MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Senin, 06 Agustus 2012

AWAS BANGKRUT !!!

Oleh: H.KHAERUDDIN Khasbullah.

Sahabat Utsman bin Affan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi 4 perampas didalam kehidupan dunia dan akheratnya. Terhadap 3 Perampas yang pertama manusia tak akan mampu membela diri dan suka atau tidak suka dia harus menyerah, sedangkan pada perampas yang terakhir, seseorang dapat melawan dan justru harus melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan daya..

Perampas pertama adalah IZRAIL yang merampas nyawa setiap jiwa, baik mau atau tidak mau, siap ataupun tidak siap. Segagah perkasapun sesesorang, akhirnya ia harus merelakan nyawanya dirampas oleh sang Malakul Maut.

Perampas yang kedua adalah CACING TANAH yang merampas dan menggerogoti setiap jazad yang dikuburkan. Maka seseorang yang semasa hidupnya tampan dan ayu, saat itu ia harus menyerah kalah ketampanan dan kecantikannya dinikmati dan menjadi rebutan sang cacing tanah.

Perampas yang ketiga adalah AHLI WARIS yang akan merampas dan menikmati dengan paksa kekayaan seseorang ketika sudah maut. Bahkan istrinya yang cantik ataupun suaminya yang tampan yang semasa hidupnya sangan dicinta dan dipuja, dengan sangat terpaksa mau tak mau harus dilepaskan untuk kemudian menjadi istri atau suami orang lain.

Perampas yang keempat adalah orang- orang yang TER-DZOLIMI/ TER- ANIAYA. Maka ketika seseorang meninggal dengan membawa amal sekaligus perbuatan aniaya sebelum minta maaf ketika hidup, maka pahala yang ia bawa semasa hidup akan dirampas dan diberikan kepada mereka yang ter aniaya tersebut.
Sebagaimana yang dinayatakan dalam hadist berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتدرون من المفلس ؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع – قال: المفلس فينا من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة – ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وضرب هذا وسفك دم هذا – فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته – فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه أخذت خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار - رواه مسلم
Rasululloh bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian siapa orang bangkrut itu?” para sahabatnya menjawab: “Orang yang bangkrut itu menurut kami adalah seseorang yang sudah tidak memiliki harta benda lagi” Rasululloh menjelaskan: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah seseorang yang datang dihari kiamat dengan membawa pahala sholatnya, pahala puasanya dan pahala zakatnya, Namun ia juga membawa dosa penganiayaan karena ia telah mencerca seseorang - menuduh seseorang tanpa bukti - memakan harta orang lain tanpa hak - memukul seseorang dan membunuh seseorang. (Maka ketika dalam pengadilan akherat ia dituntut balik oleh orang- orang yang ter-aniaya, dan Allah memutuskan merampas pahala amal- amalnya sebagai kompensasi), maka seseorang yang teraniaya diberikan kompensasi dari pahalanya, dan orang lain pun mendapatkan kompensasi dari pahalanya. Maka (ketika penuntut terlalu banyak sehingga ) seluruh pahala amaliyah ludes, maka Allah mengambil dosa- dosa orang- orang yang ter- aniaya, maka dosa- dosa itupun dilemparkan kewajahnya dan akhirnya si tukang amaliyah itu dilemparkan keneraka”. Hadist Riwayat Imam Muslim. Lihat Dalilul Falihin Lithuruqi Riyadhis Sholihin Bab Larangan Berbuat Dzolim.

Maka melalui hadist ini menjadi jelas bagi kita bahwa seorang muslim tidak cukup hanya memiliki KESALEHAN RITUAL. Ia juga harus memiliki KESALEHAN SOSIAL. Dalam bahasa lain yang lebih umum dan dikenal: seorang yang muttaqiin itu haruslah yang memiliki hubungan yang baik dengan Alloh dan dengan sesama manusia…(HABLUM MINALLOOH – WA HABLUM MINANNAAS)….

Semoga kita dapat menjaga diri kita dari jenis perampas keempat ini, dan semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang- orang yang BANGKRUT ketika menghadapi hisab nanti. Amien.

Karawang, Nuzulul Qur’an 1433 Qubailas Subh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar