MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Selasa, 07 Desember 2010

@ MASIH ADAKAH KESEMPATAN BERHIJROH?

Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah




Tanbihun.com Mengenang kota Madinah berarti mengenang peristiwa Hijrah, yaitu perjalanan Nabi secara sembunyi-sembunyi dari kota Mekah menuju Yatsrib. Saat itu Mekah suasananya begitu genting. Musuh-musuh Nabi sudah memutuskan untuk membunuhnya seteah segala usaha pemboikotan, panzaliman dan pemerkosaan kepada segenap pengikut Muhammad ternyata tidak membuahkan hasil. Bahkan makin hari makin banyak orang-orang yang mencampakkan keyakinan menyembah berhalanya untuk kemudian mengikuti seruan Nabi yakni hanyalah mengakui KEESAAN ALLAH SWT.



Yang paling menggelisahkan musuh-musuh Nabi adalah hampir semua pengikut Muhammad telah be- migrasi ke Yatsrib, hanya tinggal Nabi beserta beberapa orang sahabatnya saja yang masih tinggal di Mekah. Bila sampai Nabi hijrah ke Yatsrib, celakalah nasib perdagangan dan ekonomi mereka karena kota Madinah itu terletak dijalur perdagangan yang harus mereka lalui bila mereka akan berdagang ke Syam (Siria/Irak). Kaum muslimin pasti akan membalas kezaliman mereka saat mereka melintas Yatsrib dengan merampas barang dagangan mereka.

Mulai saat itu pola pemusuhan mereka tidak melulu soal keyakinan saja, tetapi sudah bercampur dengan kepentingan ekonomi yang akan sangat menentukan mati hidup suku Quraisy yang sangat tergantung ekonominya dengan berdagang ke mancanegara itu sesuai Surat Al- Quraisy.

Maka para pembesar Quraisy segera bersidang, dan segera diputuskan: agar setiap kabilah (Marga) dari suku Quraisy penentang Nabi itu akan mengirimkan satu pemuda pemberaninya untuk nanti secara bersama-sama memukulkan pedang mereka ketubuh Nabi, sehingga marga Abdi Manaf yang besar dan kuat dimana Muhammad berada dalam perlindungan marga yang kuat itu, tidak mungkin menuntut balas kepada seluruh marga yang pemudanya bertanggung jawab terhadap kematian Nabi.

Keajaiban terjadi. Nabi dengan mudah lolos didepan hidung para pengepung itu. Bahkan Nabi sempat menaburkan debu keatas kepala masing-masing pengepungnya. Sampai detik-detik terakhir pengepungnya masih menyangka Nabi masih tertidur nyenyak, karena posisinya secara gagah berani telah digantikan oleh S.Ali, seorang kemenakan sekaligus sahabatnya yang sejati. Dengan melalui jalan yang tidak biasa dengan ditemani sahabat karibnya, Abu bakar, Nabi sampai di Quba’, istirahat disana 4 hari, mendirikan masjid Quba’ yang terkenal itu dan kemudian pada tanggal 12-Rabi’ul Awwal beliau bersama Abu Bakar dan Ali sempat menyusulnya di Quba’, sampai di Yatsrib kurang lebih setelah zawal, yang kemudian kota Yatsrib tersebut lebih dikenal sebagai MADINAH.(Madiinatur Rasuul= Kota Rasul).

Nabi menyatakan: ”Tak ada hijrah setelah takluknya kota Mekah”.

Yang masih ada adalah hijrah ma’nawi, sesuai pernyataan Nabi: ”Seorang muslim yang sejati adalah seseorang dimana masyarakat muslim yang lain merasa aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang ber-hijrah adalah seseorang yang berpindah meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah”.

Maka orang yang sedang mencari ilmu dalam kosa kata Islam adalah sedang berhijrah, karena dia sedang meninggalkan kebodohan yang dibenci Allah. Orang yang sedang bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga adalah sedang berhijrah karena “kemiskiinan itu mendekatkan kekafiran”, dan kekafiran adalah musuh Allah. Orang yang sedang berusaha menanggalkan sifat malasnya itu pada hakekatnya sedang berhijrah karena Nabi pernah bersabda: “Wahai Allah, aku berlindung kepadamu dari sifat malas…… pendek kata setiap orang yang sedang berusaha merubah perilakunya yang negative, yang dibenci Allah, menjadi perilaku yang positif yang di ridhoi Allah, pada hakekatnya dia sedang berhijrah.(zid)

Seraya mengucapkan:


SELAMAT TAHUN BARU 1- MUHARROM 1432 HIJRIYYAH.


“SEMOGA KEDEPAN LEBIH BAIK DARI MASA- MASA LALU”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar