MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Rabu, 23 November 2011

FANATISME GOLONGAN / ASHOBIYYAH

MENEBAR UKHUWWAH, MENGHAPUS ASHOBIYYAH
AHMAD AR RIFA’I[1]




Tanbihun- Akhir-akhir ini, umat Islam Indonesia sudah terjebak pada sikap ashobiyyah ( fanatic buta ) terhadap sukunya, rasnya, organisasi politiknya, bahkan tanah airnya. Masing-masing mereka tidak hanya suka membanggakan kelompok sendiri, tapi juga merendahkan kelompok lain. Sedemikian fanatiknya masing-masing mereka terhadap kelompok sendiri, seolah-olah mereka punya ‘akidah’: Kelompok sendiri selalu benar dan harus dibela mati-matian sampai mati. Inilah yang disebut ‘Ashabiyah. Terjadinya banyak peperangan dan pertumpahan darah di antara mereka, umumnya diakibatkan oleh ‘ashabiyah atau fanatisme kelompok ini.

Senin, 31 Oktober 2011

MASJID IJABAH - SAKSI ADANYA DO'A NABI YANG TIDAK DIKABULKAN ALLAH

Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah



Imam Bukhory dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, bahwa suatu saat Nabi Muhammad datang dari gunung dan melewati Masjid Bani Mu’awiyah*). Beliaupun memasuki mesjid tersebut dan sholat disana serta berdo’a sangat lama. Setelah selesai kemudian beliau menyatakan:

سَأَلْتُ رَبِيْ ثَلاَثاً – فَأَعْطَانِيْ اثْنَيْنِ – وَمَنَعَنِيْ وَاحِدَةً : سَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيْهَا- وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيْهَا – وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُعَجِّلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا – رواه البخاري ومسلم عن سعد بن أبي وقاص
(Sabda Nabi):
“Aku memohon kepada Rob/Tuhanku tentang tiga hal, maka Allah mengabulkan DUA permintaanku dan menolak SATU permintaanku: Aku memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan kelaparan, maka permohonanku ini dikabulkan Nya. Aku juga memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan ditenggelamkan, maka permohonanku inipun dikabulkan oleh Nya. Akupun memohon agar mereka tidak dirusak dengan perpecahan dan perbedaan pendapat, maka permohonanku yang ini tidak dikabulkan Allah”.(Lihat Mukhtaarul Ahaadist An- Nabawiyyah bab Siin).

Kamis, 20 Oktober 2011

@ TAWASSUL DALAM PERSPEKTIF HADIST

Tanbihun – Tawassul adalah berdoa dengan perantara, sedari dulu ulama dipenjuru dunia memperbolehkan dan mengamalkan tawassul baik dengan amal sholih, ataupun dengan pribadi dan kedudukan nabi Muhammad SAW serta para auliya’. Hanya saja semenjak datangnya gelombang pembaharuan yang dihembuskan oleh Muhammad Bin Abdul wahhab, maka terjadi goncangan ditubuh umat Islam. Mereka yang mengamalkan tawassul kepada Nabi dan para wali dicap sebagai biang Bid’ah dan Syirik. Bukan cuma itu, sejumlah auliya’ Alloh dihujat habis-habisan mulai dari Syaikh Ahmad Badawi sampai para wali songo di tanah jawa. ( Ada CD rekaman ceramah ustadz mereka pada penulis ).

Rabu, 05 Oktober 2011

WALISONGO TERNYATA TIDAK HANYA "SONGO" (SEMBILAN)


 e
WALI SONGO TERNYATA LEBIH DARI “SONGO (9)”
Diterjemahkan oleh: H. Khaeruddin Khasbullah, dengan beberapa tambahan
Judul asli:
Walisongo
The Nine Sufi Saints of Java








“Tiada seyogyanya seseorang patut menjadi pemimpin suatu bangsa
  Kecuali tatkala ia telah menguasai tiga hal, yakni:
- Ilmunya para ulama dan para cendekia
- Kebijaksana an para bijak bestari,
- Dan Ia telah memiliki siasat raja- raja……”.
(Syekh Abdul Qodir Al- Jiilany)

Minggu, 25 September 2011

SYEKH ABDUL QODIR AL-JIILANY BERBICARA TENTANG TAQWA

ANEKA RAGAM MAKNA TAQWA MENURUT SYEKH ABDUL QODIR AL- JIILANY
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah



Sering kita mendengar sang Khotib saat berkhotbah menjelaskan maksud dan arti makna kalimat TAQWA dengan definisi yang hampir seragam, yakni: ”Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”.

Ternyata definisi ini hanya merupakan sebagian kecil dari sekian banyak definisi yang diberikan ulama tentang hal itu. Berikut ini diantara beberapa definisi tentang TAQWA tersebut yang diberikan para ulama, di nukil dari kitab AL- GHUNYAH karya Syekh Abdul Qodir Al- Jiilany Jilid I yang telah beliau paparkan tak kurang dari 4 halaman dari halaman 141 sampai halaman 145, berisi lebih dari 50 definisi yang ber- aneka ragam- yang semuanya setelah diteliti merujuk kepada Al- Qur’an dan Sunnah Rasul . Disini penulis hanya akan mengambil beberapa definisi saja yang dinukil dari halaman 141:

Kamis, 08 September 2011

@ AMALAN SUNNAH HARIAN


Amalan Sunnah yang dicintai rasul

Rasululloh bersabda dalam hadist Qudsy, dimana Allah SWT berfirman:
..................................................................................
وما تقرب إلي عبدي بشئ أحب إلي مما افترضت عليه ولا يزال عبدي يتقرب إلي با لنوافل حتى أحبه - فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به - ويده الذي يبطش به - ورجله التي يمشي بها - وإذا سألني لأأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه ---رواه البخاري

"....Dan tidaklah seorang hamba Ku mendekat kepada Ku dengan sesuatu yang AKU cintai melebihi dari apa- apa yang TELAH AKU WAJIBKAN kepadanya. Dan tidaklah seorang hamba Ku mendekat kepada Ku dengan MELAKUKAN AMAL- AMAL SUNAH sehingga (akhirnya) AKU mencintainya. Dan apabila AKU telah mencintainya, maka AKU lah telinganya yang dia gunakan untuk mendengar, dan AKU lah matanya yang digunakan untuk dia melihat, dan AKU lah tangannya yang dia gunakan untuk dia mengambil, dan AKU lah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan.. Dan andaikan dia meminta sesuatu pasti aku kabulkan, dan jika ia meminta perlindungan kepada Ku pasti AKU lindungi. Hadist Qudsy riwayat Imam Bukhory.

Selasa, 23 Agustus 2011

@ ZUHUD DAN PENGERTIANNYA MENURUT SYAR'I

ZUHUD DAN PENGERTIANNYA MENURUT SYAR'I
Oleh:H. Khaeruddin Khasbullah.



Sering kita mendengar seseorang berbicara tentang perilaku ZUHUD, konotasinya seakan- akan seorang yang berperilaku zuhud (ZAHID) adalah seseorang yang berpenampilan sangat- sangat sederhana, kurang tidur, selalu berpuasa disiang hari dan melek dimalam hari, tidak mau bergaul dengan masyarakat kebanyakan bahkan MENGASINGKAN DIRI (UZLAH) dari kegiatan bermasyarakat dan menyembunyikan diri ditempat kontemplasi(Khalwat),menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bersifat duniawi dan kebendaan.