MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Minggu, 22 Juli 2012

SEPUTAR MASALAH PUASA RAMADHAN

Oleh Majlis Guru Yayasan MIT Al- Khairiyyah

Daftar pertanyaan:

I. Seputar masalah Puasa

1. Menentukan awal romadhon
2. Rukyat saat bulan masih dibawah ufuk
3. Puasa lupa niat tapi sahur
4. Niat satu kali untuk satu bulan puasa. Bolehkah?
5. Mimpi basah keluar sperma, apakah membatalkan puasa?
6. Belum mandi janabat tapi sudah masuk waktu Subuh. Puasakah?
7. Bagaimana kalau mandinya sengaja setelah Subuh?
8. Suntik tidak membatalkan puasa

9. Minum saat IMSAK, apakah masih boleh?
10. Puasa “Patigeni”, bolehkah?
11. Tarawih 11 atau 23 raka’at?
12. Niat puasa: …RomadhoNA atau romadhoNI?
13. Ibadah dimalam NISFU SYA’BAN.
14. Setelah Tarowih langsung witir. BOLEHKAH SOLAT TAHAJJUD SAAT SAHUR?
15. Suami istri berhubungan intim. Padahal masih puasa dibulan Romadhon. Siapakah yang kena sanksi KAFARAT? Sang suami saja atau kedua- duanya?
16. Sholat Ied, dilapangan atau di Mesjid?
17. Wanita hamil/ atau menyusui, bagaimana qodhonya?
18. Meninggal masih punya Qodho puasa. Keluarganya bolehkah membayar qodho untuknya?

II. Seputar Masalah Zakat/ Zakat Fitrah / Shodaqoh.

19. Ada seorang karyawan pensiun dan dapat pesangon yang cukup besar. Apakah wajib dikeluarkan zakatnya?
20. Bila seseorang memiliki harta banyak tapi masih dipegang/ dipinjam orang. Apakah ia harus mengeluarkan zakat dari uang yang masih ditangan orang?
21. Zakat profesi. Berapa nishobnya? kapan harus dikeluarkan?
22. Bolehkah membayarkan zakat kepada orang tua atau anak sendiri yang miskin?


JAWABAN- JAWABAN MASALAH SEPUTAR PUASA

(1) Tanya:

Dalam pandangan Madzhab Syafi’I, dalam hal menentukan AWAL ROMADHON, AWAL SYAWAL dan AWAL DZUL HIJJAH, manakah yang diutamakan: Hasil hitungan para Ulama’ Falak/ Astronomer, ataukah Penetapan Pemerintah?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Kita harus mengikuti PENETAPAN PEMERINTAH/ QODHI.
Adapun hitungan para Ulama’ Falak/Ahli- ahli Astronomy, itu hanya dipakai sebagai acuan dan referensi belaka.
Namun bagi para Ahli Astronomy sendiri, mereka boleh berpuasa (dan berbuka) atas dasar hasil perhitungan mereka.
Demikian pula anggota masyarakat yang yakin akan ketepatan hitungan mereka, boleh untuk mengikuti ketetapan mereka.

Dasar dalil: “Al- Bajuri” Juz I/ 297, “Tanwierul Quluub” halaman 227.

ﻴﺠﺐ ﺼﻭﻡ ﺮﻤﺿﺎﻦ ﻋﻟﻰ ﺴﺑﻴﻞ ﺍﻟﻌﻤﻭﻡ ﺍﻱ ﻋﻤﻭﻡ ﺍﻟﻨﺎﺲ ﺑﺎﺴﺘﻜﻤﺎﻞ ﺍﻟﺷﻌﺑﺎﻥ ﺜﻼﺜﻴﻥ ﻴﻭﻤﺎ ﺍﻭﺜﺑﻭﺖ ﺮﺆﯿﺔ ﺍﻟﻬﻼﻞ ﻟﯿﻟﺔ ﺍﻟﺜﻼﺜﯿﻦ ﻤﻥ ﺷﻌﺑﺎﻦ ﻋﻧﺪ ﺤﺎﻛﻡ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻡ : ﺼﻭﻤﻮﺍ ﻟﺮﺆﻴﺘﻪ ﻭﺃﻔﻄﺮﻮﺍ ﻟﺮﺆﻴﺘﻪ ﻔﺈﻦ ﻏﻡ ﻋﻟﻴﻜﻡ ﻔﺎﻜﻤﻟﻭﺍ ﻋﺪﺓ ﺸﻌﺑﺎﻦ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻴﻭﻤﺎ

ﻭﻻ ﻴﺠﺐ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻗﻭﻝ ﺍﻟﻤﻧﺠﻡ ﻮﺍﻟﺤﺎﺴﺐ ﺃﻦ ﺍﻟﻟﻴﻟﺔ ﻤﻦ ﺮﻤﺿﺎﻦ . ﻮﻋﻟﻴﻬﻤﺎ ﺃﻦ ﻴﻌﻤﻼ ﺑﺤﺴﺎﺑﻬﻡ ﻮﻜﺬﺍ ﻤﻦ ﺼﺪﻗﻬﺎ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(2)
Tanya:

Kalau ada beberapa Ahli Ilmu Falak/Astronomer menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan, HILAL MASIH DIBAWAH HORISON sehingga tak mungkin di rukyat, tapi ada seorang/ beberapa saksi yang menyatakan melihat hilal. Akan diterimakah kesaksiannya dan ditetapkan (Itsbat) oleh hakim sebagai awal Romadhon?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Menurut pandangan Imam Subky, kesaksiannya tidak dapat diterima dan tidak dapat di itsbatkan sebagai telah masuknya tanggal.namun menurut qoul mu'tamad, kesaksian itu boleh diterima karena astronomy itu tidak memiliki dasar dalil syar'i, berbeda dengan ru'yat yang berdasar dalil hadist yang sohih.

Dasar dalil: “I’anatut Tholibin” I/ 216.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺑﻜﻰ ﻻ ﺘﻗﺑﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺷﻬﺎﺪﺓ ﻷﻦ ﺍﻟﺤﺴﺎﺐ ﻗﻄﻌﻲ ﻮﺍﻟﺸﻬﺎﺪﺓ ﻈﻨﻴﺔ ﻮﺍﻟﻆﻦ ﻻ ﻴﻌﺎﺮﺾ ﺍﻟﻗﻄﻊوالشهادة ظنية والظن لا يعارض القطع وأطال في بيان رد هذه الشهادة والمعتمد قبولها إذ لا عبرة بقول الحساب ( إعانة الطالبين 2\ص 216)


ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(3)
Tanya:

Seseorang akan berpuasa wajib, dia lupa niat namun malamnya SAHUR dengan tujuan agar puasa besoknya kuat. Sahkah puasanya?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Menurut Qoul Mu’tamad/ pendapat yang lebih kuat, puasa orang tersebut SAH, karena TUJUAN SAHURNYA ITU ADALAH WUJUD NYATA NIAT PUASANYA yang terbersit dalam hatinya.

Dasar dalil: “Al- Iqna’” Juz I/ 203, “Tanwirul Qulub” halaman 228:

ﻭﺍﻠﻤﻌﺘﻤﺪ ﺃﻧﻪ ﻟﻭ ﺘﺴﺤﺮ ﻠﻴﺼﻭﻡ ﺃﻭﺸﺮﺐ ﻟﺪﻔﻊ ﺍﻠﻌﻄﺶ ﻨﻬﺎﺮﺍ ﺃﻭ ﺇﻤﺗﻨﻊ ﻤﻦ ﺍﻷﻜﻞ ﺃﻭ ﺍﻠﺸﺭﺐ ﺃﻭ ﺍﻠﺠﻤﺎﻉ ﺧﻭﻒ ﻂﻠﻭﻉ ﺍﻠﻔﺠﺭ ﻜﺎﻦ ﺫﺍﻠﻚ ﻧﻴﺔ ﺇﻦ ﺨﻁﺮ ﺑﺑﺎﻠﻪ ﺍﻠﺼﻭﻡ….
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(4).
Tanya:Bolehkah niat puasa satu kali untuk puasa satu bulan?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Niat Harus Tiap-tiap Malamnya

Menurut qaul mu’tamad (pendapat yang kuat), niat puasa itu harus diniatkan pada tiap-tiap malam dibulan ramadhan. Sesuai sabda Nabi SAW :
ﻗﺎﻞ ﺭﺴﻮﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ : ﻤﻦ ﻟﻡ ﻴﺑﻴﺕ ﺍﻟﺼﻴﺎﻢ ﻗﺑﻞﺍﻟﻔﺠﺮ ﻔﻼ ﺼﻴﺎﻢ ﻟﻪ . ﺮﻭﺍﻩﺍﻟﺨﻤﺴﺔ

“Barang siapa yang tidak niat pada malam itu sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya”. (H.R. Imam yang lima).
Niat Puasa Cukup 1 Kali

Adapun pendapat yang membolehkan niat di malam awal ramadhan adalah pendapat Iman Ahmad Bin hanbal, seperti keterangan dalam kitab subulussalam II halaman 153 :
ﻗﺎﻞ ﺭﺴﻮﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ : ﻤﻦ ﻟﻡ ﻴﺑﻴﺕ ﺍﻟﺼﻴﺎﻢ ﻗﺑﻞﺍﻟﻔﺠﺮ ﻔﻼ ﺼﻴﺎﻢ ﻟﻪ . ﺮﻭﺍﻩﺍﻟﺨﻤﺴﺔ
ﻭﻟﻪ (ﺃﻱ ﻷﺤﻤﺪ) ﻗﻭﻞ ﺍﻨﻪ ﺇﺫﺍ ﻨﻭﻯ ﻤﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﺷﻬﺮ ﺘﺠﺰﺌﻪ ﻭﻘﻭﻯ ﻫﺫﺍ ﺍﻟﻗﻭﻞ ﺍﺑﻦ ﻋﻗﻴﻝ ﺑﺄﻨﻪ ﺼﻠﻰ ﺍﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ ﻗﺎﻞ : ﻟﻜﻝ ﺍﻤﺮﺉ ﻤﺎ ﻧﻭﻰ ﻮﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻧﻮﻯ ﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﺸﻬﻭﺮ ﻮﻷﻦ ﺮﻤﺿﺎﻦ ﺑﻤﻧﺯﻟﺔ ﺍﻟﻌﺑﺎﺪﺓ ﺍﻟﻭﺍﺤﺓ
وا الله اعلم


(5)
Tanya:

Bila ada seorang laki- laki sedang puasa dia BERMIMPI BASAH di siang hari dan ada bukti sperma di celananya. Batalkah puasanya?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Puasanya TIDAK BATAL, karena mimipi basah itu bukan sesuatu yang disengaja.

Dasar dalil: “I’anatut Tholibin” II/ 227:

ﻗﻭﻟﻪ ﻜﺎﻹﺤﺘﻼﻡ – ﺍﻟﻜﺎﻒ ﻟﻟﺗﻨﻅﻴﺭ – ﺃﻱ ﻜﻤﺎ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻴﻔﻄﺭ ﺑﺎﻹﺤﺗﻼﻡ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(6).
Tanya:

Berhubungan suami istri sebelum sempat mandi sudah masuk waktu subuh di bulan puasa.
Apakah mereka tetap puasa pada hari itu atau tidak?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Mereka tetap wajib puasa dan sah puasanya, karena puasa itu tidak disyaratkan SUCI (ﻄﻬﺎﺮﺓ ﻤﻦ ﺍﻠﺤﺪﺛﻴﻦ) dari janabah- haidh- nifas- wiladah sebagaimana syarat sah sholat, namun syarat sah puasa adalah SELESAI ( ﺍﻟﻧﻗﺎﺀ ) dari yang tersebut diatas, walau belum sempat mandi.

Dasar dalil:”Subulus Salam II/ halaman 165:

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻭﺍﻡ ﺴﻟﻤﺔ ﺮﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻧﻬﻤﺎ ﺃﻦ ﺍﻟﻨﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ ﻛﺎﻦ ﻴﺼﺑﺢ ﺟﻧﺑﺎ ﻤﻦ ﺠﻤﺎﻉ ﺜﻡ ﻴﻐﺘﺴﻞ ﻭﻴﺼﻭﻡ . ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻟﺑﺧﺎﺮﻱ ﻭﻤﺴﻟﻡ

ﻭﺸﺭﻮﻂ ﺻﺤﺘﻪ ( ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ) ﺃﺭﺑﻌﺔ : ﺍﻹﺴﻼﻡ ﻮﺍﻟﺘﻤﻴﻴﺯ ﻮﺍﻟﻧﻗﺎﺀ ﻤﻦ ﺍﻟﺤﻴﺽ ﻮﺍﻟﻧﻔﺎﺱ ﻮﺍﻟﻮﻗﺖ ﺍﻟﻗﺎﺑﻝ ﻟﻟﺼﻭﻡ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

“Dari A’isyah dan Ummi Salamah RA, sesungguhnya Nabi suatu saat masuk waktu Subuh dalam keadaan Junub karena Jima’. Kemudian beliau mandi dan beliau BERPUASA. Hadist disepakati sohihnya oleh Imam Bukhory dan Muslim.

(7).
Tanya:

Wanita haidh atau nifas baru nyata- nyata bersih saat mendekati Imsak. Haruskah mereka mandi sebelum waktu Subuh?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ


Ia sebaiknya berusaha menyegerakan mandi. SUNNAH nya mandi besar itu dilakukan sebelum waktu Subuh karena lebih aman dari masuknya air kedalam faraj dan lubang lainnya yang dapat membatalkan puasa, Makruh hukumnya kalau sengaja meng- akhirkan mandi junub sampai masuk waktu subuh. Hari itu mereka juga harus puasa seperti orang Junub yang kesiangan mandi, sebagaimana pertanyaan nomer 47.

Dalil: “I’anatut Tholibin” II/ halaman 247, “Tanwierul Qulub: halaman 227.

ﻭﺴﻦ ﻏﺴﻞ ﻋﻦ ﻨﺤﻭ ﺠﻧﺎﺑﺔ ﺃﻱ ﻜﺤﻴﺾ ﻭﻨﻔﺎﺱ ﻗﺑﻞ ﺍﻟﻔﺠﺭ ﻟﺋﻼ ﻴﺼﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺑﺎﻂﻦ ﻨﺤﻮ ﺃﺫﻨﻪ ﺃﻮﺪﺑﺭﻩ
ﻭﺸﺭﻮﻂ ﺻﺤﺘﻪ ( ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ) ﺃﺭﺑﻌﺔ : ﺍﻹﺴﻼﻡ ﻮﺍﻟﺘﻤﻴﻴﺯ ﻮﺍﻟﻧﻗﺎﺀ ﻤﻦ ﺍﻟﺤﻴﺽ ﻮﺍﻟﻧﻔﺎﺱ ﻮﺍﻟﻮﻗﺖ ﺍﻟﻗﺎﺑﻝ ﻟﻟﺼﻭﻡ

(8).
Tanya

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa. Bagaimana hukumnya kalau sedang puasa di SUNTIK di bagian pantat atau lengannya oleh dokter. Batal tidak puasanya?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Puasanya tidak batal. Karena benda penyuntik dan yang di suntikkan tidak masuk melalui rongga terbuka seperti: Rongga mulut/ rongga kepala, rongga dada atau rongga perut.

Nash: “ Al- Bajuri” I/ halaman 390- 391, “Al- Mahalli Juz II/56.

ﻮﻠﻮ ﺃﻮﺼﻞ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﺍﻟﺠﺮﺍﺤﺔ ﻋﻟﻰﺍﻠﺴﺎﻕ ﺇﻟﻰ ﺪﺍﺨﻞ ﺍﻠﻠﺤﻡ ﺃﻮﻋﺮﺯ ﻔﻴﻪ ﺴﻜﻴﻧﺎ ﻮﻮﺼﻠﺖ ﻤﺨﻪ ﻟﻡ ﻴﻔﻄﺮ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺒﺠﻮﻒ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(9).
Tanya:

Bolehkah minum saat IMSAK diumumkan? Apakah sumber penentuan waktu Imsak?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Boleh, karena saat IMSAK itu berarti waktu Subuh belum masuk. IMSAK adalah tanda bahwa waktu Subuh hampir tiba, yakni +/- 10 menit lagi.
Puasa itu dimulai dari saat Waktu Subuh tiba, yakni saat nampaknya FAJAR SIDDIQ, yakni nampaknya garis- garis hitam putih melintang diufuq timur (nampak jelas dimusim kemarau bila pandangan mata tak terhalang).

Dasar dalil: Al- Qur’an Surat Al- Baqoroh 187
ﻭﻜﻟﻭﺍ ﻮﺍﺸﺭﺑﻮﺍ ﺤﺘﻰ ﻴﺘﺒﻴﻦ ﻟﻜﻡ ﺍﻟﺨﻴﻄ ﺍﻷﺑﻴﺾ ﻤﻦ ﺍﻟﺨﻴﻄ ﺍﻷﺴﻭﺪ ﻤﻦ ﺍﻟﻔﺠﺮ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

Adapun sumber penentuan waktu Imsak adalah perilaku Nabi dan para sahabat yang mulai menghentikan makan minum mereka dan mulailah mereka membaca Al- Qur'an sekedar 50 ayat sampai masuk waktu subuh. Kalau dihitung jam kurang lebih = 10 menit.

Lihat:

Waktu Imsak:
و احتياطا للصيام و تبعا للسنة جعلت مهلة 10 دقائق و هي المدة التي تستغرق لقراءة 50 آية و هي مدة الإمساك. http://www.info-algerie.com/ar/priere_algerie.php
يكون الإمساك قبل الأذان الثاني بمقدار ما يكفي لقراءة خمسين آية، كما كان يفعله الصّحابة، ويقدَّر ذلك الوقت بعشر دقائق، وهو وقت كاف لاستقرار أكلة السَّحر في البطن وعدم صعودها إلى الحلَق بعد الأذان، أي بعد وقت الإمساك الواجب، وهو ما قال به العلماء وعملوا به، وعملت به جميع المؤسسات الطابعة للإمساكيات واليوميات الخاصة بمواقيت الصّلاة، وهذا لتقدير العلماء مدّة قراءة خمسين آية بين الإمساك والفجر بعشر دقائق، وهذا للاحتياط. والله أعلم.
  - See more at: http://www<dot>elkhabar<dot>com/ar/autres/fatawa/262073.html#sthash.oVOO4cCe.dpuf

(10).
Tanya:

Ada orang puasa “Patigeni”, atau puasa tapi batas waktunya tidak dari fajar sampai maghrib. Bolehkah?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Tergantung niatnya:

# Bila niatnya untuk ibadah/ ritual, maka hukum puasa seperti itu dilarang dan termasuk BID’AH SAYYI’AH, karena tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah SAW.

# Bila niatnya bukan untuk ibadah, misalnya untuk tujuan MEDIS/ kesehatan, seperti berpuasa sebelum diambil darahnya, atau puasa pasca operasi, maka tidak ada masalah/ tidak ada larangan.

Dasar: Al- Asybah Wan Nadhoir Bab ﺍﻷﻤﻮﺭ ﺑﻤﻗﺎﺼﺪﻫﺎ , dan Bab
ﺍﻷﺼﻞ ﻔﻲ ﺍﻟﻌﺑﺎﺪﺓ ﺤﺮﺍﻡ ﺇﻻ ﻤﺎ ﺪﻝ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ

Lihat: “Al- Majaalisus Saniyyah”, “Al- Waafii”, syarah Arba’in, hadist ke 1 & hadist ke 5, dari Ummil mu’miniin, A’isyah RA:

ﻗﺎﻞ ﺭﺴﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺻﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻡ ﻤﻦ ﺃﺤﺪﺚ ﻔﻲ ﺃﻤﺭﻧﺎ ﻫﺬﺍ ﻤﺎ ﻟﻴﺱ ﻤﻧﻪ ﻔﻬﻮ ﺭﺪ . ﻤﺘﻔﻖﻋﻟﻴﻪ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(11).
Tanya:

Sholat Taroweh, sebaiknya 11 atau 23 roka’at?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Masalah ini adalah masalah Ikhtilaf (debatable) Klasik.

Banyak ulama’ merajihkan( menguatkan) dalil- dalil yang menetapkan bahwa Sholat Tarowih itu 23 (duapuluh) raka’at, diantaranya Guru Besar Universitas Ummul Quro Mekah, yakni Syekh Moh. Ali As- Shobuni dengan kitabnya: “Al- Hadyun Nabawy As- Sohih Fi Sholaatit Tarowih”.

Banyak pula yang memarjuhkan (melemahkan) segala argument Sholat Tarowih 23 roka’at dan memilih yang 11 (sebelas) roka’at seperti Syekh Albany dengan kitabnya: “Ad- Daliilus Sohih Fi Sholaatit Tarowih”.

“Al- Khairiyah” tidak ingin terjebak kedalam bentuk- bentuk ikhtilaf seperti ini yang memiliki “potensial destructif” terhadap ukhuwah islamiyah yang sangat kita butuhkan sekarang ini.

Oleh karena itu kami mohon maaf, kami tak akan menjawab pertanyaan tersebut diatas dan mempersilahkan para pembaca mengkaji sendiri beberapa kitab tentang masalah ini, diantaranya dengan membandingkan kedua kitab tersebut diatas. (terjemahannya juga sudah ada). Silahkan juga kunjungi: http://muslim.or.id/ramadhan/shalat-tarawih-2-11-atau-23-rakaat.html

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(12)
Tanya:

Lafadh niat puasa, mana yang betul:
“ ….Syahri romadhoNA haadhihissanatA…..” atau:
“…..Syahri romadhoNI haadhihissanati…..?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Dua- duanya boleh.

Keduanya tidak berpengaruh terhadap kesahihan puasa kita. Itu hanyalah sekedar masalah KETATABAHASAAN Talaffudz niat saja.Karena niat yang sebenarnya adalah yang terbersit dari hati.

Dibaca “RomadhoNA” karena lafadh romadhona itu DHORF/ kata keterangan waktu yang tak boleh berubah harakatnya (GHOIRU MUNSHORIF). Sedangkan kalimat “HaadhihissanatA” pada kalimat tersebut kedudukannya sebagai “Badal”/ kalimat pengganti keterangan waktu tersebut diatas..

Dibaca”RomadhoNI” karena lafadh tersebut menjadi kalimat majemuk/ JUMLAH IDHOFAH dengan kalimat sesudahnya yakni “Haadhihissanati”. Pada Qoidah Nahwu (Arabic Grammar), isim yang GHOIRU MUNSHORIF itu akan menjadi munshorif bila dibentuk menjadi kata majemuk.
Sedangkan menurut Qo’idah Nahwu juga, Mudhof Ilaih itu HARUS DIJAR KAN (dalam hal ini menjadi romadhoNI, berharakat kasroh).
Sebaiknya hal ini tidak usah dipermasalahkan karena akan menjadikan umat bingung. Kecuali untuk bahan diskusi ilmu nahwu di pesantren/ sekolah.

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(13).
Tanya:

Bagimana kualitas hadist- hadist yang berkenaan dengan Nisfu Sya’ban? Adakah bacaan dan ibadah khusus pada malam Nishfu Sya’ban?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Sebagian besar hadist- hadist tentang Nisfu Sya’ban tidak dapat masuk dalam kategory Shohih.

Kecuali hadist yang diriwayatkan oleh Sahabat Mu’adz bin Jabal. Sebagaimana dinyatakan oleh Syekh Albani dalam “Silsilah Al- Hadist As- Shohihah III/ 135 dan oleh Al- Haitsami dalam kitab “ Majmu’ Zawa’id” nya. .

Hadist Shohih tersebut menyatakan bahwa : “Pada malam Nisfu Sya’ban Allah akan melihat semua makhluq Nya dan akan mengampuni mereka kecuali yang menyekutukanNya dan merugikan orang lain”. H.R. Baihaqy- Ibnu Hibban- Thabrany- Ibnu Majah.

Jadi banyak kaum muslimin setelah mendengar hadist Shohih tersebut berusaha secara maksimal dengan melakukan segala bentuk ibadah dan memperbanyak tilawah (tidak ada ketentuan bentuk ibadahnya dan Surat Al- Qur’an mana yang harus dibaca), agar tatkala Allah melihat para makhluq NYA pada malam nishfu Sya’ban itu, hamba Allah itu ingin agar dilihat oleh Nya dalam keadaan ber- ibadah.

Dalam Majmu’ Fatawa nya pada Juz 24/ 231, Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang kegiatan memperbanyak sholat dan tilawah pada malam Nishfu Sya’ban.
Beliau menjawab: “ Apabila seseorang itu menunaikan sholat pada malam Nishfu Sya’ban secara individu atau berjama’ah secara khusus sebagaimana dilakukan oleh sebagian masyarakat Islam, maka itu baik”.

Nah, karena kebanyakan masyarakat bacaan Al- Qur’annya belum di TAHSIN, maka dipilihlah yang paling banyak mereka kuasai yakni Surat YASIN. Sebaiknya dilain waktu dan kesempatan agar dibaca Surat dan Ayat Al- Qur’an yang lain

Lihat hadist- hadist mengenai Sya'ban yang bernilai Sohih dan Hasan ini:


شعبان بين رجب و شهر رمضان تغفل الناس عنه ترفع فيه أعمال العباد فأحب أن لا يرفع عملي إلا و أنا
صائم .
تخريج السيوطي(هب) عن أسامة. تحقيق الألباني
(حسن) انظر حديث رقم: 3711 في صحيح الجامع.

Arti:
Bulan Sya'ban itu berada diantara bulan Rajab dan bulan Romadhon, banyak manusia lupa akan bulanSya'ban (padahal) pada bulan tersebut diangkat amal- amal para hamba Allah. Maka aku senang jika ketika diangkat amal- amalku, aku sedang puasa.

Tahqiq Albany hadist bernilai Hasan , hadist no 3711 pada shohihul Jami'

**كان أحب الشهور إليه أن يصومه شعبان ثم يصله برمضان .
تخريج السيوطي (د) عن عائشة. تحقيق الألباني
(صحيح) انظر حديث رقم: 4628 في صحيح الجامع.

Arti:
Adalah bulan yang aku suka puasa padanya yaitu bulan Sya'ban, kemudian menyusul/ bersambung ke bulan Romadhon.

Tahqiq Albany hadist bernilai Shohih, hadist no 4628 pada Shohihul Jami'

**أحصوا هلال شعبان لرمضان .

السيوطي(ت ك) عن أبي هريرة.
تحقيق الألباني (حسن) انظر حديث رقم: 198 في صحيح الجامع.

Arti:
“Jagalah Hilal bulan Sya'ban untuk (perhitungan) memulai bulan Romadhon

Tahqiq Albany hadist bernilai Shohih, hadist no 198 pada Shohihul Jami'

**أحصوا هلال شعبان لرمضان و لا تخلطوا برمضان إلا أن يوافق ذلك صياما كان يصومه أحدكم و صوموا لرؤيته و أفطروا لرؤيته فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين يوما فإنها ليست تغمى عليكم العدة .

تخريج السيوطي (قط هق) عن أبي هريرة.
تحقيق الألباني (صحيح) انظر حديث رقم: 199 في صحيح الجامع.

Arti:

“Jagalah Hilal bulan Sya'ban untuk (perhitungan) memulai bulan Romadhon, dan jangan campur (puasa) dengan bulan Romadhon kecuali bersesuaian yang demikian itu dengan suatu puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang dari kamu sekalian. Dan berpuasalah kalian karena melihat HILAL Romadhon, dan berbukalah kalian jika melihat HILAL juga. Apabila pandangan tertutup mendung atas kalian, maka hendaklah kalian sempurnakan 30 hari karena bilangan(30 hari itu) tak terhalang pada kalian.


Tahqiq Albany hadist bernilai Shohih, hadist no 199 pada Shohihul Jami'.

**إذا انتصف شعبان فلا تصوموا حتى يكون رمضان .
تخريج السيوطي(حم 4 ) عن أبي هريرة. تحقيق الألباني(صحيح) انظر حديث رقم: 397 في صحيح الجامع.

Arti;
Jika telah sampai Nishfu Sya'ban, janganlah kalian puasa sehingga sampai ke bulan Romadhon.

Tahqiq Albany hadist bernilai Shohih, hadist no 397 pada Shohihul Jami'.

**في ليلة النصف من شعبان يغفر الله لأهل الأرض إلا لمشرك أو مشاحن .تخريج السيوطي (هب) عن كثير بن مرة الحضرمي مرسلا. تحقيق الألباني(صحيح) انظر حديث رقم: 4268 في صحيح الجامع.

Arti:
Pada malam Nishfu Sya'ban Allah mengampuni kepada penduduk bumi kecuali yang musyrik atau saling bermusuhan.

Tahqiq Albany hadist bernilai Shohih, hadist no 4268 pada Shohihul Jami'.

**إذا كان ليلة النصف من شعبان اطلع الله إلى خلقه فيغفر للمؤمنين و يملي للكافرين و يدع أهل الحقد بحقدهم حتى يدعوه .
تخريج السيوطي(هب) عن أبي ثعلبة الخشني.
تحقيق الألباني(حسن) انظر حديث رقم: 771 في صحيح الجامع
.
Arti:
Jika sampai malam Nishfu Sya'ban, Allah memperhatikan makhluqnya, maka Ia akan mengampuni orang mukmin dan mengabaikan orang – orang kafir, dan Allah meninggalkan orang- orang pendengki dengan kedengkian mereka SAMPAI MEREKA MAU MENINGGALKAN DENGKINYA.

Tahqiq Albany hadist bernilai Hasan, hadist no 771 dalam Shohihul Jami'.

**إن الله تعالى ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن .تخريج السيوطي (هـ) عن أبي موسى. تحقيق الألباني(حسن) انظر حديث رقم: 1819 في صحيح الجامع

Arti:

Sesungguhnya Allah Ta'ala memperhatikan dalam malam Nishfu Sya'ban, Maka Allah akan mengampuni semua makhluqnya kecuali yang musyrik dan pendengki.

Tahqiq Albany hadist bernilai Hasan, hadist no 1819 dalam Shohihul Jami'

 BEBERAPA QOUL ULAMA' TENTANG MALAM NISHFU SYA'BAN.

أقول بعض الأئمة والعلماء في اثبات فضل التعرض للنفحة الإلهية في هذه الليلة:

الإمام حمد بن إدريس الشافعي (المتوفى: 204هـ):
وبلغنا أنه كان يقال: إن الدعاء يستجاب في خمس ليال في ليلة الجمعة وليلة الاضحى وليلة الفطر وأول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان (الأم :1/264 ، )

1- Imam Syafi'i (wafat 204 H/ 819M), 191 tahun setelah Nabi wafat:
"Dan telah sampai pada kita bahwa DO'A DIKABULKAN pada 5 malam tertentu, yakni: 1- Malam Jum'at. 2- Malam Ied Al- Adha, 3- Malam Ied Al- Fithri, 4- Malam awal bulan Rojab, 5- Malam Nishfu Sya'ban.(Al- Um I/ 264)


الإمام محمد بن إسحاق بن العباس المكي الفاكهي (المتوفى : 272هـ):
وأهل مكة فيما مضى إلى اليوم إذا كان ليلة النصف من شعبان ، خرج عامة الرجال والنساء إلى المسجد، فصلوا ، وطافوا ، وأحيوا ليلتهم حتى الصباح بالقراءة في المسجد الحرام ، حتى يختموا القرآن كله ، ويصلوا (أخبار مكة للفاكهي: ذكر عمل أهل مكة ليلة النصف من شعبان واجتهادهم فيها لفضلها )

2- Imam Muhammad Al- Fakihy (Wafat 272 H/ 885 M), 249 tahun setelah wafat Nabi:
"Dan penduduk Mekah dari dulu sampai sekarang ini (tahun 250 an H), jika datang malam Nishfu Sya'ban, sebagian besar kaum laki- laki dan perempuan pergi ke Masjidil Harom, mereka sholat, mereka thowaf dan menghidupkan malam Nishfu Sya'ban sampai tiba waktu subuh dengan tilawah di Masjidil Harom sehingga khatam Al- Qur'an seluruhnya dan mereka bersholawat" (Akhbar Makkah Lil Fakihy- Bab Tentang Menyebutkan Amaliyah Penduduk Mekah Pada Malam Nishfu Sya'ban Dan Kesungguhan Mereka Dalam Mencari Fadhilah Nishfu Sya'ban).....Anehnya sekarang banyak orang baru, 1400 tahun setelah wafat Nabi, mereka menyalahkan orang yang beraktifitas ibadah dimalam Nishfu Sya'ban, sebagaimana yang diamalkan penduduk Mekah 2,5 abad setelah wafat Nabi. Padahal generasi abad pertama sampai abad ke tiga tersebut, sepakat dianggap sebagai generasi salaf. pent

).
  الإمام محمد بن فراموز الشهير بمنلا خسرو الحنفي (المتوفى : 885هـ):
ومن المندوبات إحياء ليال العشر الأخير من رمضان وليلتي العيدين وليالي عشر ذي الحجة وليلة النصف من شعبان (درر الحكام شرح غرر الأحكام : تحية المسجد).
.
العلامة زين الدين بن إبراهيم بن نجيم ، المعروف بابن نجيم المصري الحنفي (المتوفى : 970هـ)
ومن المندوبات إحياء ليالي العشر من رمضان وليلتي العيدين وليالي عشر ذي الحجة وليلة النصف من شعبان كما وردت به الأحاديث (البحر الرائق : الصلوات المسنونة كل يوم )
.
الشيخ وَهْبَة الزُّحَيْلِيّ أستاذ ورئيس قسم الفقه الإسلاميّ وأصوله بجامعة دمشق - كلّيَّة الشَّريعة:
ويندب إحياء ليالي العيدين (الفطر والأضحى) ، وليالي العشر الأخير من رمضان لإحياء ليلة القدر، وليالي عشر ذي الحجة، وليلة النصف من شعبان، ويكون بكل عبادة تعم الليل أو أكثره، للأحاديث الصحيحة الثابتة في ذلك، ويندب الإكثار من الاستغفار بالأسحار (الفقه الإسلامي وأدلته : 2|299)
.
المفتي عطية صقر (المفتي بجامعة الأزهر)
السوال : هل ليلة النصف من شعبان لها فضل ؟
والجواب : قد ورد فى فضلها أحاديث صحح بعض العلماء بعضا منها وضعفها آخرون وإن أجازوا الأخذ بها فى فضائل الأعمال
وقال بعد سرد الأحاديث: بهذه الأحاديث وغيرها يمكن أن يقال : إن لليلة النصف من شعبان فضلا، وليس هناك نص يمنع ذلك (فتاوى الأزهر: 10|131)
..

ولمن لا يطمئن إلا إذا جاءه النقل عن الشيخ ابن تيمية رحمه الله:
وأما ليلة النصف من شعبان ففيها فضل، وكان في السلف من يصلي فيها (الفتاوى الكبرى 5344/)

وكذلك الشيخ محمد بن صالح بن محمد العثيمين:
ومن هذا الباب ليلة النصف من شعبان روي في فضلها أحاديث ومن السلف من يخصها بالقيام ومن العلماء من السلف وغيرهم من أنكر فضلها وطعن في الأحاديث الواردة فيها، لكن الذي عليه كثير من أهل العلم أو أكثرهم على تفضيلها (مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين: 7| 156)


ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(14)
Tanya

Bila ada sepasang suami istri sedang berpuasa- melakukan hubungan seksual di siang hari bulan Romadhon. Siapakah yang terkena sanksi KAFAROT KUBRO ? Suaminya atau kedua- duanya?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Ada Ikhtilaf:
Imam Syafi’I dan Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa yang harus membayar kafarot adalah SUAMINYA SAJA, istrinya tidak. (karena suaminya lah yang bertanggung jawab atas inisiatif awal dan kelanjutan hubungan intim itu.).
Namun menurut Abu Hanifah dan Malik, istrinya juga kena sanksi harus bayar KAFAROT.

Nash: “Miizaanul Kubro” halaman 118.

﴿ﻔﺼﻞ﴾ ﻭﺃﺠﻤﻌﻮﺍ ﻋﻟﻰ ﺃﻦ ﻤﻦ ﻭﻄﺊ ﻭﻫﻭ ﺼﺎﺋﻡ ﻔﻲ ﺮﻤﺿﺎﻦ ﻋﺎﻤﺪﺍ ﻤﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﺬﺮ ﻜﺎﻦ ﻋﺎﺻﻴﺎ ﻭﺑﻂﻞ ﺻﻮﻤﻪ…..ﺇﻠﻰﺃﻦﻗﺎﻝ : ﻮﻫﻲ ﻋﻟﻰ ﺍﻠﺰﻮﺝ ﻋﻟﻰ ﺍﻷﺼﺢ ﻤﻦ ﻤﺬﻬﺐ ﺍﻟﺸﺎﻔﻌﻲ ﻭﺃﺤﻤﺪ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻭ ﺤﻨﻴﻔﺔ ﻭﻤﺎﻚ ﻋﻟﻰ ﻛﻞ ﻭﺍﺤﺪ ﻜﻔﺎﺮﺓ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(15).
Tanya

Setelah Tarowih biasanya diikuti sholat sunnah WITIR. Bolehkah TAHAJJUD setelah bangun sahur nanti?
Bukankah kata Nabi, Witir itu penutup sholat malam?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Memang sesuai Sabda Nabi: “ Tutuplah sholat malammu dengan WITIR. Hadist ini Sohih.

Namun bukan berarti setelah witir tidak boleh sholat malam.

Shohabat Abu Bakar dan Utsman serta Abu Hurairoh BIASA SHOLAT WITIR SEBELUM TIDUR. Kemudian saat tengah malam beliau berdua SHOLAT TAHAJJUD.

Sesuai perintah Rasul kepada Abu Hurairoh:
ﻟﻗﻭﻞ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻴﺮﺓ : ﺍﻤﺮﻧﻲ ﺮﺴﻭﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺍﻦ ﺍﻭﺘﺮ ﻗﺑﻞ ﺍﻦ ﺍﻧﺎﻢ . ﺮﻭﺍﻩ ﺍﻟﺸﻴﺨﺎﻦ

Abu Hurairoh berkata: Rasulullah memerintahkan aku agar aku melakukan sholat witir SEBELUM TIDURKU. Hadis sohih riwayat Imam Bukhory dan Muslim.

Sedang Shohabat Umar dan Ali BIASA SHOLAT WITIR SETELAH TAHAJJUD.

Dasar nash: I’aanatut Tholibin I/ halaman 252.
ﻭﻜﺎﻦ ﺍﺑﻭ ﺑﻜﺮ ﻴﻭﺗﺭ ﻗﺑﻞ ﺍﻦ ﻴﻧﺎﻡ ﺛﻢ ﻴﻗﻭﻡ ﻮﻴﺘﻬﺠﺪ ; ﻭﻋﻤﺮ ﻴﻧﺎﻢ ﻗﺑﻝ ﺃﻦ ﻴﻭﺘﺮ ﻭﻴﻗﻭﻢ ﻭﻴﺘﻬﺟﺩ ﻭﻴﻭﺘﺮ… ﺍﻟﺦ

Yang artinya: "Adalah Sahabat Abu Bakar melakukan sholat witir sebelum ia tidur, kemudian ia bangun malam dan kemudian sholat TAHAJJUD. Sedangkan Sahabat Umar tidur dulu sebelum sholat witir, kemudian bangun dan sholat tahajjud" (dan ditutup witir.)

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(16)
Tanya

Sholat Ied, sebaiknya di MESJID atau TANAH LAPANG?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Ditanah lapang itu baik karena ITBA’.

Menurut argument madzhab Syafi’I, di mesjid lebih utama, karena:
1. Berdasar ayat Surat At- Taubah 18: “ Hanya sanya yang memakmurkan mesjid itu adalah orang- orang yang beriman kepada Allah dan hari akherat ……dst”
2. Berdasar beberapa hadist, diantaranya:

ﻋﻦ ﺍﺑﻲ ﻫﺮﻴﺮﺓ ﺮﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻞ :ﻗﻞ ﺮﺴﻮﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺹﻡ: ﺍﺤﺐ ﺍﻟﺑﻼﺪ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻤﺴﺎﺟﺪﻬﺎ ﻭﺍﺑﻐﺾ ﺍﻟﺑﻼﺪ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﺍﺴﻭﺍﻗﻬﺎ
. ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺴﻟﻡ ﺸﺭﺢ ﻤﺴﻟﻡ ﺝ ٥ ﺺ١٧٦

Artinya: Abu Hurairoh dia berkata: Rasulullah bersabda: “ Tempat yang paling dicintai Allah itu adalah MESJID- MESJID nya, sedangkan tempat yang paling tidak disukai Allah itu pasar- pasarnya”. Hadist riwayat Imam Muslim.

3. Sholat Rasulullah ketika itu ditanah lapang KARENA MESJID RASULULLAH ITU KECIL, sehingga tak menampung seluruh jama’ah. Tercatat ketika Haji Wada', sahabat Nabi berjumlah sekitar 100.000 orang sahabat yang ikut melaksanakan ibadah haji. 100.000 sahabat ini tak akan tertampung di Masjid Rasululloh yang kecil.

Dasar: “Tuhfatul Muhtaj” III/ halaman 27:
ﻮﻗﻴﻞ ﻔﻌﻟﻬﺎ ﺑﺎﻟﺼﺨﺮﺍﺀ ﺃﻓﺿﻞ ﻠﻺﺘﺑﺎﻉ ﻮﺮﺪ ﺑﺄﻧﻪ ﺺ.ﻢ ﺇﻧﻤﺎ ﺧﺭﺝ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻟﺼﻐﺭ ﻤﺴﺠﺪﻩ . ﺘﺤﻔﺔ
ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﺝ.٣ ص. ٢٧
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(17)
Tanya:

Bagaimana Qodho puasanya orang yang hamil atau menyusui?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Berikut kami berikan jawaban berdasarkan jawaban Dr. Quraisy Syihab agar lebih meyakinkan:

"Apabila yang hamil dan menyusui tidak berpuasa maka dia wajib menggantinya di hari lain (qodho) tanpa membayar fidyah menurut mazhab Imam Abu Hanifah. Sedangkan dalam mazhab Syafi’i dan Hanbali bila keduanya hanya mengkhawatirkan keadaan bayi atau janinnya saja (sedangkan dirinya sendiri sebetulnya mampu berpuasa), maka yang hamil atau yang menyusukan harus menggantinya dihari lain (qodho) dengan tambahan membayar fidyah. Mazhab Malik membolehkan tidak membayar fidyah bagi yang hamil (cukup qodho saja), dan hanya mewajibkan qadha serta fidyah bagi yang menyusui. Demikian, wallahu a’lam. (M Quraish Shihab) .

Catatan:
Dr. Yusuf Qordhowi membolehkan bayar fidyah saja tanpa qodho, terutama bagi ibu- ibu yang tiap tahun melahirkan sehingga tidak mungkin dia membayar dengan cara qodho.

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

18. Meninggal masih punya Qodho puasa. Keluarganya bolehkah membayar qodho untuknya?


Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ


Pendapat pertama:
Keluarganya, baik anak maupun saudaranya wajib membayar puasa qadha atas nama orang yang meninggal. Baik itu puasa Ramadhan mapun puasa nadzar. Ini merupakan pendapat Madzhab Syafi’iyah dan pendapat Ibnu Hazm.
Mereka berdalil dengan hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من مات وعليه صيام  صام عنه وليُّه

Siapa yang mati dan masih punya utang puasa maka dipuasakan oleh walinya (kerabatnya).” (HR. Bukhari 1952 dan Muslim 1147).

Mengingat lafadz hadis ini umum maka kewajiban qadha tersebut berlaku umum, baik untuk puasa Romadhon atau puasa Nadzar.

Pendapat kedua:
Jika utangnya adalah puasa Ramadhan, maka tidak perlu dipuasakan atas nama orang yang meninggal, tapi cukup diganti dengan fidyah. Karena kewajiban mempuasakan atas nama orang yang meninggal hanya untuk utang puasa karena nadzar dan bukan utang puasa Ramadhan. Ini merupakan pendapat para ulama Madzhab Hambali sebagaimana keterangan dari Imam Ahmad bin Hambal.
Dalam Masail Imam Ahmad, riwayat Abu Daud, beliau mengatakan:

سمعت أحمد بن حنبل قال: لا يُصامُ عن الميِّت إلاَّ في النَّذر، قُلْتُ لِأَحْمَدَ: فَشَهْرُ رَمَضَانَ؟ قَالَ: يُطْعَمُ عَنْهُ

“Saya mendengar Ahmad bin Hambal berkata, ‘Tidak boleh dipuasakan atas nama mayit kecuali puasa nadzar.’ Aku (Abu Daud) tanyakan kepada Ahmad, ‘Bagaimana dengan utang puasa Ramadhan?’ beliau menjawab, ‘diganti fidyah’.” (Al-Masail Imam Ahmad, riwayat Abu Daud, Hal. 96).

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

 
Masalah- masalah Seputar Zakat

(18).
Tanya:

Seorang karyawan saat pension mendapatkan uang pesangon yang cukup banyak. Apakah ia wajib zakat?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Bila uang pesangon yang diterimanya mencapai nilai 93,5 gram 24 karat, maka ia wajib zakat.

Nash: “Nihayatus Zain” halaman 177:

ﻮﻠﻭ ﺃﺼﺪﻗﻬﺎ ﺃﻱ ﺍﻠﻤﺮﺃﺓ ﻧﺼﺎﺐ ﻨﻗﺪ ﺯﻜﺘﻪ ﻷﻧﻬﺎ ﻤﻟﻜﺘﻪ ﺑﺎﻟﻌﻗﺪ ﻤﻟﻜﺎ ﺘﺎﻤﺎ
ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺷﻴﺑﺔ : ﻗﺎﻞ ﺃﺑﻭﻫﺭﻴﺭﺓ :ﻜﺎﻦ ﺇﺑﻦ ﻤﺴﻌﻭﺪ ﺘﺼﺪﻖ ﺍﻋﻄﻴﺎﺌﻬﻡ ﻔﻲ ﺃﻠﻒ – ﺨﻤﺴﺔ ﻭﻋﺸﺮﻴﻥ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(19).
Tanya:

Seseorang punya harta cukup banyak tapi masih dipinjam/ ditangan orang. Lebih dari satu tahun (haul). Apakah ia wajib zakat?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Sebelum dikembalikan maka ia belum wajib zakat karena uang itu tidak memenuhi unsur MILKUT TAAM (kepemilikan yang sempurna).

Dasar dalil: “Tausyiih” halaman 100

ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﻤﻟﻚ ﺍﻟﺘﺎﻡ ﻔﻼ ﺘﺠﺐ ﺍﻟﺯﻜﺎﺓ ﻔﻴﻤﺎ ﻻ ﻴﻤﻟﻜﻪ ﻤﻟﻜﺎ ﺘﻤﺎ ﻜﺠﻌﻞ ﺠﻌﺎﻟﺔ ﻭﻤﺎﻝ ﻜﺘﺎﺑﺔ ﻟﺿﻌﻒ ﺍﻟﻤﻟﻚ……ﺍﻟﺦ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(20).
Tanya:

Seorang professional seperti insinyur, dokter atau karyawan perusahaan yang lain. Apakah mereka harus mengeluarkan zakat dari gaji mereka sesuai profesi mereka?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Bila gaji mereka setelah dikurangi kebutuhan normal masih bersisa dan bila dikumpulkan dalam satu tahun sudah mencapai nilai 93,6 gram emas, maka uang gaji yang terkumpul itu harus dikeluarkan zakatnya.

Misal: Gaji = Rp.10.000.000 / bulan
Kebutuhan bulanan = Rp. 8.000.000/ bulan
Sisa lebih = Rp. 2.000.000/ bulan x 12 bulan = Rp. 24.000.000;  ini melebihi nilai satu nishob (93,5 gram emas, jadi wajib zakat).

Maka Zakat profesinya = Rp.24.000.000 x 2.5 % = Rp.600.000;

ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(21).
Tanya:

Bolehkah membagikan uang zakat untuk orang tua atau anak sendiri yang miskin ?

Jawab:

ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

Membayarkan zakat bagian orang miskin kepada keluarga sendiri DIANGGAP BELUM MEMBAYARKAN ZAKAT.

Dasar dalil: Al- Muhaddzab I/ halaman 175:
﴿ﻔﺼﻞ﴾ ﻮﻻ ﻴﺠﻮﺯ ﺪﻔﻌﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﻤﻦ ﺗﻟﺯﻤﻪ ﻧﻔﻗﺘﻪ ﻤﻦ ﺍﻷﻗﺎﺭﺐ ﻭ ﺍﻠﺰﻮﺠﺎﺕ ﻤﻦ ﺴﻬﻡ ﺍﻠﻔﻗﺮﺍﺀ ﻷﻦ ﺬﺍﻠﻚ ﺇﻧﻤﺎ ﺠﻌﻞ ﻟﻟﺤﺎﺠﺔ ﻭﻻ ﺤﺎﺠﺔ ﺑﻬﻡ ﻤﻊ ﻭﺠﻮﺐ ﺍﻟﻧﻔﻗﺔ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

(21)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar