MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Senin, 27 Agustus 2012

KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN, MASIH PERLUKAH?


Hamid Krenz
of. Rhenald Kasali
(Guru Besar FE UI), share dari teman.

Profile of man screaming.
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Minggu, 12 Agustus 2012

1 SYAWAL- 1433 H, AKAN KAH TERJADI PERBEDAAN?

Oleh. H.Khaeruddin Khasbullah.

Jika penentuan awal Romadhon 1433 H yang telah lewat terjadi perbedaan/ ikhtilaaf yang cukup tajam, dimana Muhammadiyah yang menggunakan criteria WUJUDUL HILAL telah menentukan 1 Romadhon- 1433 H jatuh pada hari Jum’at, 20- Juli- 2012, demikian juga kontroversi Rukyatul Hilal pemerintah Saudi yang katanya dapat melihat bulan dan telah memastikan awal Romadhon juga jatuh pada hari Jum’at, (Lihat: Saudi Arabia Dapat Merukyat Hilal? Pada situs ini juga, yakni: http://miwitihombo.blogspot.com/2012/07/saudi-dapat-merukyat-hilal-kamis-19.html) dimana sebagian besar kaum muslimin di Indonesia melalui Sidang Itsbat yang digelar oleh Kemenag pada Kamis 19- Juli- 2012 menetapkan bahwa puasa dimulai dari tanggal 21 – Juli- 2012, hari Sabtu sehingga di Indonesia (juga dunia) mengalami perbedaan awal puasa, maka insya Alloh tidak demikian dengan penentuan 1 Syawal 1433 H nanti. Karena diprediksi setelah Ijtima’/ Conjubctie pada tanggal 17 – Agustus- 2012, saat matahari terbenam, bulan masih dibawah ufuk minus (-) 4 derajat 40 menit 38 detik (markaz Pekalongan), sehingga besoknya insya Alloh belum masuk bulan baru. Esoknya satu hari kemudian, pada Sabtu pada tanggal 18 – Agustus- 2012 itu, ketika matahari terbenam ketinggian bulan sudah plus 7 derajat, 28 menit, 57 detik, sehingga insya Alloh kita akan berlebaran bersama pada hari Ahad- 19- Agustus- 2012. Amiiin.

Senin, 06 Agustus 2012

AWAS BANGKRUT !!!

Oleh: H.KHAERUDDIN Khasbullah.

Sahabat Utsman bin Affan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi 4 perampas didalam kehidupan dunia dan akheratnya. Terhadap 3 Perampas yang pertama manusia tak akan mampu membela diri dan suka atau tidak suka dia harus menyerah, sedangkan pada perampas yang terakhir, seseorang dapat melawan dan justru harus melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan daya..

Perampas pertama adalah IZRAIL yang merampas nyawa setiap jiwa, baik mau atau tidak mau, siap ataupun tidak siap. Segagah perkasapun sesesorang, akhirnya ia harus merelakan nyawanya dirampas oleh sang Malakul Maut.

Rabu, 25 Juli 2012

SAUDI DAPAT MERUKYAT HILAL, KAMIS 19- JULY- 2012. BETULKAH?


SAUDI ARABIA DAPAT MERUKYAT HILAL AWAL ROMADHON 1433 H?
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah

KESAKSIAN RUKYATUL HILAL DI SAUDI PADA KAMIS 19- JULI- 2012:

Seperti kita ketahui bersama dari berita dunia bahwa Saudi Arabia telah menetapkan Awal Shiyam 1433 H jatuh pada hari Jum’at, 20- Juli- 2012. Padahal dari perhitungan astronomis, pada hari Kamis 19- Juli- 2012 posisi Hilal disana BELUM IMKAAN RUKYAT – sama seperti di Indonesia. (Lihat peta Imkaan Rukyat Dunia dibawah ini)


Minggu, 22 Juli 2012

SEPUTAR MASALAH PUASA RAMADHAN

Oleh Majlis Guru Yayasan MIT Al- Khairiyyah

Daftar pertanyaan:

I. Seputar masalah Puasa

1. Menentukan awal romadhon
2. Rukyat saat bulan masih dibawah ufuk
3. Puasa lupa niat tapi sahur
4. Niat satu kali untuk satu bulan puasa. Bolehkah?
5. Mimpi basah keluar sperma, apakah membatalkan puasa?
6. Belum mandi janabat tapi sudah masuk waktu Subuh. Puasakah?
7. Bagaimana kalau mandinya sengaja setelah Subuh?
8. Suntik tidak membatalkan puasa

Rabu, 11 Juli 2012

KAPAN AWAL PUASA DAN 1 SYAWAL 1433H. ?

H.Khaeruddin Khasbullah

Seperti kita ketahui sering terjadi beda waktu dalam penentuan awal dan akhir Romadhan. Sebagai contohnya adalah akhir Ramadhan 1428 H. Sebagian organisasi Islam menentukan tanggal 12-Oktober-2007 sebagai 1 Syawal, sedangkan Pemerintah dan beberapa organisasi Islam menentukan tanggal 13-Oktober-2007 sebagai awal bulan Syawal tersebut. Mungkin ada sebagian orang bertanya- tanya , mengapa perbedaan itu bisa terjadi, bukankah pada zaman modern sekarang ini posisi bulan dan matahari sudah dapat dihitung dengan sangat teliti bahkan sampai hitungan detik ? Ternyata masalahnya bukan pada beda perhitungan, tetapi lebih disebabkan dari adanya perbedaan penafsiran dan persepsi dari beberapa sabda- sabda Nabi sehingga berakibat kepada tata cara dan criteria penentuan bulan baru tersebut. Karena ternyata dalam beberapa methode perhitungan yang mereka lakukan, baik NU, Muhammadiyyah. Persis atau organisasi dan lembaga lainnya hasilnya mendekati sama, yakni sebagai contoh diatas, pada tanggal 11- Oktober- 2007, posisi bulan saat matahari terbenam adalah +/ - 00.37′.31” di Yogyakarta. Lalu, dimana sesungguhnya letak perbedaan itu? Mungkinkah perbedaan yang terjadi disatukan sehingga kaum muslimin dapat mengamalkan ibadah dan hari rayanya dengan seragam?


Kamis, 28 Juni 2012

KISAH TRAGIS DETIK-DETIK KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD SANG NABI PALSU

Takhrij
Nabi Muhammad bersabda:

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثلاثون كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي .

“Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.”

Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (3710), At-Tirmidzi (2145), Ibnu Majah (3942), Ahmad (21361), Al-Baihaqi dalam Dala`il An-Nubuwwah (2901), Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ (249), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (8509), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (7361), dan Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin (2623); dari Tsauban bin Bujdud RA. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, namun mereka berdua tidak mengeluarkannya.” Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Tahqiq Misykat Al-Mashabih (5406), Shahih Sunan Abi Dawud (4252), Shahih Sunan At-Tirmidzi (2219), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2654).

Dalam Bijbel disebutkan:
“Tetapi seorang nabi palsu, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaku perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah yang lain, nabi itu harus mati” (ULANGAN 18 : 20).