MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Jumat, 29 April 2011

@ PENGASIHAN - JIMAT- JAMPI-JAMPI DAN JAPA MANTRA

BATAS ANTARA IMAN DAN SYIRIK
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah

• Tatkala Nabi Musa menghidupkan orang mati terbunuh dengan cara dipukul dengan bagian (lidah/ buntut) sapi, (Al- Baqoroh- 67), maka menjadi musyriklah bila seseorang percaya bahwa yang memiliki kekuatan menghidupkan adalah bagian BUNTUT/ LIDAH sapi atau kekuatan nabi Musa sendiri,bukannya Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Isa menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta dan penyakit sopak (Ali Imron 49), banyak yang percaya bahwa itu adalah kekuatan nabi Isa sendiri, bukannya percaya kepada kekuatan Allah Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan yang diberikan kepada nabi Musa dan Isa…..


Tatkala Nabi Musa membelah lautan merah dengan TONGKAT nya (Al- Baqoroh 50), maka menjadi musyriklah seseorang yang percaya bahwa tongkatnya itulah yang memiliki kekuatan membelah lautan….

Tatkala nabi Muhammad menyatakan bahwa “Habbah sauda’” itu obat dari segala penyakit kecuali kematian” – shohih, maka menjadi kafirlah seseorang yang percaya bahwa “HABBAH SAUDA’ itu memang memiliki kekuatan sendiri yang menyembuhkan, bukan khasiyat kekuatan dari Allah……

Ketika nabi Muhammad menyatakan bahwa “AIR ZAMZAM” itu mempunyai khasiyat sesuai apa niat peminumnya”- shohih, maka menjadi musyriklah seseorang yang mendewakan” air zamzam… Tatkala seseorang percaya bahwa opium dan heroin itu mempunyai sifat dan kekuatannya sendiri yang merusak tubuh dan jiwa, maka orang tersebut ada dalam bahaya kekafiran.

Ketika seorang pasien mendatangi seorang dokter (atau dukun) dan diberi paracetamol, kemudian pasien itu percaya bahwa kesembuhannya karena PARACETAMOL atau karena sang dokter, maka menjadi rusaklah keimanan dia, kecuali kalau ia percaya bahwa ALLAH TELAH MELETAKKAN KHASIAT (Content) PENURUN PANAS pada paracetamol.

Bila seorang meyakini bahwa Uranium. Plutonium, Radium dll memiliki Khasiyat (content) “GAIB” tak kelihatan mata yang dapat merusak tubuh dan dapat merangsang mutasi gen yang dapat menimbulkan Cancer, serta memiliki kekuatan “JIN ATOMIC”(kekuatan atom/nuclear yang dahsyat, seperti kekuatan JIN) maka selama ia meyakini yang memberikan CONTENT/ khasiyat itu adalah Allah, maka itu tak menjadi masalah.

Inti masalahnya karena Allah sangat CEMBURU dan marah bila ada hambanya yang menyekutukan Nya, sehingga seseorang yang memajang Foto Bapak President, dan ketika tidak ada sedikitpun terbersit suatu pemikiran untuk menyembah dan mengkultuskan beliau, tentu berbeda bila yang digantungkan adalah tokoh pewayangan yang dianggap oleh sebagian orang yang meyakininya, ROH nya dapat menaungi si empunya rumah. Maka menggantung gambar presiden tidak mengandung bahaya Syirik, berbeda dengan menggantungkan gambar salah seorang tokoh pewayangan, kecuali jika memang benar- benar hanya untuk sekedar hiasan.

Contoh- contoh diatas menjelaskan kepada kita bahwa Allah tidak mustahil menempatkan khasiyat dan content tertentu kepada benda- namun hati- hati jangan sampai diyakini bahwa benda itulah yang memiliki kekuatan sendiri.

Tatkala nabi Dawud berdo’a “Robbana afrigh alaina shobron watsabbit aqdaaman wan shurna alal qoumil kafiriin” (Al- Baqoroh 250), tentu saja dengan bahasa Ibrani (nabi Dawud keturunan Bani Israel yang berbahasa Ibrani) dan tentu terasa aneh ditelinga kita yang tak mengerti bahas Ibrani- seperti mantra saja-, maka do’a yang setara dengan itu DENGAN BAHASA APAPUN yang tujuannya hanya kepada Allah adalah terpuji dan do’a itu bernilai ibadah, KARENA DO’A TIDAK HARUS MEMAKAI BAHASA ARAB.

Sebaliknya segala do’a WALAU PAKAI BAHASA ARAB, bila mengandung keyakinan KEKUATAN SELAIN ALLAH, maka do’a itu adalah DO’A YANG TERTOLAK.

Begitu pula dengan Hizb (bacaan/ do'a tertentu). Hizib apapun apalagi yang ma'tsurot yang dibaca dengan mengharap meyakini akan datangnya pertolongan Allah, maka itu baik.

Sebaliknya Hizib apapun yang diyakini MEMILIKI KEKUATANNYA SENDIRI, maka itu tertolak….
Maka ketika kita membaca Hizib (Wirid tertentu), niatan kita harus tulus, semata- mata hanya mengharap karunia dan pertolongan Allah semata, bukan karena kekuatan Hizib itu sendiri. Sebagaimana sabda Nabi: " Barang siapa membaca ayat Kursiy diwaktu pagi, maka ia akan selamat dari gangguan Syetan sampai petang, dan barang siapa yang membacanya diwaktu petang maka ia akan selamat dari gangguan syetan sampai pagi"- sohih. Maka saat membaca hizib tersebut kita harus meyakini bahwa yang menyelamatkan kita dari gangguan syetan bukan hizib ayat kursiy tersebut, tapi karena pertolongan Allah.......

Ada yang penting tentang perlunya disiplin dalam membaca Hizb, untuk itu kami ingatkan pesan nabi tentang Hizb agar bagi para pengamal Hizib, jangan sampai melalaikan Hizbnya;

‘An Umar bin al- Khottob Qoola, Qoola Rasulillahi SAW: “Man Naama ‘ala HIZBIHI minallail au min syai-in minhu faqoro’ahuu maa baina sholatil fajri washolatid dhuhri kutiba lahuu ka annamaa qoro’ahuu minal lail”. = Barang siapa ketiduran dari HIZB nya disuatu malam atau sebagian darinya kemudian ia membacanya diwaktu antara sholat subuh dan solat dhuhur, maka ia dituliskan seperti telah membaca hizb nya dimalam hari. Shohih, H.R. Muslim – Ryadhus sholihin bab Fil mukhafadhoh ‘alal a’maal .no,2 halaman 92.

Beberapa contoh larangan Nabi SAW tentang JIMAT dan MANTRA- MANTRA Jahiliyyah.

1. Dalam sebuah hadits,dari Imran bin Husain,Radhiyallahu Anhu,menuturkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliu bertanya :”apakah ini? Orang itu menjawab :”Penangkal sakit”. Nabi pun bersabda:”Lepaskan itu, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; soalnya kalau kamu mati sedang dia itu masih ada pada tubuhmu , kamu tidak akan beruntung selama lamanya” hadits riwayat Imam Ahmad.

2.Dirwayatkan hadits marfu’ dari Abdullah bin Ukaim: "Barangsiapa menggantungkan sesuatu barang (dengan anggapan bahwa barang itu bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), niscaya Allah menjadikan dia selalu mengandalkan barang tersebut". (hadits riwayat Imam Ahmad dan at-Turmidzi).

Kedua petikan hadits ini berkaitan dengan :

1.Ruqyah;yaitu Ayat- ayat/ do'a- do'a dan jampi- jampi sering pula di sebut pula Azimah (Jawa: Jimat) ini khusus diizinkan selama penggunannya bebas dari hal-hal syirik, soalnya Rasulullah telah memberi keringanan dalam hal ini.

Tentang ruqyah ini, hadits-hadits yang shahih menunjukkan bahwa jika dari ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang diperbolehkan, maka itu tidak apa-apa, juga bila dengan bahasa yang diketahui maknanya (misalnya bahasa Jawa) dan tidak mengandung kesyirikan, serta yang melakukan ruqyah tidak bersandar pada ruqyah itu, ia hanya meyakini itu sebagai salah satu sebab karenanya semua dari Allah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:


لا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا



“Tidak mengapa dengan ruqyah selama itu tidak termasuk dari syirik.”



Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah melakukannya serta sebagian sahabatnya juga pernah melakukannya.


2.Tamimah (Kalung/ Gelang Jimat) :sesuatu yang di kalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang di sebabkan rasa dengki seseorang ,dst.
Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkannya melalui jalan lain dari ‘Uqbah bin ‘Amir dengan lafadz:


مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ


“Barangsiapa menggantungkan tamimah/jimat maka ia telah berbuat syirik.”


Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Sedang tamimah itu maknanya adalah sesuatu yang digantungkan pada anak-anak atau orang lain dengan tujuan menolak bahaya mata hasad, gangguan jin, penyakit, atau semacamnya. Sebagian orang menyebutkannya hirzan/penangkal, sebagian lagi menamainya jami’ah. Benda ini ada dua jenis:


#. Pertama- Yang diharamkan: yang terbuat dari nama-nama setan, dari tulang, dari rangkain mutiara atau rumah kerang, paku-paku, symbol-simbol yaitu huruf-huruf yang terputus-putus atau semacam itu. Jenis ini hukumnya haram tanpa ada keraguan karena banyaknya dalil yang menunjukkan keharamannya. Dan itu merupakan salah satu bentuk syirik kecil berdasarkan hadits-hadits tadi serta berdasarkan hadits yang semakna dengannya. Bahkan bisa menjadi syirik besar bila orang yang menggantungkan/memakainya meyakini bahwa benda-benda itulah yang menjaganya atau menghilangkan penyakitnya tanpa izin Allah Subhanahu wa Ta’ala serta kehendak-Nya.

#. Kedua- Yang diperbolehkan: sesuatu yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan semacam itu dari doa-doa yang baik. Untuk jenis ini para ulama berbeda pendapat, sebagian mereka membolehkannya dan mengatakan bahwa hal itu sejenis dengan ruqyah/jampi-jampi yang diperbolehkan.

Sebagian Ulama’ lagi menutup rapat- rapat kebolehan menggunakan tamimah ini (ﺴﺪا ﻟﺬﺭﻴﻌﺔ اﻟﺷﺭﻚ) untuk mencegah terjadinya perbuatan syirik yang besar dosanya. (Lihat Fatwa- Syekh Abdullah bin Baz pada Majmu’ Fatawa wa Maqoolat Mutanawwi’ah II).

3.Wadaah (Benda Jimat): sesuatu yang di ambil dari laut, menyerupai rumah kerang: menurut anggapan orang-orang Jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit .Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat dari taring babi, kulit atau kuku harimau dll, kecuali yang memang secara logika memiliki kandungan obat tertentu seperti biji pala yang aromanya menyebabkan tenang, atau gelang magnetic berpengaruh pada peredaran darah, atau sandal yang ada titik accupressurenya dan tidak ada nilai mistiknya.

4.Tiwalah (Mantra-Pelet/ Pengasihan): sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat membikin istri mencintai suami,atau seorang suami mencintai istrinya.

Keempat hal ini menurut Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu adalah perbuatan yang terlarang.
Gelang, benang dan sejenisnya tidak berguna untuk menolak atau mengusir sesuatu penyakit, bahkan berbahaya , karena bagi seseorang yang lemah imannya dapat menyebabkannya PERCAYA PADA KEKUATAN BENDA, dan ini termasuk kepercayaan ANIMISME yang merupakan perbuatan SYIRIK yang dimurkai Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar