MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Senin, 31 Oktober 2011

MASJID IJABAH - SAKSI ADANYA DO'A NABI YANG TIDAK DIKABULKAN ALLAH

Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah



Imam Bukhory dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, bahwa suatu saat Nabi Muhammad datang dari gunung dan melewati Masjid Bani Mu’awiyah*). Beliaupun memasuki mesjid tersebut dan sholat disana serta berdo’a sangat lama. Setelah selesai kemudian beliau menyatakan:

سَأَلْتُ رَبِيْ ثَلاَثاً – فَأَعْطَانِيْ اثْنَيْنِ – وَمَنَعَنِيْ وَاحِدَةً : سَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيْهَا- وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيْهَا – وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُعَجِّلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا – رواه البخاري ومسلم عن سعد بن أبي وقاص
(Sabda Nabi):
“Aku memohon kepada Rob/Tuhanku tentang tiga hal, maka Allah mengabulkan DUA permintaanku dan menolak SATU permintaanku: Aku memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan kelaparan, maka permohonanku ini dikabulkan Nya. Aku juga memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan ditenggelamkan, maka permohonanku inipun dikabulkan oleh Nya. Akupun memohon agar mereka tidak dirusak dengan perpecahan dan perbedaan pendapat, maka permohonanku yang ini tidak dikabulkan Allah”.(Lihat Mukhtaarul Ahaadist An- Nabawiyyah bab Siin).


Rupanya perpecahan dan perbedaan pendapat sudah merupakan Sunnatulloh yang tak terelakkan. Ada masanya ummat Islam bersatu padu, tatkala mereka dipimpin oleh para pemimpin/ muballigh Motivator Persatuan sebagaimana ummat Islam tatkala dipimpin oleh Abu Bakar, Umar, Umar bin Abdul Aziz, Solahuddin Al- Ayyubi, Muhammad Al- Fatih, dll.

Para pemimpin seperti inilah para pemimpin GOLONGAN KANAN, yang selalu menebarkan motivasi tentang kesabaran dan menebarkan CINTA KASIH diantara ummat:

ثُمَّ كاَنَ مِنَ الَّذِيْنَ أمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِاْلمَرْحَمَةِ ◙ أُولَئِكَ أَصْحاَبُ الْمَيْمَنَةِ ◙
(البلد 17)
“Maka kemudian adalah orang- orang yang beriman dan selalu berwasiyat tentang Kesabaran dan Cinta kasih, mereka itulah Golongan Kanan” (Q.S. Al- Balad 17).

Namun adakalanya ummat terpecah disaat adanya penyusup yang menyusup dan mengadu domba umat Islam seperti tatkala dizaman Utsman dan Ali dimana peran Sang Kuda Troya Abdullah bin Saba’ sangat besar didalam mengadu domba sesama muslim, namun adakalanya justru ummat Islam dipimpin oleh para pemimpin Provokator GOLONGAN KIRI yang lebih mengutamakan perbedaan daripada persatuan. Semboyan mereka: “Kalau kita bisa berbeda, mengapa harus sama?” Bukan sebaliknya: ”Kalau masih bisa dipersatukan, kenapa harus berbeda?”.Pemimimpin seperti ini lebh hapy bila terus berada dalam perbedaan dibanding dalam suasana penuh kedamaian. Maka dengan semboyan yang tersembunyi dalam lubuk hati yang timbul dari rasa hasad dan dengki ini dengan berbagai dalih yang diungkapkan Sang Pemimpin, yang katanya demi segala kebaikan, para pemimpin provokator Golongan Kiri ini akan selalu menampilkan sesuatu yang berbeda demi kepentingannya sendiri dan kelompoknya karena pengaruh egonya itu. Maka ummat Islam dibawah para pemimpin provokator ini telah masuk kedalam perangkap yang dahulu pernah dialami oleh para Ahlul Kitab:

تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعاً وَقُلُوْبُهُمْ شَتَّى ( الحشر 14)

“Mereka seperti bersatu, padahal hati mereka tercerai berai”.

Maka sesungguhnya terkabul tidaknya do’a Nabi yang ketiga itu sangat tergantung dari siapa pemimpin ummat saat itu. Adakah para pemimpin yang ada saat itu adalah Motivator Persatuan ataukah Provokator Perpecahan.
Kita memohon agar kiranya Allah segera mengirim para pemimpin Innovator dan Motivator, bukannya para pemimpin Provokator, agar kiranya ummat ini dapat segera menemukan kembali kejayaannya. Amiin.
_____________________________________

*)Mesjid tersebut sekarang bernama Mesjid Ijabah, berlokasi di Jalan Malik Faishal, 385 meter sebelah utara Pemakaman Baqi’ Medinah, 580 meter dari Mesjid Nabawi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar