MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Minggu, 01 Januari 2012

ISTIDROJ - KENIKMATAN YANG MEMBINASAKAN

Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah

Allah berfirman dalam Al- Qur’an: أدعوني أستجب لكم
“ Mintalah kalian pada Ku, niscaya Aku kabulkan”

Ini merupakan janji Allah yang akan diberikan kepada siapa saja dalam urusan dunia , bahkan kepada Iblis sekalipun. Sedang tentang urusan akherat hanya akan diberikan kepada orang- orang yang dikasihi Nya, yakni para mukminin- mukminat.

Mengapa demikian, karena bagi Allah, segala kekayaan materi dan segala kemewahan dunia adalah sesuatu yang tidak ada nilainya disisi Allah, bahkan jika dibanding dengan sayap seekor nyamuk sekalipun. Sebagaimana pernyataan sebuah hadist:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ

Dari Sahl bin Sa’d as-Saa’idiy rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Seandainya dunia itu bernilai di sisi Alloh seberat sayap nyamuk tentu Dia tidak akan sudi memberi minum pada orang kafir walau hanya seteguk air.’” ( HR. Tirmidzi, dia berkata : “Hadits Hasan Shohih” . Adapun Syaikh Al Albani rohimahulloh menilainya Shohieh lighoirihi dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 3240 )
Demikianlah tatkala Iblis memohon- mohon untuk diberikan kesempatan umur panjang agar dapat selalu menggoda manusia, do’a ini dikabulkan Allah, sehingga Iblis beserta zuriyatnya tak akan mati sampai hari kiamat, sesuai firman Allah ketika menceriterakan permintaan Iblis:

ﻗََﺎﻞَ ﺮَﺐِّ ﻔَﺄَﻨْﻈِﺮْﻨِﻲْ ﺇِﻟَﻰ ﻴَﻭْﻡِ ﻴُﺑْﻌَﺛُﻮْﻦَ

“Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. (Al- Hijr 36/ Shod 79).
Allah pun mengabulkan permintaan Iblis tersebut dengan firman Nya:

ﻗَﺎﻞَ ﻔَﺈِﻨَّﻚَ ﻤِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻨْﻈَﺮِﻴْﻦَ - ﺇِﻟَﻰ ﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻮَﻗْﺕِ ﺍﻟْﻤَﻌْﻟُﻮْﻡِ

“Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan (ajalnya). Sampai waktu yang telah dimaklumi (yakni hari kiamat)”. Al- Hijr 37- 38.

Bahkan segala fasilitas yang dimiliki Iblis dalam hal kemampuan fisik, tidak dicabut oleh Allah, sebagaimana kemampuan terbang diawang- awang, kemampuan menempuh jarak yang jauh bahkan sanggup mengitari bumi dalam sekejap, atapun kemampuan masuk kedalam alam pikiran seseorang, kedalam relung jiwa bahkan masuk dalam peredaran darah, semuanya tetap ada pada Iblis.

Demikian juga permintaan para musuh Allah dan para orang- orang kafir teman- teman Iblis lainnya tentang urusan duniawi, semua ini dikabulkan Allah bukan sebagai tanda kasih sayang Nya, namun sebagai ISTIDROJ (penglulu.jw). Artinya Allah memenuhi keinginan mereka disertai kemarahan dan laknat. Kita bisa melihat banyak orang kafir didunia ini sebagaimana Qorun, Fir’aun, Namruz, dan masih banyak lagi contoh lainnya baik di era pra sejarah maupun di era modern ini, bahkan oleh Allah kepada mereka telah dibukakan pintu- pintu rezki, kemewahan materi sebagai bentuk ISTIDROJ dan LAKNAT kepada mereka, sebagaimana firman Allah:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذْكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلَّ شَئٍ
حَتَّى إِذَا فَرِحْوْا بِمَا أُوْتُوْا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَاهُمْ مُبْلِسُونَ

“Kemudian apabila mereka melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan, sehingga apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejutkan (dengan bala bencana yang membinasakan), maka mereka pun berputus asa (dari mendapat suatu pertolongan”). ( Ayat 44 : Surah al-An’aam )

وَمَا أَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ
وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ . ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكاَنَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّى عَفَوْا وَقَالُوْا
قَدْ مَسَّ اَبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لاَ يَشْعُرُوْنَ

“Dan Kami tidak mengutus dalam sesebuah negeri seorang nabi (yang didustakan oleh penduduknya), melainkan Kami timpakan mereka dengan kesusahan (kesempitan hidup) dan penderitaan (penyakit), supaya mereka tunduk merendah diri (insaf). Setelah (mereka tidak juga insaf) Kami gantikan kesusahan itu dengan kesenangan hingga mereka berkembang biak (serta bersuka cita) dan berkata (dengan angkuhnya): “Sesungguhnya nenek moyang kita juga pernah merasai kesusahan dan kesenangan (sebagaimana yang kita rasakan)”. Lalu Kami timpakan mereka (dengan azab siksa) secara mengejutkan , dan mereka tidak menyadarinya”. ( Ayat 94 & 95 : Surah al-A’raaf )

Maka, datangnya karunia Allah berupa kekayaan materi jangan sampai menjadikan kita GR, atau menganggap bahwa kita sedang dicintai Allah. Bahkan banyak para kekasih Allah yang justru bergetar takut serta memohon ampun kepada Allah tatkala tiba- tiba karunia nikmat berdatangan kepada dirinya, mereka takut, seandainya nikmat karunia yang datang itu tidak disertai rahmat, tetapi bersamaaN dengan datangnya laknat Allah, Na’uudzu Billaahi Min Dzaalik. Sebagaimana pesan Ibnu Atho’illah As- Sukandari dalam Kitab Al- Hikam:

خَفْ مِنْ وُجُوْدِ إِحْسَانِهِ إِلَيْكَ وَدَوَامِ إِسَاءَتِكَ مَعَهُ أَنْ يَكُوْنَ ذَالِكَ إِسْتِدْرَاجًا لَكَ..... سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُوْنَ

"Takutlah kamu terhadap karunia Allah yang terus menerus kamu peroleh, sedangkan saat itu kamu sedang melanggar perintah- Nya. Jangan sampai karunia itu datang semata- mata ISTIDROJ bagimu, (Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al- A’rof 182):

“KAMI AKAN BINASAKAN MEREKA PERLAHAN-LAHAN DENGAN JALAN YANG MEREKA TIDAK SADARI”..

Demikianlah, tatkala mendapatkan suatu anugerah, hamba Allah yang awam dan beriman akan bersyukur mengucap Alhamdulillah, namun bagi para manusia pilihan Nya,yakni para kekasihnya, mereka tidak cukup hanya bersyukur, namun sekaligus bertasbih dan beristighfar, seraya memohon agar kiranya karunia itu bukanlah ISTIDROJ, namun sebagai bentuk kasih sayang Allah, sebagaimana Allah mengajarkan kepada Nabinya ketika nanti dapat menaklukkah Mekah:

" TATKALA TELAH DATANG PERTOLONGAN ALLAH DAN KOTA MEKAH TAKLUK..
DAN KAU AKAN MELIHAT SEKALIAN MANUSIA MASUK AGAMA ISLAM DENGAN BERBONDONG- BONDONG..
MAKA (KETIKA ITU) HENDAKNYA KAU BERTASBIH, MEMUJI TUHAN MU DAN BER- ISTIGHFAR LAH...
SESUNGGUHNYA DIA (TUHAN MU ITU) ADALAH MAHA PENERIMA TOBAT" (SURAT AN- NASHR JUS 30)


INGAT: JARANG MANUSIA MATI GARA- GARA SESUATU YANG PAHIT, NAMUN BETAPA BANYAK YANG JUSTRU TEWAS KARENA RASA MANIS!. INSTROSPEKSILAH TATKALA MENDAPATKAN KARUNIA ALLAH!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar