MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Jumat, 04 Januari 2013

HUKUM RO'

Bab Tentang Hukum  Ro’.
Pembahasan Tentang JAWAZUL WAJHAIN
Disampaikan oleh: H. Khaeruddin Khasbullah


٤١ -  وَرَقِّقِ  الرَّاءَ  إِذاَ ماَ  كُسِرَتْ  #  كَذاَكَ  بَعْدَ  الْكَسْرِ حَيْثُ  سَكَنَتْ

Dan bacalah Ro’ dengan Tarqiq jika di Kasroh
Demikian juga pada setelah Kasroh dimanapun ia berada

٤٢ -  إِنْ لَمْ تَكُنْ مِنْ قَبْلِ حَرْفِ اسْتِعْلاَ  #  أَوْ كاَنَتِ الْكَسْرَةُ لَيْسَتْ أَصْلاَ

(Yakni) Jika Ro’ tidak berada sebelum huruf Isti’la’
Atau Kasrohnya bukan yang asli (bukan Hamzah washol)

 ٤٣ - وَالْخَلْفْ  فِيْ  (فِرْقٍ)  لِكَسْرٍ  يُوْجَدُ  #  واَخْفِ  تَكْرِيْراً  إِذاَ  تُشَدَّدُ

Beda pendapat pada lafadh Firqin karena kasroh yang ada
Dan samarkan takrir nya jika Ro’ bertasydid
إبن الجزري

Hukum Ro’ ada 3 macam:

I. Ro dibaca tebal (tafkhim) ketika:

1. Ro’ fathah,(ro -
romadhoona)
 2.Ro’ fathatain,  ( ron - khobiiron)

3.Ro’ dhommah, (ru - ruwaidan)
4.Ro’ dhommatain,  (run - ghofuurun)

5.Ro’ hidup didahului huruf mati selain huruf ya’  yg sebelumnya ada fathah atau dhommah dibaca 
waqof/berhenti.       (contoh: Al- Ashri dibaca Al- Ashr, fajri yg dibaca fajr, yusri yg dibaca yusr). Hati- hati, ujung lidah terakhir ada pada makhrojnya Ro' dan agar terdengar dengan suara lirih, jangan sampai hilang Ro' nya.

6.Ro’  sukun didahului fathah (contoh:
arba'a - arsala)
7. Ro’ sukun didahului dhommah  (contoh:  mursyidun- yursalu)

8.Ro’ sukun didahului kasroh ada hamzah washol  (contoh: irji'ii - amirtaabuu)

9.Ro’ sukun didahului kasroh bertemu huruf isti'la'  (contoh: mirshoodun - qirthoosun)
   Ada 7 huruf isti'la' : kho,shod,dhod,tho,dzo,ghoin,qof)


II. RO’ DIBACA TIPIS (TARQIQ) KETIKA:

1. Ro’ kasroh, (ri - ribaath)
2.Ro’ kasroh tanwin  (rin - khoirin)

3.Ro’  sukun didahului kasroh  (contoh: f
ir'auna- mirfaqoo)

4.Ro’ hidup didahului ya’ sukun dibaca waqof/berhenti  (contoh: khoirun yg dibaca kho
iir- khobiir)

5.Ro’ hidup didahului huruf mati selain huruf ya’ yg sebelumnya ada kasroh dibaca waqof
    (contoh: bikrun yg dibaca
bikrè tipis).

جواز الوجهين

III. RO’ YANG BOLEH DIBACA TAFKHIM ATAU TARQIQ ( جواز الوجهين ).
Imam Al- Jazary dalam AN- NASYR  menulis:

١. إذا كانت الراء ساكنة وقبلها مكسور وبعدها حرف استعلاء مكسور. فذالك حالة الوصل أو الوقف بالروم. أما عند الوقف على (فرق) بالسكون ففي الراء التفخيم لا غير لزوال موجب الترقيق وهو كسر حرف الإستعلاء                       

Ro’ bisa dibaca Tafkhim atau Tarqiq (  جواز الوجهين ) jika:


1.Ada Ro’ mati sebelumnya kasroh dan sesudahnya ada huruf Isti’la’ kasroh baik saat Washol ataupun Waqof dengan Roum.


Catatan:
Tentang Waqof Bir Roum, agar ditanyakan kepada Guru yang bersanad.

Adapun jika waqofnya dengan Sukun seperti pada lafadh FIRQ, maka harus dibaca Tafkhim tidak ada lain, karena telah hilangnya penyebab yang mewajibkan Tarqiq yakni kasrohnya  huruf Isti’la’.

٢. إذا سكنت الراء وقبلها حرف استعلاء ساكن وقبله مكسور . وذالك عند الوقف بالسكون على (مِصْرَ) و (الْقِطْرِ).                  

2. Jika ada Ro’ mati sebelumnya ada huruf Isti’la’ mati  dan sebelumnya ada huruf berharokat  Kasroh. Yang demikian itu hanya jika di  Waqof.  Jika washol, maka kembali  kepada hukum Ro’ yang ashal. Seperti pada lafadh Mishr dan Qithr

Maka secara lengkap hukum Ro’  terbagi menjadi:
1. Harus dibaca Tafkhim: Pada 9 keadaan             
2. Harus dibaca Tarqiq   : Pada 5 keadaan.
3. Dua pilihan                  : Pada 2 keadaan == Sesuai penjelasan  pada lembar ini.

è Pada hukum Ro’ yang ketiga ini,  Qiro’ati  dan sebagian besar ulama’ qiro’ah Indonesia memilih membaca Tebal/ Tafkhim untuk memudahkan.
(Karena boleh memilih antara membaca  tebal atau tipis), sedang pada lafadh Mishr dan Qithr mengikuti pola point II/ 5, yakni dibaca tipis.
Sehingga Ro’ Tafkhim menjadi  9 (Sembilan) keadaan.

Keterangan:
1. Membaca Ro’ Tafkhim, posisi pangkal lidah naik kelangit- langit sebagaimana posisi pangkal lidah ketika membaca lafadh ALLOH atau ketika membaca huruf- huruf Isti’la’, yakni :      خص ضغط قظ    
Sedangkan ujung lidah bergetar/ Takrir satu kali getaran.
(Tidak sebagaimana orang Indonesia atau Rusia membaca RRR)

2. Membaca Ro’ Tarqiq, posisi batang  lidah mendatar sampai keposisi makhrojnya YA’, posisi mulut Inkisar /إنكسار الفم/ seperti sedang tersenyum/ meringis, sedangkan ujung lidah bergetar/ Takrir satu kali getaran.

Please Visit:

Syekh Ayman Suwaid: http://www.youtube.com/watch?v=DF2VEmXRRTg
Tahfidh Anak- anak: http://www.youtube.com/watch?v=m4mY7HkfYGg


Karawang, 03- Januari- 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar