MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Senin, 16 September 2013

BAGAIMANA HUKUMNYA MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT KETIKA MAU BER- QURBAN

Hukum memotong kuku dan rambut untuk pelaku Qurban




WWW.miwitihombo.blogspot.com




Assalamu'alaikum w.w.

TANYA:

Mohon penjelasan keutamaan larangan menggunting kuku dan rambut kita yang hendak berqurban dari tanggal 1-10 dzulhijah?
Wassalam
Anggoro
Apakah orang yang hendak berkurban dilarang memotong rambut dan memotong kuku seperti halnya orang yang sedang menunaikan Ihrom haji? 

JAWAB:

Mayoritas ulama mengatakan disunnahkan  untuk tidak memotong kuku dan rambut bagi yang akan melaksanakan qurban. Sebagian ulama mengatakan itu perkara mubah.

Pendapat tersebut berlandaskan pada hadist Aisyah r.a. bahwa: Rasulullah saw mengirimkan qurban dari Madinah dan beliau tidak menjauhi apapun yang harus dijauhi oleh seorang yang berhaji sehingga qurban disembelih. [h.r. Bukhari dan Muslim]

Adapun hadist Ummu Salamah r.a. riwayat Muslim "Ketika kalian melihat hilal Dzul Hijjah, dan kalian ingin ber-qurban, maka hendaknya menjaga diri dari rambut dan kukunya” - sebagian riwayatkan mengatakan "dan kulitnya" – artinya adalah larangan makruh [nahyu karahah] dan tidak sampai pada tingkat haram mengingat adanya hadist pertama dan kedua amalan tersebut aslinya adalah sunnah dilakukan.

Riwayat dari imam Ahmad dan sebagian ulama pengikut mazhab Syafii mengatakan hukumnya haram memotong rambut dan kuku orang yang hendak melaksanakan qurban dengan berlandasan pada hadist riwayat imam Muslim tersebut. Imam Nawawi menambahkan bahwa tujuannya adalah agar pembebasan dari neraka itu sempurna untuk seluruh badannya.

Berikut teks hadit tersebut:
عن أم سلمة رضي الله عنها أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: ( إذا دخلت العشر - أي العشر الأول من ذي الحجة - وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره وبشره شيئاً ) رواه مسلم .
وفي رواية أخرى : ( إذا دخل العشر ، وعنده أضحية يريد أن يضحي ، فلا يأخذنَّ شعراً ولا يقلمنَّ ظفراً ) رواه مسلم .
وفي رواية أخرى : ( إذا رأيتم هلال ذي الحجة ، وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره ) رواه مسلم .
وفي رواية أخرى : ( .... فلا يأخذنَّ من شعره ولا من أظفاره شيئاً حتى يضحي ) رواه مسلم.


Penjelasan Imam Nawawi dalam Syarah Muslim:

الحاشية رقم: 1
قوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره وبشره شيئا ) وفي رواية : ( فلا يأخذن شعرا ولا يقلمن ظفرا ) واختلف العلماء فيمن دخلت علي
ه عشر ذي الحجة وأراد أن يضحي ، فقال سعيد بن المسيب ، وربيعة ، وأحمد ، وإسحاق ، وداود وبعض أصحاب الشافعي : إنه يحرم عليه أخذ شيء من شعره وأظفاره حتى يضحي في وقت الأضحية ، وقال الشافعي وأصحابه : هو مكروه كراهة تنزيه وليس بحرام ، وقال أبو حنيفة : لا يكره ، وقال مالك في رواية : لا يكره ، وفي رواية : يكره ، وفي رواية : يحرم في التطوع دون الواجب ، واحتج من حرم بهذه الأحاديث ، واحتج الشافعي والآخرون بحديث عائشة - رضي الله عنها - " قالت : كنت أفتل قلائد هدي رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم يقلده ، ويبعث به ولا يحرم عليه شيء أحله الله حتى ينحر هديه " رواه البخاري ومسلم .

قال الشافعي : البعث بالهدي أكثر من إرادة التضحية ، فدل على أنه لا يحرم ذلك وحمل أحاديث النهي على كراهة التنزيه .

قال أصحابنا : والمراد بالنهي عن أخذ الظفر والشعر النهي عن إزالة الظفر بقلم أو كسر أو غيره ، والمنع من إزالة الشعر بحلق أو تقصير أو نتف أو إحراق أو أخذه بنورة أو غير ذلك ، وسواء شعر الإبط والشارب [ ص: 120 ] والعانة والرأس ، وغير ذلك من شعور بدنه ، قال إبراهيم المروزي وغيره من أصحابنا : حكم أجزاء البدن كلها حكم الشعر والظفر ، ودليله الرواية السابقة : ( فلا يمس من شعره وبشره شيئا ) قال أصحابنا : والحكمة في النهي أن يبقى كامل الأجزاء ليعتق من النار ، وقيل : التشبه بالمحرم ، قال أصحابنا : هذا غلط ؛ لأنه لا يعتزل النساء ولا يترك الطيب واللباس وغير ذلك مما يتركه المحرم .

ARTI DARI TEKS TERSEBUT DIATA: 

“ Sabda Rasulullah SAW:” "Jika (Salah seorang) telah masuk pada sepuluh (Dzul Hijjah), sedangkan ia memiliki hewan kurban yang hendak dikurbankan, maka jangan sekali-kali ia mencukur rambut atau memotong kuku." Dan dalam satu riwayat :” hendaknya ia tidak mencukur rambut dan tidak memotong kuku terlebih dahulu."

Para Ulama berbeda pendapat tentang orang yang memasuki tanggal 10 bulan Dzulhijjah dan ingin berkurban. Sa’id bin Musayyab , Rabi’ah, Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian sahabat-sahabat Syafi’I berpendapat : Haram atasnya sesuatu dari rambut dan kukunya sehingga datang waktu berkurban.


As Syafi’I dan Sahabat-sahabatnya berpendapat hal itu dimakruhkan dengan makruh tanzih tidak sampai haram.


Abu Hanifah berpendapat tidak makruh.


Imam Malik dalam salah satu riwayat berpendapat tidak makruh. Tetapi dalam riwayat lain berpendapat makruh. Dan dalam salah satu riwayat berpendapat haram dalam Qurban sunnah dan tidak haram dalam qurban wajib.


As Syafi’I dan yang lainnya berargumentasi dengan Hadis ‘Aisyah RA beliau berkata : Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Aku mengikatkan tali pada hewan qurban Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengikatnya kembali dengan tangan Beliau lalu mengirimnya . Maka sejak itu tidak ada yang diharamkan lagi bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari apa-apa yang Allah halalkan hingga hewan qurban

disembelih" .Hadist diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

As Syafi’I berkata : Mengirim hewan Qurban lebih banyak dari pada ingin berqurban, maka ini menunjukan bahwa hal itu tidak diharamkan dan hadis-hadis larangan membawa pengertian makruh tanzih, bukan harom.

Sahabat-sahabat kami ( As Syafi’i) berkata : Yang dikehendaki dengan larangan mengambil kuku dan rambut yaitu larangan memotong kuku atau membelah atau dengan cara lainnya, dan larangan menghilangkan rambut adalah menghilangkan rambut dengan cara cukur, memotong, mencabut, membakar, mengambilnya dengan kapur atau dengan cara yang lainnya. Apakah itu rambut ketiak, jenggot, Rambut kemaluan, Kepala dan rambut-rambut lain yang terdapat di badan.


Sahabat-sahabat kami, Ibrahim Al Marjawi dan yang lainyya berkata : hukum seluruh angota badan adalah hukumnya rambut dan kuku, dan dalilnya adalah riwayat yang telah lalu hendaknya ia tidak menyentuhkan sesuatupun akan rambut dan kulit.”

Sahabat-sahabatku berkata : “hikmah dalam larangan itu adalah supaya semua anggota badan tetap dibebaskan dari Neraka, dan dikatakan : “serupa dengan orang yang ihram.” Sahabat-sahabatku berkata : pendapat ini salah (karena orang yang berkurban) tidak menghindari istri, tidak meninggalkan wewangian, pakaian dan yang lainnya sebagaimana larangan-larangan ihram.

Oleh karena itu sangat dianjurkan, bagi mereka yang akan BER QURBAN, hendaknya mempersiapkan diri dengan mencukur rambut, kumis, dan memotong kuku sebelum memasuki tanggal 1 Dzul Hijjah.(Admin mit). 

Wallahu a’lam

Sumber: Pesantren virtual :
LIHAT MASALAH SEPUTAR QURBAN LAINNYA DI BLOG INI PULA, PADA: 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar