MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Selasa, 13 Agustus 2013

BANGKRUT

BANGKRUT
Oleh: Ibn Khasbullah


Sahabat Utsman bin Affan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi 4 perampas didalam kehidupan dunia dan akheratnya. Terhadap 3 Perampas yang pertama manusia tak akan mampu membela diri dan suka atau tidak suka dia harus menyerah, sedangkan pada  perampas yang terakhir, seseorang dapat melawan dan justru harus melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan daya..
  1. Perampas pertama adalah  IZRAIL  yang merampas nyawa  setiap jiwa, baik mau atau tidak mau, siap ataupun tidak siap. Segagah perkasapun sesesorang, akhirnya ia harus merelakan nyawanya dirampas oleh sang  Malakul  Maut.
  2. Perampas yang kedua adalah CACING TANAH yang merampas dan menggerogoti setiap jazad yang dikuburkan. Maka seseorang yang semasa hidupnya tampan dan ayu, saat itu ia harus menyerah kalah ketampanan dan kecantikannya dinikmati dan menjadi rebutan sang cacing tanah.
  3. Perampas yang ketiga  adalah AHLI WARIS yang akan merampas dan menikmati dengan paksa kekayaan seseorang ketika sudah maut. Bahkan istrinya yang cantik ataupun suaminya yang tampan yang semasa hidupnya sangan dicinta dan dipuja, dengan sangat terpaksa mau tak mau harus dilepaskan  untuk kemudian menjadi istri atau suami orang lain.
  4. Perampas yang keempat adalah orang- orang yang TER-DZOLIMI/ TER- ANIAYA. Maka ketika seseorang meninggal  dengan membawa amal sekaligus perbuatan aniaya sebelum minta maaf ketika hidup, maka pahala yang ia bawa semasa hidup akan dirampas dan diberikan kepada mereka yang teraniaya tersebut.
Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadist SOHIH berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتدرون من المفلس ؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع – قال: المفلس فينا من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة – ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وضرب هذا وسفك دم هذا – فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته – فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه أخذت خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار – رواه مسلم

Rasululloh bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian siapa orang bangkrut itu?” para sahabatnya menjawab: “Orang yang bangkrut itu menurut kami adalah seseorang yang sudah tidak memiliki harta benda lagi” Rasululloh menjelaskan: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah seseorang yang datang dihari kiamat dengan membawa  pahala sholatnya, pahala puasanya dan pahala zakatnya, Namun ia juga membawa dosa penganiayaan karena ia telah mencerca seseorang – menuduh seseorang tanpa bukti – memakan harta orang lain tanpa hak – memukul seseorang dan membunuh seseorang. (Maka ketika dalam pengadilan akherat  ia dituntut balik oleh orang- orang yang  ter-aniaya, dan Allah memutuskan merampas pahala  amal- amalnya sebagai kompensasi), maka seseorang yang teraniaya diberikan kompensasi dari pahalanya, dan orang lain pun mendapatkan kompensasi dari pahalanya. Maka (ketika penuntut terlalu banyak sehingga ) seluruh pahala amaliyah ludes, maka Allah mengambil  dosa- dosa orang- orang yang ter- aniaya, maka dosa- dosa itupun dilemparkan kewajahnya dan akhirnya si tukang amaliyah itu dilemparkan keneraka”. Hadist Riwayat Imam Muslim. Lihat Dalilul Falihin Lithuruqi Riyadhis Sholihin Bab Larangan Berbuat Dzolim.
Maka melalui hadist ini menjadi jelas bagi kita bahwa  seorang  muslim tidak cukup hanya memiliki KESHALEHAN RITUAL, yakni kedekatannya dengan Sang Maha Pencipta dengan banyak melakukan banyak ibadah. Ia juga harus memiliki KESHALEHAN SOSIAL, yakni hubungan baiknya dengan sesama. Dalam bahasa lain yang lebih umum dan lebih dikenal: seorang yang muttaqiin itu haruslah  yang memiliki hubungan yang baik dengan Alloh dan dengan sesama manusia…(HABLUM MINALLOOH – WA HABLUM MINANNAAS......Surat Ali Imron 112)….
Semoga kita dapat menjaga diri kita dari jenis perampas jenis keempat tersebut diatas, dan semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang- orang yang BANGKRUT  ketika menghadapi Hari Hisab nanti. Amien.
Karawang, Nuzulul Qur’an 1433 H  Qubailas Subh.

InsyaAlloh artikel ini akan selalu muncul di setiap bulan Syawal.

S

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar