Oleh. H.Khaeruddin Khasbullah.
Jika penentuan awal Romadhon 1433 H yang telah lewat terjadi perbedaan/ ikhtilaaf yang cukup tajam, dimana Muhammadiyah yang menggunakan criteria WUJUDUL HILAL telah menentukan 1 Romadhon- 1433 H jatuh pada hari Jum’at, 20- Juli- 2012, demikian juga kontroversi Rukyatul Hilal pemerintah Saudi yang katanya dapat melihat bulan dan telah memastikan awal Romadhon juga jatuh pada hari Jum’at, (Lihat: Saudi Arabia Dapat Merukyat Hilal? Pada situs ini juga, yakni: http://miwitihombo.blogspot.com/2012/07/saudi-dapat-merukyat-hilal-kamis-19.html) dimana sebagian besar kaum muslimin di Indonesia melalui Sidang Itsbat yang digelar oleh Kemenag pada Kamis 19- Juli- 2012 menetapkan bahwa puasa dimulai dari tanggal 21 – Juli- 2012, hari Sabtu sehingga di Indonesia (juga dunia) mengalami perbedaan awal puasa, maka insya Alloh tidak demikian dengan penentuan 1 Syawal 1433 H nanti. Karena diprediksi setelah Ijtima’/ Conjubctie pada tanggal 17 – Agustus- 2012, saat matahari terbenam, bulan masih dibawah ufuk minus (-) 4 derajat 40 menit 38 detik (markaz Pekalongan), sehingga besoknya insya Alloh belum masuk bulan baru. Esoknya satu hari kemudian, pada Sabtu pada tanggal 18 – Agustus- 2012 itu, ketika matahari terbenam ketinggian bulan sudah plus 7 derajat, 28 menit, 57 detik, sehingga insya Alloh kita akan berlebaran bersama pada hari Ahad- 19- Agustus- 2012. Amiiin.
SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)
Minggu, 12 Agustus 2012
Senin, 06 Agustus 2012
AWAS BANGKRUT !!!
Oleh: H.KHAERUDDIN Khasbullah.
Sahabat Utsman bin Affan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi 4 perampas didalam kehidupan dunia dan akheratnya. Terhadap 3 Perampas yang pertama manusia tak akan mampu membela diri dan suka atau tidak suka dia harus menyerah, sedangkan pada perampas yang terakhir, seseorang dapat melawan dan justru harus melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan daya..
Perampas pertama adalah IZRAIL yang merampas nyawa setiap jiwa, baik mau atau tidak mau, siap ataupun tidak siap. Segagah perkasapun sesesorang, akhirnya ia harus merelakan nyawanya dirampas oleh sang Malakul Maut.
Sahabat Utsman bin Affan menyatakan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi 4 perampas didalam kehidupan dunia dan akheratnya. Terhadap 3 Perampas yang pertama manusia tak akan mampu membela diri dan suka atau tidak suka dia harus menyerah, sedangkan pada perampas yang terakhir, seseorang dapat melawan dan justru harus melakukan perlawanan dengan sekuat tenaga dan daya..
Perampas pertama adalah IZRAIL yang merampas nyawa setiap jiwa, baik mau atau tidak mau, siap ataupun tidak siap. Segagah perkasapun sesesorang, akhirnya ia harus merelakan nyawanya dirampas oleh sang Malakul Maut.
Rabu, 25 Juli 2012
SAUDI DAPAT MERUKYAT HILAL, KAMIS 19- JULY- 2012. BETULKAH?
SAUDI ARABIA DAPAT MERUKYAT HILAL AWAL ROMADHON 1433 H?
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah
KESAKSIAN RUKYATUL HILAL DI SAUDI PADA KAMIS 19- JULI- 2012:
Seperti kita ketahui bersama dari berita dunia bahwa Saudi Arabia telah menetapkan Awal Shiyam 1433 H jatuh pada hari Jum’at, 20- Juli- 2012. Padahal dari perhitungan astronomis, pada hari Kamis 19- Juli- 2012 posisi Hilal disana BELUM IMKAAN RUKYAT – sama seperti di Indonesia. (Lihat peta Imkaan Rukyat Dunia dibawah ini)
Minggu, 22 Juli 2012
SEPUTAR MASALAH PUASA RAMADHAN
Oleh Majlis Guru Yayasan MIT Al- Khairiyyah
Daftar pertanyaan:
I. Seputar masalah Puasa
1. Menentukan awal romadhon
2. Rukyat saat bulan masih dibawah ufuk
3. Puasa lupa niat tapi sahur
4. Niat satu kali untuk satu bulan puasa. Bolehkah?
5. Mimpi basah keluar sperma, apakah membatalkan puasa?
6. Belum mandi janabat tapi sudah masuk waktu Subuh. Puasakah?
7. Bagaimana kalau mandinya sengaja setelah Subuh?
8. Suntik tidak membatalkan puasa
Daftar pertanyaan:
I. Seputar masalah Puasa
1. Menentukan awal romadhon
2. Rukyat saat bulan masih dibawah ufuk
3. Puasa lupa niat tapi sahur
4. Niat satu kali untuk satu bulan puasa. Bolehkah?
5. Mimpi basah keluar sperma, apakah membatalkan puasa?
6. Belum mandi janabat tapi sudah masuk waktu Subuh. Puasakah?
7. Bagaimana kalau mandinya sengaja setelah Subuh?
8. Suntik tidak membatalkan puasa
Rabu, 11 Juli 2012
KAPAN AWAL PUASA DAN 1 SYAWAL 1433H. ?
H.Khaeruddin Khasbullah
Seperti kita ketahui sering terjadi beda waktu dalam penentuan awal dan akhir Romadhan. Sebagai contohnya adalah akhir Ramadhan 1428 H. Sebagian organisasi Islam menentukan tanggal 12-Oktober-2007 sebagai 1 Syawal, sedangkan Pemerintah dan beberapa organisasi Islam menentukan tanggal 13-Oktober-2007 sebagai awal bulan Syawal tersebut. Mungkin ada sebagian orang bertanya- tanya , mengapa perbedaan itu bisa terjadi, bukankah pada zaman modern sekarang ini posisi bulan dan matahari sudah dapat dihitung dengan sangat teliti bahkan sampai hitungan detik ? Ternyata masalahnya bukan pada beda perhitungan, tetapi lebih disebabkan dari adanya perbedaan penafsiran dan persepsi dari beberapa sabda- sabda Nabi sehingga berakibat kepada tata cara dan criteria penentuan bulan baru tersebut. Karena ternyata dalam beberapa methode perhitungan yang mereka lakukan, baik NU, Muhammadiyyah. Persis atau organisasi dan lembaga lainnya hasilnya mendekati sama, yakni sebagai contoh diatas, pada tanggal 11- Oktober- 2007, posisi bulan saat matahari terbenam adalah +/ - 00.37′.31” di Yogyakarta. Lalu, dimana sesungguhnya letak perbedaan itu? Mungkinkah perbedaan yang terjadi disatukan sehingga kaum muslimin dapat mengamalkan ibadah dan hari rayanya dengan seragam?
Seperti kita ketahui sering terjadi beda waktu dalam penentuan awal dan akhir Romadhan. Sebagai contohnya adalah akhir Ramadhan 1428 H. Sebagian organisasi Islam menentukan tanggal 12-Oktober-2007 sebagai 1 Syawal, sedangkan Pemerintah dan beberapa organisasi Islam menentukan tanggal 13-Oktober-2007 sebagai awal bulan Syawal tersebut. Mungkin ada sebagian orang bertanya- tanya , mengapa perbedaan itu bisa terjadi, bukankah pada zaman modern sekarang ini posisi bulan dan matahari sudah dapat dihitung dengan sangat teliti bahkan sampai hitungan detik ? Ternyata masalahnya bukan pada beda perhitungan, tetapi lebih disebabkan dari adanya perbedaan penafsiran dan persepsi dari beberapa sabda- sabda Nabi sehingga berakibat kepada tata cara dan criteria penentuan bulan baru tersebut. Karena ternyata dalam beberapa methode perhitungan yang mereka lakukan, baik NU, Muhammadiyyah. Persis atau organisasi dan lembaga lainnya hasilnya mendekati sama, yakni sebagai contoh diatas, pada tanggal 11- Oktober- 2007, posisi bulan saat matahari terbenam adalah +/ - 00.37′.31” di Yogyakarta. Lalu, dimana sesungguhnya letak perbedaan itu? Mungkinkah perbedaan yang terjadi disatukan sehingga kaum muslimin dapat mengamalkan ibadah dan hari rayanya dengan seragam?
Kamis, 28 Juni 2012
KISAH TRAGIS DETIK-DETIK KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD SANG NABI PALSU
| Takhrij |
وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثلاثون كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي .
“Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.”
Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (3710), At-Tirmidzi (2145), Ibnu Majah (3942), Ahmad (21361), Al-Baihaqi dalam Dala`il An-Nubuwwah (2901), Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ (249), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (8509), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (7361), dan Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin (2623); dari Tsauban bin Bujdud RA. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, namun mereka berdua tidak mengeluarkannya.” Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Tahqiq Misykat Al-Mashabih (5406), Shahih Sunan Abi Dawud (4252), Shahih Sunan At-Tirmidzi (2219), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2654).
Dalam Bijbel disebutkan:
“Tetapi seorang nabi palsu, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaku perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah yang lain, nabi itu harus mati” (ULANGAN 18 : 20).
Senin, 18 Juni 2012
PUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI
PUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI
Antara Qadha dan Fidyah
Murajaah: Ust. Aris Munandar
Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati berupa janin atau bayi yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu.
Langganan:
Postingan (Atom)
