuk menghapuskan semua itu, terkecuali empat buah kitab ini saja untuk membebaskan diri dari banyaknya berlawanan satu sama lain dan pertentangan.” (Atau ada kemungkinan yang dimaksud Ahlul Kitab adalah kaum Arianis/ Arianisme yang theologinya sangat dekat dengan Islam yang dahulu pada abad ke 4 dominan di Mediterania. Mungkin saat Rasulullah hidup, kelompok ini yang banyak dijumpai Rasulullah, dan oleh beliau disebut sebagai Ahlul Kitab. Kelompok ini sekarang musnah setelah konsili Nicea, dan kemudian di genocida oleh kaisar Konstantin dan kitab- kitabnya pun turut dibakar dan dimusnahkan (KHD), Lihat pada:http://id.wikipedia.org/wiki/Arianisme )
Memperhatikan uraian para ulama di atas, maka berarti orang-orang Nasroni dan Yahudi keturunan ajam (asing non Israel), atau orang- orang Yahudi Nashrony sekarang adalah bukan Nashroni dan Yahudi asli, sehingga mereka tidak tergolong dalam kafir kitabi (Ahlul Kitab) tetapi termasuk dalam kafir musyrik (orang kafir yang menyekutukan Tuhan). Oleh sebab itu binatang halal yang secara jelas disembelih oleh orang kafir musyrik, hukumnya binatang itu tidak halal. Demikian juga para wanitanya haram untuk dinikahi.

(Tag: Fikih)

Oleh: K.H.Syadlirin Amin- Penjelasan tentang Kitab Tadzkiyyah oleh: K.H.A.Rifa'i.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar