MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Rabu, 04 April 2012

SEPULUH JURUS WASIYAT RASULULLOH UNTUK MENGUSIR BISIKAN SETAN


Kita sering merasa berat dan malas ketika datang suatu kewajiban yang harus kita lakukan atau perbuatan baik yang harus kita amalkan. Sebaliknya sering pula kita begitu mudah tergiur ajakan teman untuk beramai- ramai melakukan kemungkaran. Itu semuanya sebenarnya karena benteng kita terlalu rapuh menghadapi siasat setan. Setelah mengumpulkan beberapa ayat dan hadist serta kalam para ulama, sedikitbya ada sepuluh WASIAT RASULULLOH untuk mengusir rayuan gombal setan, sepuluh wasiat Rosululloh tentang bagaimana dan kiat-kiat apa untu mengusir bisikan iblis, setan, jin dan manusia dan para begundalnya yang menyebabkan kita terasa berat ketika akan mengerjakan amal ta’at dan terasa ringan melakukan maksiyat. Berikut ini sepuluh wasiyat tersebut, semoga setelah membacanya benteng iman kita menjadi lebih teguh:



Pertama, Jika dia membisikkan: “Anakmu akan…”. Jawablah: “Semua akan mati, dan anakku akan ke surga, aku malah senang.” (karena sudah banyak ahli ibadah yang menduakan kecintaannya kepada Alloh setelah ia dikaruniai anak. Apalagi yang bukan ahli ibadah pen.)

Kedua, Jika dia membisikkan: “Hartamu akan musnah…” Jawablah: “Tak apalah, pertanggung-jawabanku menjadi ringan.” (inilah jawaban orang yang tidak hubbuddunnya, sehingga ia akan mudah mengerjakan ibadah karena waktunya tidak ia gunakan hanya untuk menumpuk-numpuk kakayaan pen.)

Ketiga, Jika dia membisikkan: “Orang-orang menzalimi dirimu, padahal kamu tidak zalim…” Jawablah: “Siksa Allah akan menimpa orang-orang zalim dan tidak mengenai orang-orang yang baik.” (merupakan tanda kepasrahan dan tidak pendendam, karena sifat dendam hanya akan membawa pada kebinasaan pen.)

Keempat, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kebaikanmu…” Jawablah: “Kejelekanku lebih banyak.” ( untuk menghindari sifat riya’ ujub dan takabur, kare ketiganya lah yang membuat ibadah tidak ada nilainya dihadapan Tuhan pen.)

Kelima, Jika dia membisikkan: “Alangkah banyak shalatmu…” Jawablah: “Kelalaianku lebih banyak dari pada shalatku.” (Lalai tidak mengingat, bahwa Allah senantiasa mengawasi dirinya pen.)

Keenam, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang…” Jawablah: “Apa yang aku terima Allah jauh lebih banyak dari yang aku sedekahkan.” (sebagai tanda mensyukuri nikmat pen.)

Ketujuh, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak orang yang menzalimu…” Jawablah: “Orang-orang yang aku zalimi lebih banyak.” (menandakan bahwa manusia tidak pernah luput dari dosa haqqul adam pen.)

Kedelapan, Jika dia membisikkan: “Betapa banyak amalmu…” Jawablah: “Betapa sering aku bermaksiat.” (merupakan sikap yang tawadlu’ yang tidak suka membangga-banggakan amal pen.)

Kesembilan, Jika dia membisikkan: “Minumlah minuman-minuman keras…” Jawablah: “Aku tidak akan mengerjakan maksiat.” (merupakan benteng mempertahankan keimanan pen.)

Kesepuluh, Jika dia membisikkan: “Mengapa kamu tidak mencintai dunia…?” Jawablah: “Aku tidak mencintainya karena telah banyak orang lain yang tertipu olehnya.” (ingatlah mereka yang sudah di alam barzakh sedang merapi penyesalan yang sudah tidak mungkin ia perbaiki pen.)



Renungan:

Saudaraku, sampai kapankah kamu menunda-nunda amalan? Sampai kapankah kamu menambahkan impian? Sampai kapankah kamu terperdaya oleh kesempatan yang diberikan? Dan sampai kapankah kamu tidak mengingat datangnya kematian? Semua hasil usaha kamu hanyalah untuk tanah, apa yang dibangun semua akan hancur, segala yang kamu kumpulkan akan pergi, dan seluruh amalan kamu tertulis dalam satu kitab yang disiapkan untuk hari perhitungan.

Saudaraku, berapa hari kah yang telah engkau habiskan untuk mengulang-ulangi kata “nanti”, betapa banyak waktu yang kau sia-siakan dengan melalaikan kewajibanmu, dan betapa banyak telinga yang sempurna pendengarannya tapi tidak dapat digetarkan oleh peringatan dan ancaman.

Saudaraku, jika Tuhanmu mengusirmu dari hadapan-Nya, maka kemanakah engkau akan kembali dan jalan manakah yang akan engkau tempuh, serta arah mana yang akan engkau tuju? Berbaktilah kepada Tuhanmu. Mudah-mudahan hal itu akan membuahkan hasil bagimu untuk kembali.

Saudaraku, perjalanan itu telah ditetapkan untuk kita. Tahun-tahun yang dilalui adalah tempat-tempat persinggahan, bulan-bulan adalah fase-fasenya, hari-hari adalah jaraknya, dan napas adalah langkah-langkahnya, maksiat sebagai penyamun, keberuntungan adalah surga dan kerugian adalah neraka.

Kita diciptakan melalui enam masa perjalanan sebelum mencapai tempat kedamaian.yakni:

Pertama, perjalanan dari tanah menuju air mani.

Kedua, dari tulang sulbi menuju rahim.

Ketiga, dari rahim ke atas dunia.

Keempat, dari permukaan bumi ke liang kubur.

Kelima, dari kubur ke tempat hisab (perhitungan).

Keenam, perjalanan dari tempat hisab menuju ke tempat tinggal abadi (neraka atau surga). Saat ini kita telah menyelesaikan setengah perjalanan namun yang tersisa jauh lebih sulit dibanding perjalanan sebelumnya. (“Lautan Air Mata”/Ibnul Jauzy)(sumber: tanbihun)

Ahmad Faried, dengan sedikit perubahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar