MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Minggu, 19 Februari 2012

AWAS BAHAYA WAS-WAS

Oleh: M.Zuhurul Fuqohak


Definisi Tanbihun.com- Secara etimologi, kata SYAKK adalah bentuk masdar dari fi’il madhi: syakka yang berarti; ragu, mamang, atau berkisar antara dua perkara sekalipun ada yang lebih unggul (al-mausu’ah al-fiqhiyyah al-kuwaitiyyah, juz. 26, hlm. 184). Dan secara terminologi fikih, SYAKK adalah ketidak-pastian, sekalipun berbentuk dugaan. Berbeda dengan istilah Ushuliyyin yang menyebutnya untuk hal yang fifty-fifty atau sama antara wujud dan tidaknya. (ibid).


Sedang waswas berarti suara pelan dari angin atau lainnya.[1] Adapun secara terminology maka bisa bermakna; (1) bisikan jiwa (hadisunnafsi) ragu sudah menjalani sesuatu atau belum, (2) hal yang diletakkan setan pada hati seseorang, dan (3) hal yang timbul akibat berlebihan dalam beribadah (dalam wira’i dan ihtiyath), (4) waswas yang berarti ujian/kelainan pada otak seseorang yang menyebabkan perkataannya tanpa teratur. (Ibid, juz. 43, hlm. 147).

Desiran dan bisikan jiwa itu diklasifikasikan ulama dalam lima hal:

Pertama, disebut HAJIS. Artinya desiran hati yang tidak tetap dan tidak lama. Seperti bayangan sekelebatan tentang sesuatu kemudian hilang dengan segera.

Kedua, dinamakan KHOTIR. Maksudnya adalah bisikan yang agak lama, namun kemudian pudar dan menghilang. Ketiga, HADIISUN NAFSI. Artinya bisikan dalam hati yang bertahan lebih lama. Keempat, HAMM. Yaitu desiran hati dengan menguatkan salah satu kemungkinan perbuatan, dengan menjalankan atau meninggalkannya. Kelima, ‘AZM. Adalah kemantapan hati, keyakinan, dan keinginan yang tidak dapat dielakkan atau dihindari. Yang terakhir inilah yang ada pengaruh terhadap hukum. Artinya, jika seseorang berkeinginan melakukan dosa atau perbuatan keji, maka dengan ‘azm inilah sudah dicatat amal baik dan buruknya. Adapun desiran-desiran jiwa yang lain itu tidak ada hukum tentangnya. (Kifayatul Awam, 49, password hattaa inna khoothirooti).

Dalam hal ini ulama membuat senandung syair: مراتب القصد خمس هاجس ذكروا ÷ فخاطر فحديث النفس فاستمعا يليه هم فعزم كلها رفعت ÷ سوى الأخير ففيه الأخذ قد وقعا

Derajat keinginan itu ada lima, HAJIS yang mereka sebutkan, Kemudian KHOTIR, lalu HADIISUN NAFSI maka dengarkanlah, Disandingi HAMM kemudian ‘AZM, semua dihilangkan (dosanya), Kecuali yang akhir (‘AZM), maka ada hukumnya, Sedangkan Imam al-Ghazali membagi khathir (bisikan hati) pada empat bagian:
Pertama, gerakan dan desiran jiwa tanpa meminta kebaikan dan kejelekan, maka ini disebut KHOTIR saja.
Kedua, desiran jiwa yang Allah ciptakan sesuai dan selaras dengan kehendak nafsu, dan disebut HAWA NAFSU.
Ketiga, pembicaraan hati yang datang setelah ajakan malaikat mulhim, maka nafsu ini disebut ILHAM.
Keempat, perkataan hati yang ada setelah bisikan syetan, dan disebut WASWASAH. (Syekh Dahlan, Sirajut Talibin, 299/1).

Abu Thalib al-Makki, membagi desiran jiwa pada (ibid, 300) :

1) Jika desiran itu kebaikan, maka disebut ILHAM,

2) ika desiran mengajak kejelekan, disebut WASWAS,

3) Jeritan jiwa ekspresi ketakutan, disebut IJAS,

4) Jika keinginan melakukan kebaikan atau keburukan, disebut NIAT.

5) Apabila membayangkan dan memanage hal yang mubah, maka disebut UMNIYYAH dan AMAL (dengan hamzah bukan ain),

6) Jika merenungkan siksaan dan keadaan akhirat, disebut TAFAKKUR dan TADZAKKUR, 7) Jika merasakan sesuatu ghaib menjadi tampak nyata baginya, disebut MUSYAHADAH, 8) Jika hati membicarakan kehidupannya, disebut HAMUN,
9) Apabila membayangkan kebiasaan dan menentang syahwat, disebut LAMAM, [1] Secara bahasa, waswas juga bisa diartikan; (a) omongan hati, (b) omongan yang tidak teratur karena kaget, (c) bisikan syetan dalam hati. Lihat: Ibnu al-Mandzur, Lisan al-Arab, dengan passwrod: waswas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar