MA'HAD ISLAM TERPADU AL- KHAIRIYYAH, SEKOLAH DAN PONDOK PESANTREN.....................DENGAN MOTTO: BERILMU AMALIYAH - BERAMAL ILMIYAH - MENJAGA UKHUWWAH ...........................YAYASAN MIT ALKHAIRIYYAH KARAWANG MENERIMA SEGALA BENTUK DONASI YANG HALAL DAN TIDAK MENGIKAT; MELALUI BANK JABAR . No. Rekening : 0014732411100 atas nama : Pondok Pesantren Al-Khairiyyah Karawang...........................Facebook: khaeruddin khasbullah.....

SEPUTAR AL-KHAIRIYYAH (facebook:: https://www.facebook.com/khaeruddin.khasbullah)

Senin, 03 Februari 2014

PENGALAMAN GURU QIRO'ATI DARI MALAYSIA


PENGALAMAN ROHANI SEORANG GURU QIRO'ATI DARI MALAYSIA




(Saya berkesempatan bertemu beliau di SILAWIL QIRO'ATI di DI: WISMA TOEGOE DEPAG- PUNCAK- BOGOR, PADA 12- 14 OKTOBER- 2012")


KENAPA SAYA MENGAJAR AL QURAN ?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setiap orang tentu ingin menjadi orang yang terbaik sama ada dari pandangan Allah SWT atau dari pandangan para makhluk-Nya. Saya ingin berkongsi sebahagian kisah hidup saya. Setelah selesai studi dan meraih Sarjana Muda di Madinah dalam jurusan Bahasa Arab, saya melanjutkan program Master di Mesir. Ketika itu saya kerap merasa bingung dan belum menemukan apa yang menjadi cita-cita saya. Nanti saya akan menjadi apa ? dan apa yang harus saya lakukan jika saya kembali ke tanah air ? Saat melihat orang-orang di sekeliling, saya merasa rendah diri, kerana merasa tidak memiliki apa-apa bakat seperti kawan-kawan yang lain. Ada antara kawan saya yang memiliki bakat kepimpinan yang terserlah sehingga selalu dikerumuni oleh kawan-kawan yang lain kerena pandai berpidato di hadapan orang ramai. Kawan lain pula memiliki kepandaian berorganisasi sehingga di mana-mana perkumpulan sahaja, ia selalu menjadi orang penting yang selalu diperlukan. Ada lagi kawan yang memiliki badan yang tinggi, segak dan tegar sehingga sentiasa nampak terpandang. Saya sering berkata dalam diri: aku ni siapa ? tidak ada bakat apa-apa ? anak orang desa ? badan kecil tidak tinggi dan tidak ada apa-apa yang bisa dibanggakan, tidak pandai berorganisasi apalagi berpidato di hadapan orang ramai. Itulah perasaan dan fikiran yang kerap berlegar-legar di fikiran dan hati saya. 

Itu dulu…..dulu dulu…. Saat ini Alhamdulillah saya merasa bahagia, memiliki keluarga, memiliki rumah, memiliki kendaraan dan keperluan-keperluan asas hidup sebagai manusia biasa. Dan banyak lagi nikmat-nikmat Allah yang tidak terhingga yang tidak terhitung satu-satu. Semoga saya menjadi orang yang dapat mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT yang terlalu banyak ini. amin ya Robbal alamin. 

Izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya: Mohammad Masruh bin Ahmad. Kepakaran saya adalah membantu mereka yang ingin membaca al Quran dengan bacaan yang benar agar mereka tidak menyebarkan ilmu bacaan yang salah yang akan dibawa sehingga akhir hayat. Alhmdulillah sudah ramai orang yang telah saya bantu memperbetulkan bacaan al Quran mereka, terutama para calon guru al Quran. Mereka merasa lebih yakin dan lebih mantap membaca al Quran dan dalam waktu yang sama mereka lebih bersemangat mengajar bacaan al Quran kepada yang lain. Di sinilah saya merasa mendapat lebih keyakinan diri bahawa hidup saya lebih bermakna apabila saya merasa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Apalagi teringat sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud bahawa orang yang paling baik antara kamu adalah orang belajar al Quran dan mengajarkannya. Inilah yang saya alami beberapa tahun terakhir ini, dan semoga akan menjadi amal ibadah saya yang berterusan sehingga akhir hayat saya. Saya merasa seronok teruja dan bahagia belajar al Quran dan berkongsi ilmu dengan orang lain. 

Pada permulaan dua tahun ketibaan saya di Malaysia, saya mengajar baca al Quran bukanlah seperti saat ini. Saya mengajar dari rumah ke rumah setiap hari pagi siang malam termasuk hari Sabtu dan Ahad, sehingga hampir dikatakan anak-anak dan isteri jarang bercuti bersama pada hujung minggu. Satu peristiwa mengaharukan dan sakaligus menyedihkan berlaku saat saya menyaksikan anak-anak kecil usia 4 tahun – 9 tahun pandai membaca al Quran dengan sangat-sangat cantik sekali. Cantik dari segi bacaan dan sekaligus dari segi tajwid. Saya termangu-mangu kagum kerana melihat keadaan ini. Peristiwa ini saya saksikan di Semarang Jawa Tengah Indonesia tepatnya di Kebon Arum di sekolah mengaji yang menggunakan kaedah Qiraati pada sekitar tahun 1989. Di depan kelopak mata saya anak-anak kecil pandai membaca al Quran dengan baik termasuk tajwidnya. Bahkan ada beberapa anak yang telah menghafal 5 juzuk al Quran. Anda bisa membayangkan kesedihan dan perasaan tercabarnya saya yang konon sebagai guru al Quran yang saat itu mempunyai anak yang berusia 4 tahun tapi sama sekali tidak mengenali walau hanya satu huruf hijaiyyah. Sedih dan amat sedih sekali. Saya menangis dan terharu melihat keadaan yang belum pernah saya saksikan sebelum itu. Dari situ saya bertekad balik ke Malaysia, saya akan mengajar anak saya membaca al Quran dengan sungguh-sungguh. Kesedihan yang kedua yang mungkin anda tidak dapat membayangkan adalah ketika Pak Dachlan Salim Zarkasyi penyusun Qiraati melarang saya mengajar al Quran setelah beliau mendengar bacaan saya dalam beberapa ayat yang ditunjukkan. Apa yang beliau ucapkan setelah saya membaca beberapa ayat ? beliau mengatakan kepada saya: “kalau bacaan kamu seperti ini, sebaiknya kamu jangan mengajar al Quran dulu. Dikhawatirkan kamu sama dengan menyebarkan dosa kerana bacaanmu masih banyak salah !.”. Masya Allah, bagaikan tersambar petir mendengar ucapan beliau. Saya terpinga-pinga dan bertanya-tanya. Apa bacaan saya yang salah ? bagaimana dengan kelas al Quran saya di Kuala Lumpur yang sudah 2 tahun saya mengajar ? saya telah terlanjur memberi ilmu yang salah ?. Astaghfirullahal ‘adzim. Itulah kesedihan yang teramat sangat yang berlaku saat itu. 

Akhirnya saya menyadari kesalahan-kesalahan saya dalam membaca al Quran setelah ditunjukkan oleh beliau. Dan ternyata setelah saya kembali ke Malaysia, ramai orang bahkan guru al Quran dan imam-imam yang melakukan seperti saya. Alhamdulillah sehingga sekarang saya lebih yakin dan bersemangat ingin berkongsi ilmu dengan mereka-mereka yang ingin memperbaiki bacaannya. Saya tidak ingin mereka seperti saya membaca al Quran tapi tidak menyedari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan ketika membacanya apatah lagi jika ingin mengajar al Quran kepada murid-muridnya. Berapa ramai antara anda yang ingin memperbaiki bacaan al Quran dan ingin mengajar al Quran ? Maka kaedah Qiraati adalah jawaban yang cukup tepat yang dapat menyelesaikan masalah anda. Qiraati adalah salah satu kaedah yang amat baik dan cepat untuk menscan bacaan anda. Dengan kaedah Qiraati, anda bisa lebih mudah mengetahui tahap bacaan al Quran anda hanya dengan membaca beberapa ayat yang telah dipilih. Ketika membaca ayat-ayat tersebut jika terdapat kesalahan baca, maka bacaan anda akan lebih mudah diperbaiki di bawah bimbingan seorang yang sudah dinyatakan lulus ujian guru al Quran kaedah Qiraati. Alhamdulillah setelah menggunakan Qiraati ini dalam mengajar baca Al Quran, hidup saya merasa lebih bermanfaat dan semoga Allah memberi keberkatan, ketenangan, kesihatan, kebahagiaan dan kejayaan hidup di dunia dan di akhirat. Amin ya Robbal. Semoga Allah mencucuri rahmat kepada penyusun Qiraati: al ustadz KH. Dachlan Salim Zarkasyi  almarhum. 

Marilah kita perhatikan anak-anak kita dalam membaca al Quran dengan baik dan kita doakan semoga mereka menjadi anak-anak yang sholih yang diterima doanya untuk kita ketika kita telah tiada kelak. Amin ya Robbal alamin. Perkongsian pengalaman ini saya tulis setelah menyelesaikan program TTT, dalam program platinum yang dipimpin oleh Dr Azizan Osman. Jutaan terimakasih kepada Dr. Azizan Osman yang telah berkongsi banyak ilmu selama program Platinum. Semoga Allah membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Dan semoga bakat saya dalam berkongsi ilmu dan pengalaman di bidang pengajaran al Quran ini lebih dirasai oleh lebih ramai orang lain. amin ya Robbal alamin. Jika anda suka dengan perkongsian saya ini say: “I”. Wassalam.

Di copy paste atas seizin beliau oleh: H.Khaeruddin Khasbullah.

Minggu, 02 Februari 2014

IJINKAN AKU SEGERA KEMBALI KEPANGKUAN ROB KU



Dialog Imajiner

                       IJINKAN AKU SEGERA KEMBALI KEPANGKUAN ROB KU

                                                           Oleh: Ibnu Khasbullah


Syahdan, ditaman-taman sorga yang indah, berkumpullah para bayi dari segala warna kulit, tak terhitung jumlahnya. Para Wildan itu bermain, berlari, bernyanyi, bergembira. Celoteh mereka riuh rendah bak suara kumbang. Diiringi dengan siulan burung sorgawi dan kupu- kupu yang jinak- jinak merpati. Sungguh hidup mereka bahagia, penuh canda, penuh tawa, dibawah lindungan dan asuhan para bidadari dan para malaikat yang suci- suci. Tak ada rasa sedih, gelisah atau resah. Tak ada tangisan atau rengekan. Sungai- sungai madu dan bengawan- bengawan susu adalah lebih dari cukup untuk menu mereka sehari- hari dan penuh gizi dibawah ridho ilahi.

Tiba- tiba ditengah keriuhan canda mereka terdengar panggilan Sang Kholiq:

“Wildan, kemari nak!”

“Labbaik Ya Rob!”

“Begini nak, Aku sudah menetapkan bahwa dikau harus segera turun kebumi..”

Betapa kaget dan terperanjatnya wajah si Wildan, mendengar bahwa ia terpilih agar segera turun kebumi. Yang pernah ia dengar, bumi itu tidak seindah dan seaman sorga. Kadang ada senang disana. Namun terlebih banyak lagi sedih dan gundah. Belum lagi persaingan, korupsi dan pertumpahan darah. Ah, sebaiknya ia usul agar agar jangan dia yang terpilih, biarlah para wildan yang lain………..

“Ya Rob, kenapa harus saya. Saya masih senang hidup tenteram disini. Setiap saat aku dapat bercengkerama dengan para teman- teman, para bidadari dan para malaikat. Dan yang lebih membahagiakanku disini adalah bahwa aku bisa selalu memandang Mu dan bersama Mu setiap saat”.

“ Ya nak, nanti disana kamu juga akan banyak teman, walaupun kadang juga lawan, disana kamu bisa hidup bahagia, walau hanya sementara, dan kadang diliputi nestapa yang tak habis- habisnya. Itu semua adalah ladang agar dapat memperoleh kehidupan nikmat abadi, bagi siapa yang mampu menghadapi semua ini dengan menggunakan cahaya ilahi”.

“Ya Rob, aku dengar didunia banyak bahaya dan banyak orang- orang jahat, siapa yang akan melindungiku, siapa yang akan mengajariku bertahan terhadap segala masalah dunia yang hingar bingar itu?”

“Begini nak. Nanti aku siapkan pengasuh yang berhati sehalus dan selembut sutera, dia akan menyayangimu dengan kasih bidadari dan berbudi malaikat. Dia akan mencintaimu setiap saat dan setiap waktu, dia akan selalu mengawasimu dan melindungimu dari segala marabahaya tanpa pamrih”.

“Ya Rob, kalau boleh tahu, apakah makhluk yang Kau siapkan itu memiliki sebuah nama?”

“Ya, panggil saja dia dengan sebutan MAMA, dia akan dibantu dengan seorang yang juga akan mengasuhmu dengan kasih, walau tak sebanding dengan kasih mama, namanya PAPA. Mudah bukan?”

“Lalu, bagaimana seandainya aku suatu saat rindu pada Mu? Apa yang harus aku lakukan, ?”

“Jangan khawatir, MAMA dan PAPA mu akan mengajarimu bagaimana caranya jika engkau nanti rindu dan ingin berjumpa dengan KU dengan melakukan ibadah dan dzikir- dzikir tertentu”.

“ Ya Rob, aku memohon agar jika seandainya Engkau tetap memutuskan aku harus mengunjungi dunia kedunia, aku ingin tak selamanya, bahkan kalau bisa sebentar saja, agar aku bisa melihat wajah Mu kembali”.

“Wahai Wildan, Aku lebih tahu tentang keputusanKu. Bila aku ingin, aku segera tarik kau kembali kesisiku, namun bila aku menghendaki, kau kutetapkan sampai sementara waktu lamanya, sepuluh, duapuluh atau bahkan duaratus tahun, atau berapapun yang aku kehendaki. Itu semua berada didalam ilmu azali Ku, dan tak ada siapapun yang dapat merobahnya kalau itu sudah aku tetapkan walau hanya sedetik”.

“Ya Rob, kalau memang itu kehendakmu, maka aku ridho dan pasrah atas segala keputusan Mu”.

Maka, karena semuanya sudah diatur Sang Kholiqnya, Wildan pun meluncur ke dunia fana, mengeram beberapa saat diperut calon pengasuhnya setelah terjadinya proses manusiawi antara ayah dan ibu. Sembilan bulan lamanya ia berada diperut seseorang yang akan ditugaskan sebagai pengasuhnya. Dan pada saat waktunya telah tiba ia pun terlahir kedunia dengan tangisnya yang keras, sebuah tangis protes setelah melihat dunia tidak seindah sorga. Dia menangis seakan memohon agar diperkenankan segera kembali menghadap Rob nya daripada berlama- lama hidup didunia yang keras dan penuh tipu mara bahaya.

Waktupun berjalan. Mama dan Papa menyayanginya sepenuh jiwa. Ini semua karena sebentuk kasih dan rahmah telah ditanamkan Allah kedalam hati kedua orang yang diberi amanat tersebut. Sang Wildan diasuh mereka dengan baik, dirawat dengan penuh sukacita dan tak dianggap sebagai beban bagi mereka berdua walaupun terkadang mereka berdua harus bergadang diwaktu malam, pada saat seharusnya mereka dapat beristirahat.

Dan Allah mempunyai rencana lain. Ia ingin agar Wildan segera kembali ke sisi Nya. Allah juga melihat dedikasi kedua pemegang amanat itu yang sedemikian besar, Allah ingin segera membalasnya dengan janji sorgawi, yakni nanti akan bergabung kembali dengan Wildan yang pernah diasuh mereka tatkala didunia fana. Agar Wildan menjadi tabungan amal bagi kedua pemegang amanat itu, agar Wildan dapat memberi syafaat dan penolong serta penarik mereka memasuki pintu sorga.

Wildan pun pada saat yang telah ditentukan dipanggil pulang oleh Sang Kholiq. Dunia pun berduka, pengasuhnya seakan tak percaya bahwa ia telah tiada. Semua menangis sedih dan berurai air mata duka. Sedangkan Sang Wildan tertawa bahagia, karena permohonannya agar ia segera kembali kesorga dikabulkan oleh Sang Maha Perkasa, bergabung kembali dengan para Wildan, Bidadari dan para malaikat pengasuhnya, dan yang lebih membahagiakan lagi adalah…… ia bisa kembali menatap Rob nya.
                               
Sayup- sayup  terdengar suara Qory di mesjid membaca Al- Qur’an surat Ad- Dahr/ Al- Insan 76/ 19- 22:................. “Dan mereka di kelilingi oleh para wildan yang tetap muda belia. Apabila kamu melihat mereka, kamu mengira bahwa mereka adalah bagaikan mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat disana (surga) niscaya kamu akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutera yang halus dan sutera yang tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang murni.Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan segala usahamu mendapatkan balasan yang layak”……..

(Tulisan ini didedikasikan untuk mengantar kepulangan nanda Marsha Nafis An- Nida binti Arif Dzulhikam/ Nana kepangkuan Rob nya pada tanggal 03- 08- 2009, dan dia pasti sekarang sedang bercengkerama bersama bidadari disorga. Innaa lillaahi Wa innaa ilaihi roji’un. Innamaa yuwaffasshoobiruuna Ajrohum bighoiri hisaab. Teriring do’a agar keluarganya tabah menghadapi musibah ini.)

Senin, 27 Januari 2014

KHUSNUL KHOTIMAH KIYAI SAHAL MAHFUDZ. AMIN.

Inilah Kesaksian "Merinding" Dokter yang Menunggui Kiai Sahal Menjelang Wafat

Diposkan oleh Admin BeDa pada Senin, 27 Januari 2014 | 14.51 WIB

KH Sahal Mahfudz
Ada kejadian menyentuh hati saat Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari (24/1/2014).

Dokter H Imron Rosyidi yang menungguinya mengaku baru kali ini merasa takut menunggui orang yang hendak meninggal. Ia bahkan sampai merinding dan bulu kuduknya berdiri. 

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Seperti dilansir NU Online, dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Dari Kamis malam hingga Jum'at dini hari. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang. 

Kiai Sahal lahir pada17 Desember 1937. Kiai yang sejak muda telah mengasuh Pondok Pesantren Mathali'/ Maslakul Huda, Kajen, Pati (kunjungi:http://pekajenan.blogspot.com/2010/07/maslakul-huda-kajen.html) ini merupakan salah satu tokoh NU berpengaruh, kerap terlibat dalam penyusunan dan penetapan penerapan hukum Islam baik klasik maupun kontemporer.

Berikut ini daftar karya tulis Kiai Sahal:

Buku (kumpulan makalah yang diterbitkan): 

1. Thariqatal-Hushul ila Ghayahal-Ushul, (Surabaya: Diantarna, 2000)
2. Pesantren Mencari Makna, (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999) 
3. Al-Bayan al-Mulamma' 'an Alfdz al-Lumd", (Semarang: Thoha Putra, 1999) Telaah Fikih Sosial
4. Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh, (Semarang: Suara Merdeka, 1997) Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LKiS, 1994) 
5. Ensiklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu'ah al-Ij ma'). (Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987). 
6. Al-Tsamarah al-Hajainiyah, I960 (Nurussalam, t.t) 
7. Luma' al-Hikmah ila Musalsalat al-Muhimmat, (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati). 
8. Al-Faraid al-Ajibah, 1959 (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)

Risalah dan Makalah (tidak diterbitkan):

1. Tipologi Sumber Day a Manusia Jepara dalam Menghadapi AFTA 2003 (Workshop KKNINISNU Jepara, 29 Pebruari 2003). 
2. Strategi dan Pengembangan SDM bagi Institusi Non-Pemerintah, (Lokakarya Lakpesdam NU, Bogor, 18 April 2000). 
3. Mengubah Pemahaman atas Masyarakat: Meletakkan Paradigma Kebangsaan dalam Perspektif Sosial (Silarurahmi Pemda II Ulama dan Tokoh Masyarakat Purwodadi, 18 Maret 2000). 
4. Pokok-Pokok Pikiran tentang Militer dan Agama (Halaqah Nasional PB NU dan P3M, Malang, 18 April 2000) 
5. Prospek Sarjana Muslim Abad XXI, (Stadium General STAI al-Falah Assuniyah, Jember, 12 September 1998) 
6. Keluarga Maslahah dan Kehidupan Modern, (Seminar Sehari LKKNU, Evaluasi Kemitraan NU-BKKBN, Jakarta, 3 Juni 1998) 
7. Pendidikan Agama dan Pengaruhnya terhadap Penghayatan dan Pengamalan Budi Pekerti, (Sarasehan Peningkatan Moral Warga Negara Berdasarkan Pancasila BP7 Propinsi Jawa Tengah, 19 Juni 1997) 
8. Metode Pembinaan Aliran Sempalan dalam Islam, (Semarang, 11 Desember 1996) 
9. Perpustakaan dan Peningkatan SDM Menurut Visi Islam, (Seminar LP Ma'arif, Jepara, 14 Juli 1996)
10. Arah Pengembangan Ekonomi dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, (Seminar Sehari, Jember, 27 Desember 1995)
11. Pendidikan Pesantren sebagai Suatu Alternatif Pendidikan Nasional, (Seminar Nasional tentang Peranan 
12. Lembaga Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas SDM Pasca 50 tahun Indonesia Merdeka, Surabaya, 2 Juli 1995) 
13. Peningkatan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkualitas, (disampaikan dalam Diskusi Panel, Semarang, 27 Juni 1995) 
14. Pandangan Islam terhadap Wajib Belajar, (Penataran Sosialisasi Wajib belajar 9 Tahun, Semarang 10 Oktober 1994)
15. Perspektif dan Prospek Madrasah Diniyah, (Surabaya, 16 Mei 1994) 
16. Fiqh Sosial sebagai Alternatif Pemahaman Beragama Masyarakat, (disampaikan dalam kuliah umum IKAHA, Jombang, 28 Desember 1994) 
17. Reorientasi Pemahaman Fiqh, Menyikapi Pergeseran Perilaku Masyarakat, (disampaikan pada Diskusi Dosen Institut Hasyim Asy'ari, Jombang, 27 Desember 1994) 
18. Sebuah Releksi tentang Pesantren, (Pati, 21 Agustus 1993) 
19. Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi dari Sudut Kajian Politis, (Forum Silaturahmi PP Jateng, Semarang, 5 September 1992). 
20. Kepemimpinan Politik yang Berkeadilan dalam Islam, (Halaqah Fiqh Imaniyah, Yogyakarta, 3-5 Nopember 1992) 
21. Peran Ulama dan Pesantren dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Umat, (Sarasehan Opening RSU Sultan Agung, Semarang, 26 Agustus 1992). 
22. Pandangan Islam Terhadap AIDS, (Seminar, Surabaya,1 Desember 1992)
23. Kata Pengantar dalam buku Quo Vadis NU karya Kacung Marijan, (Pati, 13 Pebruari 1992)
24. Peranan Agama dalam Pembinaan Gizi dan Kesehatan Keluarga, Pandangan dari Segi Posisi Tokoh Agama, Muallim, dan Pranata Agama, (Muzakarah Nasional, Bogor, 2 Desember 1991) 
25. Mempersiapkan Generasi Muda Islam Potensial, (Siaran Mimbar Agama Islam TVRI, Jakarta, 24 Oktober 1991) 
26. Moral dan Etika dalam Pembangunan, (Seminar Kodam IV, Semarang, 18-19 September 1991) 
27. Pluralitas Gerakan Islam dan Tantangan Indonesia Masa Depan, Perpsketif Sosial Ekonomi, (Seminar di Yogyakarta, 10 Maret 1991) 
28. Islam dan Politik, (Seminar, Kendal, 4 Maret 1989) 
29. Filosofi dan Strategi Pengembangan Masyarakat di Lingkungan NU, (disampaikan dalam Temu Wicara LSM, Kudus, 10 September 1989) 
30. Disiplin dan Ketahanan Nasional, Sebuah Tinjauan dari Ajaran Islam, (Forum MUIII, Kendal, 8 Oktober 1988) 
31. Relevansi Ulumuddiyanah di Pesantren dan Tantangan Masyarakat, (Mudzakarah, P3M, Mranggen, 19-21 September 1988) 
32. Prospek Pesantren dalam Pengembangan Science, (Refreshing Course KPM, Tambak Beras, Jombang 19 Januari 1988) 
33. Ajaran Aswaja dan Kaitannya dengan Sistem Masyarakat, (LKL GP Anshor dan Fatayat, Jepara 12-17 Februari 1988) 
34. AIDS dan Prostisusi dari Dimensi Agama Islam, (Seminar AIDS dan Prostitusi YAASKI, Yogyakarta, 21 Juni 1987) 
35. Sumbangan Wawasan tentang Madrasah dan Ma'arif, (Raker LP Ma'arif, Pati, 21 Desember 1986) 
36. Program KB dan Ulama, (Pati, 27 Oktober 1986) 
37. Hismawati dan Taman Gizi, (Sarasehan gizi antar santriwati, 
38. Administrasi Pembukuan Keuangan Menurut Pandangan Islam, (Latihan Administrasi Pembukuan dan Keuangan bagi TPM, Pan, 8 April 1986) 
39. Pendekatan Pola Pesantren sebagai Salah Satu Alternatif membudayakan NKKBS, (Rapat Konsultasi Nasional Bidang, KB, Jakarta, 23-27 Januari 1984) 
40. Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Lokakarya Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Jakarta, 6-8 Januari 1983) 
41. Tanggapan atas Pokok-Pokok Pikiran Pembaharuan Pendidikan Nasional, (27 Nopember 1979) 
42. Peningkatan Sosial Amaliah Islam, (Pekan Orientasi Ulama Khotib, Pati, 21-23 Pebruari 1977) 
43. Intifah al-Wajadain, (Risalah tidak diterbitkan) 
44. Wasmah al-Sibydn ild I'tiqdd ma' da al-Rahman, (Risalah tidak diterbitkan) 
45. I'dnah al-Ashhdb, 1961 (Risalah tidak diterbitkan) 
46. Faid al-Hija syarah Nail al-Raja dan Nazhdm Safinah al-Naja, 1961 (Risalah tidak diterbitkan) Al-Tarjamah al-Munbalijah 'an Qasiidah al-Munfarijah, (Risalah tidak diterbitkan)

[AM/NU/SantriPegon]
Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2014/01/inilah-kesaksian-merinding-dokter-yang.html

Jumat, 17 Januari 2014

KAIFIYAT WAQOF PADA AKHIR KALIMAT

CARA CARA WAQOF PADA AKHIR KALIMAT
Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah


Disampaikan pada MMQ Qiro'aty Karawang, 8- Desember- 2013.

Beberapa waktu yang lalu kita telah membicarakan waqof dengan cara Sukun. Cara ini adalah cara yang paling umum dan mudah dipelajari dan insyaAlloh kita telah memahaminya karena kita sudah terbiasa mempraktekkannya setiap hari. 

Intinya: pada saat kita waqof, lidah/lisan berada pada posisi makhroj huruf tersebut. Sifatul hurufnya juga dijaga seperti misalnya Rikhwah dan Shofir atau Qolqolahnya  serta Tafkhim dan Tarqiq nya, dan posisi mulut/ bibir seperti posisi fatkhahnya terutama pada huruf- huruf Isti’la’, misal pada lafadh: Al- Haqq, atau memurnikan kasrohnya seperti pada: Quraiiisy, Khobiiir, dsb. Atau dengan Ibdal, yakni untuk Ta’ Marbuthoh dengan merubah Ta' sukun  menjadi Ha’ sukun atau pada Fatkhatain menjadi Mad Iwadl, dlsb.

Kali ini pemakalah ingin menyampaikan cara waqof yang lain, dan ini masih dalam kerangka Qiroat Imam Ashim Ala Riwayati Hafsh Bi Thoriqoti As Syatibi. Tujuan kami agar para guru bertambah wawasannya dan tidak bingung menghadapi perbedaan yang mungkin terjadi.

Yakni  sesuai jadwal berikut:

1. Huruf tak bertanwin

Harokat
Sukun Asli
Fatkhah
Kasroh
Dhommah
Cara Waqof
Hanya dengan  Waqof  Sukun, tiada lain
Hanya dengan  Waqof  Sukun, tiada lain
1. Dengan Sukun
2. Dengan Roum
1. Dengan Sukun
2. Dengan Roum
3. Dengan Isymam
Contoh pada
ﺒﻲ  -  على  -  والضحى
رب العالمينَ   -   صراط المستقيمَ
الرحمن الرحيمِ – مالك يوم الدينِ - بالحقِّ
وإياك نستعينُ – وهو العزيز الحكيمُ


2. Huruf bertanwin

I’rob
Kaifiyyat
Contoh


Rofa’
Hilangkan Tanwin dan waqof dengan:

1. Sukun
2. Roum
3.Isymam



عليمٌ  -  خبيرٌ   -   عزيزٌ



Jar
Hilangkan Tanwin dan waqof dengan:

1. Sukun
2. Roum

من كل شئٍ  -  في قريشٍ
بحقٍ



Nashob
Hanya dengan cara mengganti tanwin dengan Alif, panjang dua harokat.
Hati2 tak ada suara akhiran hamzah.



ﺃﻔﻭﺍﺟﺎ   -   تسليماً   -   نساء


Tentang Kaifiyat/ tata cara waqof dengan Roum dan Isymam  insyaAlloh akan diterangkan tersendiri. Belajarlah dari guru yang  bersyahadah secara ber "Musyafahah/ Talaqqy/ berhadapan langsung". .                                                                                                                                                                                   6/12/2013

Perhatikan penjelasan Syekh Ayman Rushdy Suwayd